Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tanya Kode rangkaian KRL ex Jepang....
#1
KRL ex jepang kenapa penomoran keretanya tidak standar spt yg sudah digunakan ???
cause tadi di lintasan LA ( Lenteng Agung) liat KRL seri 6000, tapi kode tiap2 kereta spt ini : 6121,6090, 6127.
apa krn ex jepang jadi tidak menggunakan kode spt ini KL3 97xxx
KL= Kereta Listrik
3 = Kelas kereta
97 = thn pembuatan
X = kode bogie
XX= no urut kereta
Bingung

Reply
#2
yang ada di bodi krl ac eks jepang kayaknya nomer urut gerbong tersebut deh di jepangnya...
lagian kreta ac mau dijadiin KL berapa?taun pembuatannya juga udah tua..
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection
Reply
#3
mungkin karenaspekna sngat2 beda....

jadi gak dilanjutin lagi.....
Reply
#4
Jadi begini,
kalau KRL AC ex-Jepang itu, kodenya dirubah jadi KLx-xxxxx, akan jadi susah dihafal rangkaiannya, lagipula kelasnya kan kadang jadi eksekutif (ekspres) dan ekonomi. gak tetap.
kalo sekarang sebut 8504, railfans yang hafal pasti langsung menjabarkan bahwa itu adalah KRL Tokyu 8500 bergaris kuning tua-muda yang jadi Bekasi Ekspres.
tapi coba kalau diganti jadi KL1-06201, pasti bingung dan susah nyebutnya, dan dihafal nya pasti lama.
dah gitu orang PT.KCJ sendiri bingung nyebut KLx-xxxxx di KRL AC.
KCJ jadi lebih enak, tinggal sebut aja kode rangkaiannya, contoh: 6121, 8510, 8039, 5009, dsb. dan lebih mudah dihafalnya
Lha wong non AC aja gak pernah disebut kode rangkaiannya, pasti nyebutnya kalo ga HOLEC, HITACHI, atau RHEOSTATIK, karena kode dan rangkaiannya susah dihafal.
lagipula corak garisnya susah dibedakan, karena hampir semua non-AC garisnya mirip.
Berat rasanya meninggalkan pekerjaan dibalik kabin yang baru kujalani 5 bulan ini...
tapi, aku harus meninggalkannya...
Reply
#5
(10-01-2009, 12:07 PM)eling Wrote: KRL ex jepang kenapa penomoran keretanya tidak standar spt yg sudah digunakan ???
cause tadi di lintasan LA ( Lenteng Agung) liat KRL seri 6000, tapi kode tiap2 kereta spt ini : 6121,6090, 6127.
apa krn ex jepang jadi tidak menggunakan kode spt ini KL3 97xxx
KL= Kereta Listrik
3 = Kelas kereta
97 = thn pembuatan
X = kode bogie
XX= no urut kereta
Bingung

KRL jepang tidak dimiliki oleh satu operator saja. TMG seri 1000 bisa beda jauh dengan Tokyu seri 1000.

Bahkan JR East 207, jauh sekali bedanya dengan JR West 207.

Sehingga, tidaklah masuk akal bila semua menggunakan penomoran seperti layaknya KRL di Indonesia.

Umumnya penomoran KRL menggunakan batch xxxx, tergantung dari perusahaan mana.

Misal Tokyu 8507F, 85 adalah bagian dari seri 8500, dan 07 berarti batch 07.

Dari nomor batch ini, bisa diketahui beda kelengkapan antar-batch (seperti 8507 yang belum memiliki kontrol semi-elektronik, sedangkan sejak batch 8516 sudah tersedia kontrol semi-elektronik. Dan di batch 8536, sudah ada display di atas pintu layaknya KRLI (di dalam)).

Untuk KRL dari JR, misalnya JR 103, menggunakan batch xxx-yyyy

Misalnya JR 103-815, ini masuk dalam batch seri 0 (nomor y di bawah nomor 1000) berarti generasi pertama.
Batch 3xxx umumnya kalau tidak rekondisi, sudah dilakukan beberapa upgrade (seperti penambahan WC di dalam gerbong).
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#6
Sdr. Shin Muhammad,
memang betul, itu juga salah satu faktornya.
untuk Tokyu 8500 yang memiliki sistem kontrol semi-elektronik dimulai dari 8513, bukan 8516.
jadi 8513 kita disini sistem kontrolnya sudah semi-elektronik.
sedangkan 8516 adalah Tokyu 8500 pertama yang berdisplay Full Color LED, dan bisa berubah-ubah dari huruf kanji ke latin, dan sebaliknya.
selain 8516, 8534, 8535, dan 8536 juga Full Color LED.
untuk Tokyu 8500 dengan display analog
hanya 8506, 8507, dan 8510.
selebihnya 3 Color LED.
untuk display di atas pintu, dimulai dari 8538 sampai 8541.
maaf oot kebanyakan.
Berat rasanya meninggalkan pekerjaan dibalik kabin yang baru kujalani 5 bulan ini...
tapi, aku harus meninggalkannya...
Reply
#7
Sebenarnya kode Jepang itu dibagi dua. Rangkaian kokutetsu (perusahaan negeri atau JR), mendekati cara penomoran di Indonesia. Polanya : Tipe gerbong - seri gerbong - batch dan keterangan gerbong.

Misal : Kumoha 201-1097. Artinya : Ku= Kabin masinis, mo= motor car, ha= mengangkut penumpang. 201= seri 201. 1097 = batch nomor 97 dan merupakan generasi kedua pembuatan pabriknya (karena angka dalam ribuan).

Kedua, sistem penomoran shitetsu (perusahaan-perusahaan swasta), sebagian besar menggunakan nomor saja. Misal di KRL Tokyu, 8518. Artinya : KRL seri 8500 batch nomor 18. Biasanya dibolehkan penomoran di angka ratusan sampai 3 digit. Misal, di Tokyu seri 8520 itu ada juga gerbong 8620, 8720, 8820, dan 8920. Mereka juag punya ciri khusus untuk kepala (kabin)
Tokyu 8500 : 85xx dan 86xx (xx di kabin depan dengan kabin belakang harus sama)
Tokyu 8000 : misal 8003, maka kabin satunya lagi nomornya 8004 (angka setelahnya)
Tokyo Metro 5000 : 50xx dan 58xx (xx di kabin depan dan di kabin belakang harus sama)
Toyo Rapid 1000 : misal 1090, maka kabin satunya lagi nomornya 1091 (angka setelahnya)
Toei 6000 : misal 6171, maka kabin satunya lagi 6178 (dari formasi aslinya, yaitu 8 gerbong)
Download konten BVE Indonesia di
http://gm-marka.web.id

Balai Yasa BVE GM-MarKA
Migrasi ke website baru...

[Image: 8807060_orig.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)