Posts: 392
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
32
(25-12-2011, 09:42 PM)Adi Sutjipto Wrote: (25-12-2011, 11:54 AM)CC 203 Wrote: Kalo jalan LH pada malam hari masinisnya gak kedinginan karena kena hawa panas dari mesin didepannya...
Kalau boleh milih sih,
jalan malam dengan LH sangat kurang nyaman.
Tapi,
dengan LH, jika ada PLH,
jauh lebih aman untuk keselamatna awak kabin,
karena secara tidak langsung,
berfungsi sebagai aling-aling,
dapat meredam jika terjadi tumburan.

Maaf klo OOT
Tapi Pak Adi saat PLH di Stasiun Kapas awal 2009 antara KA Rajawali vs KA Antaboga, Posisi Loko LH pada KA Antaboga malah jadi malapetaka karena Kontainer yg ada di Belakang Lokomotif terlempar ke depan dan menumbur kabin masinis
Priangan Ekspress Too young to die
Posts: 392
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
32
(26-12-2011, 12:44 AM)Adi Sutjipto Wrote: (25-12-2011, 10:53 PM)donny_cc20454 Wrote: Maaf klo OOT
Tapi Pak Adi saat PLH di Stasiun Kapas awal 2009 antara KA Rajawali vs KA Antaboga, Posisi Loko LH pada KA Antaboga malah jadi malapetaka karena Kontainer yg ada di Belakang Lokomotif terlempar ke depan dan menumbur kabin masinis 
Ya semua kan ada batas maksimalnya,
secara teoritis memang lebih aman.
Tapi jangan lupa,
semakin cepat, dengan beban yang semakin berat,
tabrakan adu kepala atau dari belakang [ IMODOS ],
pada jalan lurus atau tikungan,
tentunya secara perhitungan, juga pasti berubah.
Pada kasus ditubruk dari belakangpun, jika salah satu berhenti atau berjalan searah,
hasilnya juga beda.
Jika berandai andai sederhana,
lebih aman buat awak kabin yang mana,
umpama Loko dengan kec 50 km/ jam menabrak (â—£_â—¢)┌∩â”
posisi persis dari muka,
LH atau SH ?
Minim jika LH,
jauh dari pecahan kaca entah dari (â—£_â—¢)┌∩â”
atau milik Loko sendiri bukan ?

Klo kasusnya seperti itu saya setuju dengan anda Pak Adi
Priangan Ekspress Too young to die