![]() |
|
Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forum-4.html) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forum-12.html) +--- Thread: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian (/thread-7316.html) Pages:
1
2
|
Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Warteg - 10-04-2012 STANDAR OPERASI PROSEDUR PPKA STASIUN
"Sumber Berita"
Sekian dulu dari saya,, Prosedur operasional lainnya menyusul,, ![]() ![]() By Gege Wrote:Tampilan diperbaiki untuk kenyamanan membaca RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - ajuy - 10-04-2012 yang dimaksud dari Coba pesawat NA 100? RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Agung - 10-04-2012 (10-04-2012, 07:47 PM)ajuy Wrote: yang dimaksud dari Coba pesawat NA 100? itu maksudnya uji telepon ke PK/OC menggunakan telpon yg warnanya kuning dan bentuknya agak besar....kalo masuk ke dalam ruang PPKA pasti akan melihatnya.... RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Warteg - 11-04-2012 STANDAR OPERASI PROSEDUR DINAS PJL
by Gege Wrote:Post diperbaiki untuk kenyamanan membaca RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Warteg - 12-04-2012 (10-04-2012, 11:26 PM)Agung Wrote:(10-04-2012, 07:47 PM)ajuy Wrote: yang dimaksud dari Coba pesawat NA 100? Ya maksudnya seperti itu Sebagai alat komunikasi menghubungkan dengan Pusat Kendali RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Warteg - 14-04-2012 PROSEDUR PENANGANAN GANGGUAN PERJALANAN KERETA API DI STASIUN
1. WESEL KEDIPa. Pelayanan wesel yang gangguan >> Wesel bukan kopel • Yakinkan kedudukan wesel sebelum kedip • Pembantu PPKA membawa kunci wesel dan engkol wesel • Buka gembok penutup lubang engkol • Masukan engkol dan putar kearah kedudukan wesel yang kurang rapat dan rapatkansampai terdengar suara “ klek†ditambah kurang lebih 10 putaran • Cabut engkol dan reset wesel tersebut kemudian cek indikator wesel di meja pelayanan • Apabila sudah tenang maka kunci kembali penutup lubang engkol dan kembali ke stasiun • Apabila masih kedip maka engkol wesel kearah sebaliknya • Setelah rapat ditambah kurang lebih 10 putaran cabut engkol wesel dan reset wesel tersebut • Periksa indikator wesel di meja pelayanan • Apabila wesel masih kedip ulangi sampai 3 kali • Dan apabila tetap kedip maka segera hubungi petugas sinyal dan catat dalam buku laporan gangguan • Laporkan ke PK/OC >> Wesel kopel • Yakinkan kedudukan wesel sebelum kedip • Pembantu PPKA membawa kunci wesel dan engkol wesel • Engkol wesel yang terlihat kurang rapat • Rapatkan dengan arah sesuai wesel pasanganya • Setelah rapat ditambah kurang lebih 10 putaran cabut engkol dan reset wesel tersebut • Periksa indikator wesel dimeja pelayanan • Apabila masih kedip maka engkol wesel kearah sebaliknya • Engkol wesel pasangan searah dengan wesel pertama • Putar sampai bunyi “ klek “ ditambah kurang lebih 10 putaran • Cabut engkol dan reset wesel • Periksa indikator wesel dimeja pelayanan • Apabila masih kedip ulangi sampai 3 kali • Apabila 3 kali masih kedip maka segera hubungi petugas sinyal dan catat dalam buku laporan gangguan • Laporkan ke PK/OC b. Pelayanan Kereta Api pada saat wesel pertama yang akan dilewati kedip • Kabarkan ke PK/OC bahwa wesel masih kedip dan kereta api tersebut ditahan sinyal dahulu • Untuk pelayanan kereta api ditahan sampai wesel normal kembali • Apabila 3 kali engkol tetap tidak bisa normal maka engkol wesel kearah yang dikehendaki dan pasang tongklem di wesel tersebut • Kabarkan ke PK/OC bahwa kereta api masuk dengan bentuk MS • Perintahkan pkst untuk menjemput kereta api tersebut dengan membawa MS • Berangkat Kereta Api bisa dengan rute normal • Kabarkan ke petugas sinyal dan catat dalam buku laporan gangguan • Catat dalam buku warta Kereta Api bahwa kereta api tersebut masuk dengan betuk MS c. Pelayanan Kereta Api pada saat wesel luncuran yang akan dilewati kedip • Apabila wesel kedip belum bisa normal • Engkol wesel kearah yang diinginkan dan tongklem wesel tersebut • Kabarkan ke PK/OC bahwa wesel tersebut kedip • Kereta api ditahan di sinyal masuk,kabarkan PK/OC bahwa Kereta Api rencana masuk dengan sinyal darurat keluar dengan bentuk MS • Setelah Kereta Api mendekati sinyal masuk ditandai dengan buser yang menyala, PPKA membentuk rute masuk • Pencet tombol darurat dengan tombol asal rute sampai sinyal darurat menyala • Setelah minta aman kesetasiun sebelah berangkatkan Kereta Api dengan bentuk MS • Kabarkan kepada setasiun sebelah bahwa Kereta Api tersebut berangkat dengan bentuk MS • Kabarkan perihal gangguan tersebut kepada petugas sinyal dan catat dalam buku laporan gangguan • Catat pula dibuku warta KA bahwa Kereta Api tersebut berangkat dengan bentuk MS 2. WESEL MERAH TANPA ADA BAKAL PELANTING • Periksa apakah diatas wesel tersebut tidak ada bakal pelanting • Pelayanan Kereta Api dengan sinyal darurat • Untuk membalik wesel dengan kunci TBW • Segera kabarkan ke petugas sinyal dan PK/OC • Untuk kereta api masuk dengan sinyal darurat tidak bisa diset rute langsung harus rute masuk dulu sampai sinyal darurat muncul • Catat gangguan tersebut dalam buku laporan gangguan 3. WESEL TIDAK DAPAT DIBALIK • Periksa apakah diwesel ada benda yang menghambat pergerakan wesel • Bersihkan lidah wesel dari benda yang dapat menghambat pergerakan wesel • Lumasi wesel supaya mudah digerakan • Bantu pergerakan wesel • Apabila masih tidak bisa,untuk membalik wesel menggunakan engkol wesel • Engkol wesel sesuai arah yang diinginkan dan pasang tongklem • Untuk pelayanan kereta api dengan bentuk MS • Kabarkan ke PK/OC dan stasiun sebelah • Segera hubungi petugas sinyal • Catat gangguan tersebut dalam buku laporan gangguan 4. RUTE TIDAK DAPAT DIBENTUK • Periksa apakah ada rute lainyang berlawanan atau bersinggungan dengan rute yang akan kita bentuk • Hapus tombol tombol rute, jikalau ada pergerakan pencatat pembebas rute maka tunggu sampai proses selesai baru kita bentuk rute yang kita inginkan • Apabila tetap tidak bisa membentuk rute maka ka masuk/berangkat menggunakan bentuk MS • Apabila ka masuk/berangkat dengan bentuk MS maka yakinkan kedudukan wesel sudah sesuai dengan sepur yang dikehendaki dan tongklem wesel tersebut harus sudah terpasang • Kabarkan ke PK/OC dan setasiun sebelah bahwa ka berangkat menggunakan bentuk MS • Segera hubungi petugas sinyal mengenai gangguan tersebut • Catat dalam buku laporan gangguan • Dan catat dalam buku warta KA bahwa KA tersebut masuk/berangkat dengan bentuk MS 5. PETAK BLOK ATAU TRACK CIRCUIT MERAH • Yakinkan bahwa merah bukan karena ada bakal pelanting • Apabila telah yakin bahwa tidak ada bakal pelanting maka KA masuk berangkat menggunakan sinyal darurat • Segera hubungi petugas sinyal mengenai gangguan tersebut • Kabarkan ke PK/OC • Catat gangguan tersebut dalam buku laporan gangguan 6. MEJA PELAYANAN PADAM • Kabarkan kepada PK/OC, setasiun kanan kiri,dan petugas sinyal bahwa meja pelayanan padam mulai jam.... • Catat dalam buku warta ka dan dalam buku laporan gangguan • Periksa kedudukan wesel wesel • Posisikan wesel ke arah sepur lurus dan tongklem wesel wesel tersebut • Untuk KA masuk dan berangkat menggunakan bentuk MS • Tolak perintah persilangan dan penyusulan • Sebelum memberangkatkan KA selalu mengabarkan ke PK/OC dan setasiun sebelah bahwa KA berangkat dengan bentuk MS 7. GANGGUAN PESAWAT TELEKOMUNIKASI • Cari alat komunikasi lain • Komunikasi bisa menggunakan TOKA,na 100,ht,hp • Apabila tetap tidak bisa berangkatkan KA dengan bentuk berjalan hati hati dengan diberi keterangan hubungan telekomunikasi terganggu • Pelayanan KA sesuai dengan GAPEKA • Kabarkan ke petugas sinyal semampu kita • Catat dalam buku laporan gangguan • Catat dalam buku warta KA 8. GANGGUAN TELEKOMUNIKASI DAN MEJA PELAYANAN PADAM • Penanganan poin 6 dan 7 digabungkan • Tetap tenang dan konsentrasi Untuk masalah layout postingan biar enak dibaca, Om Momod barangkali mau merubah. Terima Kasih
RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Bangunkarta - 15-04-2012 ada info standar operasional pelayanan boz?? misal di eksekutif... suhu disetel berapa untuk siang ato malem, terus jok kursi berfungsi optimal, kondisi bantal dan selimut, serta bagaimana prosedur apabila KA mengalami keterlambatan lebih dari 1 jam, atau bahkan 3 jam ??? Thanx,
RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Gege - 16-04-2012 (15-04-2012, 10:12 AM)Bangunkarta Wrote: ada info standar operasional pelayanan boz?? Tjoba ke MARIH kang RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - eri4nto - 16-04-2012 waktu lebaran tahun 2010 yang lalu, KA 3 ABA yang saya naiki berhenti di st duduk sampean karena terjadi kerusakan pada genset yang ada di gerbong pembangkit. karena kelamaan, ada salah satu penumpang yang mendatangi ruang PPKA. sambil teriak, penumpang tsb (mengaku sebagai mantan orang dalam PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) minta agar perjalanan dibatalkan (rangkaian ditarik lagi ke SBI) dan penumpang dipindahkan ke trip KA 1 esok harinya. alasannya adalah tidak ada kepastian bagi nasib penumpang karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sama sekali tidak punya SOP penanganan dalam hal terjadi kerusakan pada rangkaian KA di tengah perjalanan. setiap kejadian selalu ditangani sendiri-sendiri (per case) dan tidak ada standarisasi. nah pertanyaan saya, benarkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak punya SOP tersebut? thanks. RE: Standar Prosedur Operasional Perkeretaapian - Warteg - 16-04-2012 Berhubung saya tidak punya materi lengkapnya maka ijin nyimak punya Ditjen Perkeretaapian ![]() ![]()
"Sumber Berita"
Download Standar Pelayanan Minimum Kereta Api http://perkeretaapian.dephub.go.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=18&Itemid=77 Standar Pelayanan Minimal di Stasiun KA Berdasarkan Lampiran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2011 http://perkeretaapian.dephub.go.id/images/stories/spm_stasiun.pdf Standar Pelayanan Minimal di Perjalanan KA Berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2011 http://perkeretaapian.dephub.go.id/images/stories/spm_perjalanan.pdf |