11-01-2010, 06:45 PM
(This post was last modified: 11-01-2010, 10:19 PM by Adi Sutjipto.)
Seingat saya, suara berupa gelombang yang merambatnya tegak lurus, kalau tidak lupa pelajaran dari Bu Guru dulu, ini yang sekarang masih jadi Argomurid/Argosiswa nih yang harusnya lebih ingat dan segar, untuk membantu menjawab, yang tua-tua sudah pada lupa.....
Makanya, bila kita didalam Lok 201, posisi "terompet" diatas kita, membunyikan Semboyan 35 dengan jumlah/ kekuatan suara yang sama dibanding dengan 203 [dengan pintu masuk posisi dibelakang kemudi], pasti suara yang terdengan lebih keras, karena posisi "terompet" nya ada dibelakang kita [atas].
Mungkin untuk jarak tertentu [posisi kita didepan terompet], suara akan lebih terdengar keras lagi, seandainya mendapat tambahan gema akibat adanya resonansi/ getaran disekitarnya.

Makanya, bila kita didalam Lok 201, posisi "terompet" diatas kita, membunyikan Semboyan 35 dengan jumlah/ kekuatan suara yang sama dibanding dengan 203 [dengan pintu masuk posisi dibelakang kemudi], pasti suara yang terdengan lebih keras, karena posisi "terompet" nya ada dibelakang kita [atas].
Mungkin untuk jarak tertentu [posisi kita didepan terompet], suara akan lebih terdengar keras lagi, seandainya mendapat tambahan gema akibat adanya resonansi/ getaran disekitarnya.


![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)

-nya lok CC 201/203 jelas terdengar hingga jarak +/- 4 km (dari sta. BKS ke gang Bambu Runcing), sedangkan suara klakson ![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)
