09-01-2012, 01:51 PM
(This post was last modified: 09-01-2012, 01:53 PM by Billy Dancing.)
(07-04-2010, 10:06 PM)iki.limahiji Wrote: keputusan yang tepat, gimana mau maju teknologi perkeretaapian indonesia kalo terus impor krl
moga aja kapasitas produksi PT INKA dapat mengimbangi kebutuhan armada krl di masa mendatang
Sebenarnya, dari pemerintah dan PT KCJ sendiri itu juga menginginkan membeli KRL dari INKA.
Tapi, harganya terlalu mahal. Untuk 1 KRL (bukan 1 set) saja kena harga 10 Milyar sedangkan KRL yang utuh itu 1 set ada 10 KRL. Jadi kalau beli satu set jadi 100M.
Beda lagi dengan impor dari Jepang, 1 KRL (bukan 1 set) cuma 1 Milyar aja. Jadi kalau beli 1 set cuma kena 10 Milyar. Dari pada membuang-buang uang banyak yang hanya dapet KRL sedikit jika beli di INKA, pemerintah dan PT KCJ beranggapan lebih baik impor saja.
Andai saja seperti ini =
PT KCJ punya uang 1 Trilyun = 1000 Milyar.
Jika beli di INKA, hanya akan dapat 10 set KRL.
Jika impor, akan dapet 100 set KRL.
Dengan perhitungan seperti itu, sangat jelas kalau PT KCJ ingin semua penumpang terangkut dengan memperbanyak armada. Jadi, jika armada sudah mencukupi, mungkin saja PT KCJ akan beli di INKA.
Tapi....
Sampai sekarang saja, armada KRL masih sangat kurang dari jumlah penumpang yang katanya bisa sampai 400rb pnp setiap hari. Jadi, fasilitas tidak sebanding dengan kebutuhan.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(07-04-2010, 10:06 PM)iki.limahiji Wrote: keputusan yang tepat, gimana mau maju teknologi perkeretaapian indonesia kalo terus impor krl
moga aja kapasitas produksi PT INKA dapat mengimbangi kebutuhan armada krl di masa mendatang


