Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kemunduran KA di Pulau Jawa, Awal Kebangkitan Nusantara?
#1
Exclamation 
Quote:-Besuk yen wis ono:
Nanti kalau sudah ada
- kreto tanpo jaran
kereta tanpa kuda
- Tanah Jowo kalungan wesi
Tanah Jawa berkalung besi
- Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang
Kapal berjalan diatas awan
- Kali ilang kedhunge
Sungai hilang airnya
- Pasar ilang kumandhange
Pasar hilang suara bisingnya
Iku tando yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak
Itu tanda kalau datangnya zaman Jayabaya uda dekat

menurut tafsiran, 'kalung wesi' dan 'kereta tanpa jaran' itu berarti kereta rel yg beroperasi mulai jaman belanda. ramalan jayabaya tadi menyatakan bahwa kehadiran kereta api (bersama pesawat dan kapal) merupakan pertanda zaman Jayabaya, jaman kekacauan.

saat ini, mulai tahun 1960an, belenggu kalung besi di Jawa sudah mulai berkurang, ditandai dengan penutupan jalur-jalur cabang oleh PJKA. mari kita renungkan, apakah ini berarti bahwa zaman Jayabaya telah berlalu, dan akan hadir kedamaian di bumi Nusantara ini....

barangkali ini adalah jalan terbaik. dengan sedikit demi sedikit melepas belenggu kalung besi di tanah Jawa ini, zaman Jayabaya bisa segera diakhiri. kita semua bisa hidup bahagia di Nusantara yang gemah ripah loh jinawi. demi kesejahteraan, memang selalu harus ada pengorbanan...
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#2
pertanda jaman kekacauan bkn berarti penyebab terjadinya kekacauan
jd gak harus dihilangkan Mikir Dulu
Reply
#3
^
tapi mas, alam pikiran orang jawa lain... dalam filosofi jawa, 'penanda' terkait erat dengan 'sebab'
contohnya: perempuan kalau suka makan di pintu tandanya akan susah jodoh, karena itu biar gampang jodoh tidak boleh makan di pintu.
orang jawa memandang segala fenomena secara holistik. dalam alam pikiran mereka, semua yang terjadi di jagad raya ini saling terkait erat. karena itu sering kali orang jawa menghindari banyak hal yang dianggap orang sebagai sesuatu yg aman karena dalam keyakinan mereka bisa mendatangkan hal2 buruk
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#4
Yang tampak nyata yang jadi kelakuan orang Jawa dan kacau buktinya :
1. Berebut rejeki meski cuma setandan pisang aja maka akan ada kemakmuran. Tapi yg ada malah byk pr lansia keinjek2 bahkan sampai tewas.
Begitu pun di KA. Makin cepat masuk ke dalem KA, meski yg di dalem juga pada mau turun dr KA stl perjalanan jauh mrk, tapi yg mau masuk itu pun merasa akan mendapat rejeki yg lebih. Saling adu jotos, adu mulut, adu kekuatan pun terjadi antara yg naik dan yang turun di KA.
2. Mungkin kalau dalam filosofi Cina punya 5 unsur, yaitu air, api, udara, tanah dan 1 lagi aku lupakan... Mungkin dalam pemahaman Jawa pun juga demikian... 1x lagi mungkin lho...
Maka di KA pun yang terbiasa dekat jendela, bahkan bergelantungan di lokomotif dan naik di atap pun akan mendapatkan keberuntungan. Yang pasti gak sesak di dalemnya...
3. Tradisi sesajian pun selalu jadi ritual yang dijalanin dalam kehidupan. Terlebih di pegunungan yang pasti punya juru kuncinya masing2.
Di KA... salah satunya ada pada terowongan Lampegan. Konon kalau tidak menglaksonin lok bbrp kali (berdasarkan kesaksian bbrp teman dr milis) maka akan mendatangkan malapetaka. Malahan konon Belanda segan membuat jalur terusan karena di sebuah kawasan dianggap angker.

Masih banyak lagi tentunya... Tapi apa dari ke-3 yang aku ketik di atas ini bagian dari kemunduran dari segi perkereta apian? Secara kasat mata kita sendiri masih mempercayai hal - hal yang seperti itu? Kita berbicara juga untuk keseluruhan yah... bukan cuma Nusantara, meski KA cakupannya cuma di Jawa dan Sumatera yah...

Reply
#5
gak ngerti ini.. masa perkembangan kereta(alat Transportasi) dikaitkan sama kehancuran.. pikirian gak rasional.. masih ada yah di tahun 2011 yang percaya beginian.. hmm
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#6
kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami kemunduran atau bahkan sampai di tutup menurut saya malah akan membuat transportasi di P. Jawa jadi tambah ruwet,,,
bayangkan kemacetan di jalan raya karena tidak ada kereta api
Bingung

MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU


SETELAH ISTIRAHAT PANJANG
Senang
Reply
#7
Kalau di pulau jawa gak ada KA, bakalan tambah ruwet, jalanan2 macet, biaya operasional kendaraan bertambah, apalagi sekarang bbm sudah tambah mahal, masa iya Nusantara jadi lebh baik
Reply
#8
mungkin mas perlu baca bukunya Bpk. Akhmad Sujadi yang berjudul "KEBANGKITAN SI ULAR BESI".
Beliau adalah staf madya direktorat komersial PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang juga mantan kepala humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) daop 1.

MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU


SETELAH ISTIRAHAT PANJANG
Senang
Reply
#9
namanya ramalan, bisa benar, bisa tidak.
boleh percaya, boleh tidak.
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply
#10
Buat saya sih ramalanya benar, tapi jangan disalah artikan, karena menurut saya yg disebutkan itu sebagai pertanda, bukan penyebab... Jika munculnya kereta api adalah PERTANDA jaman yg kacau sudah dimulai, apakah kereta apinya yg jadi PENYEBAB kekacauan? tentu tidak... Jadi kekacauan tidak akan hilang hanya dengan rel dan kereta api dihilangkan..
Apa kalau jam menunjukan pukul 18.00 dan matahari sudah tenggelam, lalu dengan menghancurkan atau memutar jam menjadi pukul 6 maka matahari akan terbit lagi? Tentu tidak.. Jadi ramalan itu benar, namun sebagai pertanda, bukan penyebab. Yg jadi sebab adalah manusianya yg kebanyakan ingin menang sendiri, dan tak saling peduli.. Pasti kacau.Bye Bye
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)