Cerita dibalik sejarah sang mpuSiapa yang nggak kenal dengan Progo,...
Menyebut nama sebuah sungai di wilayah kabupaten Kulon Progo ini sebenarnya tertuju pada nama sebuah rangkaian kereta kelas ekonomi dengan rute Jakarta - Yogyakarta.
Dulu rangkaian ini bernama senja ekonomi, lalu entah karena apa berubah nama menjadi Mpu Jaya, yang setelah saya teliti dengan seksama ternyata lantaran stasiun tujuan akhirnya yang berubah ke Lempuyangan, Yogyakarta.
Sejarah mencatat beberapa kali kereta mpu jaya ini mengalami kecelakaan.
Diantaranya yang terhebat adalah peristiwa tertabraknya rangkaian cirebon ekspress yang tengah langsir persiapan ke Jakarta dari arah belakang oleh KA Mpu jaya pada dini hari. Kuat dugaan kecelakaan ini diakibatkan masinis KA Mpu Jaya yang lalai karena tertidur, tidak mengindahkan aspek sinyal merah menjelang masuk stasiun Cirebon Prujakan.
Sejak saat itu, nama Mpu jaya seolah dianggap membawa nasib kurang baik. Mungkin menurut pandangan petinggi Perumka waktu itu, nama Mpu terkait dengan nasib sial Mpu gandring yang sia sia setelah dibunuh oleh ken arok, dalam sejarah majapahit.
Lalu difikirkanlah nama yang lebih " aman " dan sesuai untuk menggantikan nama " sial " tersebut. Jadilah Progo sebagai penggantinya.
Sejak saat itu saampai sekarang, kereta api Progo tidak pernah lagi mengalami kecelakaan. Alhamdulillah.
Terlepas dari persoalan buruknya manajemen kereta api pada waktu itu, yang jelas ada satu kesimpulan :
Ternyata "nama adalah bagian dari Doa".
Oleh karena itu berilah nama orang orang yang sederek sayangi, atau segala sesuatu yang jenengan gandrungi dengan nama yang indah.






