Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Krakatau, Kediri—Merak PP
(03-01-2016, 02:46 PM)roysatyanusa Wrote: Setelah sekian lama vakum akhirnya bisa juga mengakses situs kesayangan ini. Terima kasih untuk pihak-pihak yang telah mengusahakan dan membantu perbaikan situs ini ya Tersenyuum

Saya mau cerita pengalaman saya waktu naik KA Krakatau
Sebenernya sih naik KA-nya udah lama, pas Agustus 2015. Namun, baru bisa cerita sekarang karena ya websitenya baru bener sekarang hehe...
Oh ya, saya ga masukin ke forum Laporan Perjalanan karena ga banyak foto. Saya tipe RF yang kalo udah di dalem KA itu bakal menikmati perjalanan KA sambil melihat pemandangan sepanjang jalur KA.

Langsung aja ya

Seusai libur di Pangandaran dan Yogyakarta pada Agustus 2015 lalu, seperti biasa saya memutuskan untuk kembali lagi ke Tangerang dengan menggunakan KA. Namun, kali ini saya memang belum membeli tiket untuk pulang. Biasanya, saya membelinya saat di stasiun. Pas sampe di stasiun Tugu YK, saya langsung menuju ke tempat reservasi tiket dan begitu masuk.... Busettttt..... rame orang bahkan ada yang lesehan dan ya semuanya sudah pada antre. Saya pun langsung mengambil form pemesanan tiket.

Awalnya sih saya bingung, enakan pulangnya naik KA apa ya? Saat itu pilihan saya antara KA Senja Utama YK, KA Krakatau, atau naik KA Malabar ke Bandung lalu menyambung KA Argo Parahyangan hingga Jakarta. Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk memilih KA Krakatau sebagai transportasi untuk pulang. Mengapa demikian? Karena saya berpikiran naik Senja Utama YK saat itu tinggal sisa yang harganya mahal dan saya ga bisa banyak lihat pemandangan. Naik Malabar sambung GoPar juga mahal juga dihitung2x. Ya emang sih bisa liat pemandangan daerah Jawa Barat pas pagi2x-nya....cumaaaa ya mahal. Mending naik Dwipangga sekalian langsung sampe. Kalo naik Krakatau walaupun lama, tapi bisa lihat pemandangan lalu keretanya udah pasti nyaman karena baru dan sampe di Jakarta malem. Sampe rumah bisa langsung istirahat dan tidur deh. Ga perlu tidur di kereta. Saat itu tiket KA Krakatau tinggal yang subkelas A seharga Rp270.000,00 walaupun beda tipis sama kelas bisnis tapi ya karena saya belum pernah naik KA Ekonomi AC yang biru itu ya saya pilih aja. Sekalian pengalaman.

Kemudian, tiba pas hari H yaitu Minggu. 16 Agustus 2015. Saya pun diantar oleh sepupu saya dari rumahnya di kawasan Condongcatur, Sleman menuju ke Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta menggunakan motor. Tak perlu waktu lama, hanya sekitar 15 menitan pun saya tiba di stasiun. Saat itu jam masih menunjukkan pukul 11.45 WIB. Masih cukup lama memang, tapi tak apa lah daripada mepet. Di stasiun juga suasananya sudah ramai oleh calon penumpang apalagi saat itu hitungannya Long Weekend Libur HUT RI ke-70. Untungnya di depan stasiun cukup banyak pohon rindang dan angin juga berembus sepoi2x sehingga mampu menghadirkan kesejukan di tengah teriknya matahari yang menyinari Jogja saat itu.

Selama menunggu, saya ditemani oleh teman saya yang saya kenal dari jaman SD yang kuliah di UKDW, Jogja. Lumayan juga setelah lama tidak bertemu akhirnya bisa mengobrol sebentar sampai kereta saya datang. Awalnya, saya cukup waswas saat mendengar pengalamannya naik KA Krakatau dari Jakarta ke Jogja. "Lu naik Krakatau? Kan keretanya telat gitu. Waktu itu gue naik dari Jakarta ke Jogja telat sampe satu jam lebih", ujarnya. Saya pun takut kalo misalnya keretanya telat apalagi Krakatau yang saya naiki itu memang lama waktu tempuhnya, tetapi saya berusaha menepisnya dengan mengatakan,"Oh ya? Masa sih? Lo lagi apes aja kali. Gue selama ini selalu ontime kok naik Kereta ekonomi. Semoga aja ga telat ya"

Kemudian, tepat pukul 12.28 KA Krakatau pun masuk dan berhenti di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dengan ditarik oleh lokomotif CC 201 XX XX (ga terlalu notice). Lumayan juga penumpang yang naik dari Jogja. Saya pikir suasana kereta tidak ramai, ternyata begitu masuk ramai juga. Sudah hampir penuh oleh penumpang yang mungkin naik dari Jawa Timur. Saya takjub dengan interior dan suasana kereta yang nyaman. AC-nya juga sejuk. Tempat duduk pun tidak sekeras yang dibayangkan. Lalu, jarak antarkursi juga pas. Toilet pun bersih, wangi, dan pakai toilet duduk. Saya mendapatkan posisi tempat duduk di kereta 4 (K3-4) dengan kursi nomor 11 C. Walaupun tidak berada di sisi jendela, tetapi saya suka karena lokasi keretanya berada di tengah rangkaian dan bersebelahan dengan kereta makan. Tidak sia-sia bayar mahal rasanya. Apalagi sepanjang perjalanan cuaca cerah sehingga pemandangan masih bisa terlihat dengan jelas.

Sebelum berangkat, saya menyempatkan diri untuk memotret rangkaian KA Krakatau dari depan. Saya pun sempat berbincang dengan assisten masinis dari KA Krakatau. Beliau mengatakan bahwa Ia berdinas membawa rangkaian KA ini dari Madiun hingga Kutoarjo. Saya pikir di LPN ada pergantian masinis dan assistennya, ternyata salah. Kemudian setelah itu saya kembali masuk ke dalam kereta dan tepat pada waktunya pukul 12.43 WIB KA 165 Krakatau diberangkatkan dari Stasiun Besar Kereta Api Lempuyangan. See u Jogja Tersenyuum

Sepanjang perjalanan, KA Krakatau berhenti di cukup banyak stasiun. Yang pertama adalah di Wates dan di sini KA Krakatau sepertinya sempat mengalami sedikit masalah saat akan berangkat karena sudah diberikan S 40 dan S 41 serta membunyikan S 35, tetapi malah tidak kunjung berangkat. Untungnya tidak berlangsung lama dan langsung segera berangkat lagi sambil membunyikan ulang S 35.

Antara WT-KTA, KA Krakatau berpapasan dengan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan menjelang KTA juga berpapasan dengan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK yang seharusnya bertemu di Stasiun Kutoarjo. Dan pada pukul 13.43 WIB KA Krakatau pun merapat di Stasiun Besar Kereta Api Kutoarjo. Cukup lama KA Krakatau berhenti di sini karena harus menunggu kedatangan alias bersilang dengan KA 164 Gajah Wong PSE-LPN. Ada penumpang juga yang naik di Stasiun Kutoarjo, walaupun hanya sedikit. Di sini juga ada pergantian masinis dan asisten masinis KA Krakatau.

Lalu, tepat pukul 13.52 WIB pun KA Krakatau kemnbali diberangkatkan dari KTA. Nah... mulai di sinilah KA Krakatau banyak berhenti untuk mengalah bersilang dengan KA-KA Komersial Utama dari Jakarta dan Bandung. Ibaratnya, inilah petak "Neraka"-nya KA Krakatau rute KD-MER. Berikut ini beberapa catatan mengenai persilangannya:
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya si Lodaya abis ketahan sinyal karena jalannya ga kenceng)
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya sama kayak Lodaya, si Dwipangga jalannya juga ga kenceng kayak abis ketahan sinyal)
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis (BD-SGU) (di sini Argo Wilis lumayan kenceng jalannya dan juga S 35-nya. Oh ya, di sini saya tengah makan siang dengan Nasi Rames di Restorasi alias MP3-nya Krakatau. Nasi Ramesnya enak dan sepertinya pegawai restorasi Krakatau bukan dari PT Reska Multi Usaha karena tidak ada lambang reska gitu)
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK (berhentinya lama di sini karena silang double dua kereta komersial. Di sini, dua2x-nya kenceng banget baik kecepetannya maupun S 35-nya sampe bikin orang2x di dalem kereta kaget gitu. Apalagi pake Loko CC 206 yang S 35-nya nyaring banget)
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim (Sebenernya, yang masuk duluan adl KA Semen Holcim cuma mengapa lama? Karena ternyata KA Krakatau nyampe GB itu kecepetan DELAPAN menit. Harusnya masuk pukul 15.17. Dikirain mau silang apa gitu kereta tambahan eh taunya ga ada karena cuma nunggu waktu. Mantep banget setelah disilang abis2x-an eh malah kecepetan)

Selepas Gombong, KA Krakatau pun akhirnya tidak perlu bersilang atau berhenti di stasiun2x kecil lagi karena ia baru akan bertemu KA penumpang lagi di PWT. Seperti yg kita tahu, PWT sampe PSE sudah double track artinya ya bakal lancar lah perjalanannya itu. Sepanjang perjalanan, berasa raja karena ga ada silangan dan melewati salah satu jalur tereksotis di Jawa yaitu GB-KYA-PWT. Seneng banget bisa liat Terowongan Ijo, Persawahan Randegan, Terowongan Kebasen, Bendung Gerak Serayu, Jembatan Sungai Serayu yang airnya jernih diterpa cahaya mentari sore, Terowongan Notog, dan Jembatan Sungai Logawa. Jalur ini memang favorit saya kalo naik KA. Jarak pendek, waktunya sebentar, tetapi yang dilihat banyak. Penumpang sendiri juga banyak yang takjub dan mengabadikan pemandangan tersebut.

Menjelang masuk PWT, KA Krakatau sempat tertahan sinyal karena memang sepertinya Stasiun Purwokerto sedang ramai dan banyak KA. Apalagi di depan Krakatau kan ada KA Purwojaya. Mungkin saja menunggu Purwojaya berangkat PWT dulu baru masuk. Dan pukul 16.14 pun masuk di jalur 1 Stasiun Besar Kereta Api Purwokerto. Benar saja, saat itu jalur dan suasana Stasiun PWT sedang ramai. Bayangkan saja, di jalur 3 dan 2 ada KA GBMS PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE yang menunggu diberangkatkan. Belum lagi ada KA Kamandaka juga sepertinya. Pantas saja tertahan sinyal masuk, orang penuh begitu.

Sekitar 10 menit berhenti, KA Krakatau pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta. Untung saja jalur PWT hingga PSE sudah double track sehingga tidak ada lagi istilah menunggu bersilang di sini. Sempat berpapasan dengan beberapa KA spt KA Bengawan dan KA Jaka Tingkir PSE-PWS di petak PWT-BMA dan berpapasan dengan KA Krakatau MER-KD selepas percabangan Prupuk di petak PPK-SGG. Sungguh indah rasanya bisa menyaksikan panorama sore di jalur ini karena cerah dan suasana pegunungan dengan bukit, sungai, jurang, dan sawah yang asri. Apalagi jalur di sini juga masih tergolong kencang untuk wilayah pegunungan. Selepas Prupuk pun mennjadi semakin kencang karena jalurnya sudah datar dan ganda. Oh ya, sempet ada kejadian air di toilet kereta habis sehingga cukup menyusahkan penumpang yang hendak buang air kecil, cuci tangan, cuci muka, ataupun wudhu mengingat sudah hampir memasuki waktunya sholat Maghrib.

Tak perlu waktu lama, akhirnya KA Krakatau pun merapat di Stasiun Cirebon. Sudah masuk Jawa Barat dan semakin dekat dengan Jakarta. Di sini, ada momen unik yaitu pergantian lokomotif serta mengisi air untuk toilet kereta. Hal ini menjadi tontonan bagi penumpang yang tengah keluar dari dalam kereta untuk sekadar duduk, berfoto, membeli makan, merokok, ataupun meregangkan badan setelah perjalanan yang panjang. Lokomotif KA Krakatau yang tadinya ditarik oleh CC 201 pun diganti menjadi CC 203 dengan posisi shorthood. Unik juga ya, mungkin saking jauhnya rute KA Krakatau sehingga harus ada pergantian lokomotif. Karena hal ini pula, maka durasi waktu berhenti KA Krakatau menjadi sangat lama di Cirebon mencapai hampir 30 menit.

Seusai Cirebon, KA Krakatau pun kembali berhenti di beberapa stasiun seperti Jatibarang dan Haurgeulis. Sempat ada kehebohan di restorasi KA karena banyaknya penumpang yang hendak memesan makanan tetapi hanya tersisa PopMie. Akibatnya, mau tidak mau penumpang harus memesan popmie dan mengakibatkan antrean serta kerumunan yang ramai karena harus bergantian mengisi air untuk popmie. Apalagi ada penumpang yang sekali memesan langsung dua atau tiga hingga empat popmie. Saya sendiri baru dapet PopMie pas di Haurgeulis padahal pesennya pas sebelum masuk Jatibarang X_X Oh ya, di antara CN hingga CKP juga berpapasan dengan banyak KA cuma karena banyak dan gelap jadi ga tau itu KA apa aja.

Lalu, akhirnya KA Krakatau pun masuk wilayah DAOP I JAK dengan mengawali pemberhentiannya di Stasiun Cikampek. Kemudian, kembali  meningkatkan lajunya melewati Karawang, Cikarang, sampai akhirnya masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi. Cukup banyak penumpang yang turun di sini. Ada bapak2x dan keluarganya yang mesen tiket sampai Jatinegara, tetapi saya sarankan beliau utk turun di Bekasi karena selain beliau tinggal di Bekasi, KA Krakatau juga berhenti di Bekasi. Akhirnya beliau dan keluarganya pun turun di Bekasi.

Tak perlu waktu lama, KA Krakatau pun tiba serta berhenti di Jatinegara dan akhirnya sampai di Stasiun Besar Kereta Api Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat saya melihat jam ternyata KA Krakatau tiba di PSE kecepetan 3 menit. Seharusnya ia datang pukul 21.53, tetapi sudah tiba pukul 21.50. Mantap sekali Krakatau. Walau banyak berhenti, tetapi ketepatan waktunya bagus banget. Omongan temen saya tidak terbukti. Ya mungkin saat itu dia sedang apes sehingga keretanya telat. Bersyukur sekali perjalanan yang melelahkan itu berlangsung aman, nyaman, dan bisa tiba dengan selamat. Salut untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Saya pun merekomendasikan KA Krakatau sebagai pilihan KA dari Jogja ke Jakarta karena memang terbukti bagus. Jangan takut lama karena banyak berhenti silangan. Kan katanya kalo RF demen lama2x di kereta apalagi kalo ada silangan. Lumayan juga tuh utk jadi momen buat diabadikan hehehe....


Berikut ini saya sampaikan LAPKA-nya
LPN (Lempuyangan ) 12.28-12.43
WT (Wates) 13.11-13.15
WT-WJ-KTA (Papasan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK)
KTA (Kutoarjo) 13.43-13.52 X KA 164 Gajah Wong PSE-LPN
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis BD-SGU
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim sekaligus tunggu waktu berangkat karena kecepetan dateng 8 menit
16.08-16.12 Tertahan sinyal masuk PWT
PWT (Purwokerto) 16.14-16.25 X KA 174 Gaya Baru Malam Selatan PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE
CN (Cirebon) 18.22-18.49 (Krakatau masuk, Tegal Bahari TG-GMR berangkat dan silang KA 78 Gumarang PSE-SBI)
JTB (Jatibarang) 19.17-19.20
HGL (Haurgeulis) 19.50-19.54
CKP (Cikampek) 20.33.-20.35
BKS (Bekasi) 21.19-21.22
JNG (Jatinegara) 21.41-21.43
PSE (Pasar Senen) 21.50 X KA 134 Senja Utama Solo PSE-SLO


Demikian laporan dari saya
Maaf kalau kepanjangan atau kurang jelas
Terima kasih

Saya juga terima kasih sama yg udah memperbaiki situs ni. Saya malah 9 bulan g bisa ngakses sama sekali Semboyan 35, :'(

November lalu saya sempet nyoba naik Krakatau pake tarip khusus LPN-MN yg cuman 50000, lumayan enak sepanjang jalan walau KAnya dateng telat... Moga2 kalo terbit GAPEKA baru keterlambatan Krakatau ke KD bisa diminimalisasikan. Kalo boleh tau penyebab KA ni yg ke KD telat itu gara2 apa, ya??
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(08-02-2016, 12:13 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(03-01-2016, 02:46 PM)roysatyanusa Wrote: Setelah sekian lama vakum akhirnya bisa juga mengakses situs kesayangan ini. Terima kasih untuk pihak-pihak yang telah mengusahakan dan membantu perbaikan situs ini ya Tersenyuum

Saya mau cerita pengalaman saya waktu naik KA Krakatau
Sebenernya sih naik KA-nya udah lama, pas Agustus 2015. Namun, baru bisa cerita sekarang karena ya websitenya baru bener sekarang hehe...
Oh ya, saya ga masukin ke forum Laporan Perjalanan karena ga banyak foto. Saya tipe RF yang kalo udah di dalem KA itu bakal menikmati perjalanan KA sambil melihat pemandangan sepanjang jalur KA.

Langsung aja ya

Seusai libur di Pangandaran dan Yogyakarta pada Agustus 2015 lalu, seperti biasa saya memutuskan untuk kembali lagi ke Tangerang dengan menggunakan KA. Namun, kali ini saya memang belum membeli tiket untuk pulang. Biasanya, saya membelinya saat di stasiun. Pas sampe di stasiun Tugu YK, saya langsung menuju ke tempat reservasi tiket dan begitu masuk.... Busettttt..... rame orang bahkan ada yang lesehan dan ya semuanya sudah pada antre. Saya pun langsung mengambil form pemesanan tiket.

Awalnya sih saya bingung, enakan pulangnya naik KA apa ya? Saat itu pilihan saya antara KA Senja Utama YK, KA Krakatau, atau naik KA Malabar ke Bandung lalu menyambung KA Argo Parahyangan hingga Jakarta. Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk memilih KA Krakatau sebagai transportasi untuk pulang. Mengapa demikian? Karena saya berpikiran naik Senja Utama YK saat itu tinggal sisa yang harganya mahal dan saya ga bisa banyak lihat pemandangan. Naik Malabar sambung GoPar juga mahal juga dihitung2x. Ya emang sih bisa liat pemandangan daerah Jawa Barat pas pagi2x-nya....cumaaaa ya mahal. Mending naik Dwipangga sekalian langsung sampe. Kalo naik Krakatau walaupun lama, tapi bisa lihat pemandangan lalu keretanya udah pasti nyaman karena baru dan sampe di Jakarta malem. Sampe rumah bisa langsung istirahat dan tidur deh. Ga perlu tidur di kereta. Saat itu tiket KA Krakatau tinggal yang subkelas A seharga Rp270.000,00 walaupun beda tipis sama kelas bisnis tapi ya karena saya belum pernah naik KA Ekonomi AC yang biru itu ya saya pilih aja. Sekalian pengalaman.

Kemudian, tiba pas hari H yaitu Minggu. 16 Agustus 2015. Saya pun diantar oleh sepupu saya dari rumahnya di kawasan Condongcatur, Sleman menuju ke Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta menggunakan motor. Tak perlu waktu lama, hanya sekitar 15 menitan pun saya tiba di stasiun. Saat itu jam masih menunjukkan pukul 11.45 WIB. Masih cukup lama memang, tapi tak apa lah daripada mepet. Di stasiun juga suasananya sudah ramai oleh calon penumpang apalagi saat itu hitungannya Long Weekend Libur HUT RI ke-70. Untungnya di depan stasiun cukup banyak pohon rindang dan angin juga berembus sepoi2x sehingga mampu menghadirkan kesejukan di tengah teriknya matahari yang menyinari Jogja saat itu.

Selama menunggu, saya ditemani oleh teman saya yang saya kenal dari jaman SD yang kuliah di UKDW, Jogja. Lumayan juga setelah lama tidak bertemu akhirnya bisa mengobrol sebentar sampai kereta saya datang. Awalnya, saya cukup waswas saat mendengar pengalamannya naik KA Krakatau dari Jakarta ke Jogja. "Lu naik Krakatau? Kan keretanya telat gitu. Waktu itu gue naik dari Jakarta ke Jogja telat sampe satu jam lebih", ujarnya. Saya pun takut kalo misalnya keretanya telat apalagi Krakatau yang saya naiki itu memang lama waktu tempuhnya, tetapi saya berusaha menepisnya dengan mengatakan,"Oh ya? Masa sih? Lo lagi apes aja kali. Gue selama ini selalu ontime kok naik Kereta ekonomi. Semoga aja ga telat ya"

Kemudian, tepat pukul 12.28 KA Krakatau pun masuk dan berhenti di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dengan ditarik oleh lokomotif CC 201 XX XX (ga terlalu notice). Lumayan juga penumpang yang naik dari Jogja. Saya pikir suasana kereta tidak ramai, ternyata begitu masuk ramai juga. Sudah hampir penuh oleh penumpang yang mungkin naik dari Jawa Timur. Saya takjub dengan interior dan suasana kereta yang nyaman. AC-nya juga sejuk. Tempat duduk pun tidak sekeras yang dibayangkan. Lalu, jarak antarkursi juga pas. Toilet pun bersih, wangi, dan pakai toilet duduk. Saya mendapatkan posisi tempat duduk di kereta 4 (K3-4) dengan kursi nomor 11 C. Walaupun tidak berada di sisi jendela, tetapi saya suka karena lokasi keretanya berada di tengah rangkaian dan bersebelahan dengan kereta makan. Tidak sia-sia bayar mahal rasanya. Apalagi sepanjang perjalanan cuaca cerah sehingga pemandangan masih bisa terlihat dengan jelas.

Sebelum berangkat, saya menyempatkan diri untuk memotret rangkaian KA Krakatau dari depan. Saya pun sempat berbincang dengan assisten masinis dari KA Krakatau. Beliau mengatakan bahwa Ia berdinas membawa rangkaian KA ini dari Madiun hingga Kutoarjo. Saya pikir di LPN ada pergantian masinis dan assistennya, ternyata salah. Kemudian setelah itu saya kembali masuk ke dalam kereta dan tepat pada waktunya pukul 12.43 WIB KA 165 Krakatau diberangkatkan dari Stasiun Besar Kereta Api Lempuyangan. See u Jogja Tersenyuum

Sepanjang perjalanan, KA Krakatau berhenti di cukup banyak stasiun. Yang pertama adalah di Wates dan di sini KA Krakatau sepertinya sempat mengalami sedikit masalah saat akan berangkat karena sudah diberikan S 40 dan S 41 serta membunyikan S 35, tetapi malah tidak kunjung berangkat. Untungnya tidak berlangsung lama dan langsung segera berangkat lagi sambil membunyikan ulang S 35.

Antara WT-KTA, KA Krakatau berpapasan dengan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan menjelang KTA juga berpapasan dengan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK yang seharusnya bertemu di Stasiun Kutoarjo. Dan pada pukul 13.43 WIB KA Krakatau pun merapat di Stasiun Besar Kereta Api Kutoarjo. Cukup lama KA Krakatau berhenti di sini karena harus menunggu kedatangan alias bersilang dengan KA 164 Gajah Wong PSE-LPN. Ada penumpang juga yang naik di Stasiun Kutoarjo, walaupun hanya sedikit. Di sini juga ada pergantian masinis dan asisten masinis KA Krakatau.

Lalu, tepat pukul 13.52 WIB pun KA Krakatau kemnbali diberangkatkan dari KTA. Nah... mulai di sinilah KA Krakatau banyak berhenti untuk mengalah bersilang dengan KA-KA Komersial Utama dari Jakarta dan Bandung. Ibaratnya, inilah petak "Neraka"-nya KA Krakatau rute KD-MER. Berikut ini beberapa catatan mengenai persilangannya:
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya si Lodaya abis ketahan sinyal karena jalannya ga kenceng)
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya sama kayak Lodaya, si Dwipangga jalannya juga ga kenceng kayak abis ketahan sinyal)
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis (BD-SGU) (di sini Argo Wilis lumayan kenceng jalannya dan juga S 35-nya. Oh ya, di sini saya tengah makan siang dengan Nasi Rames di Restorasi alias MP3-nya Krakatau. Nasi Ramesnya enak dan sepertinya pegawai restorasi Krakatau bukan dari PT Reska Multi Usaha karena tidak ada lambang reska gitu)
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK (berhentinya lama di sini karena silang double dua kereta komersial. Di sini, dua2x-nya kenceng banget baik kecepetannya maupun S 35-nya sampe bikin orang2x di dalem kereta kaget gitu. Apalagi pake Loko CC 206 yang S 35-nya nyaring banget)
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim (Sebenernya, yang masuk duluan adl KA Semen Holcim cuma mengapa lama? Karena ternyata KA Krakatau nyampe GB itu kecepetan DELAPAN menit. Harusnya masuk pukul 15.17. Dikirain mau silang apa gitu kereta tambahan eh taunya ga ada karena cuma nunggu waktu. Mantep banget setelah disilang abis2x-an eh malah kecepetan)

Selepas Gombong, KA Krakatau pun akhirnya tidak perlu bersilang atau berhenti di stasiun2x kecil lagi karena ia baru akan bertemu KA penumpang lagi di PWT. Seperti yg kita tahu, PWT sampe PSE sudah double track artinya ya bakal lancar lah perjalanannya itu. Sepanjang perjalanan, berasa raja karena ga ada silangan dan melewati salah satu jalur tereksotis di Jawa yaitu GB-KYA-PWT. Seneng banget bisa liat Terowongan Ijo, Persawahan Randegan, Terowongan Kebasen, Bendung Gerak Serayu, Jembatan Sungai Serayu yang airnya jernih diterpa cahaya mentari sore, Terowongan Notog, dan Jembatan Sungai Logawa. Jalur ini memang favorit saya kalo naik KA. Jarak pendek, waktunya sebentar, tetapi yang dilihat banyak. Penumpang sendiri juga banyak yang takjub dan mengabadikan pemandangan tersebut.

Menjelang masuk PWT, KA Krakatau sempat tertahan sinyal karena memang sepertinya Stasiun Purwokerto sedang ramai dan banyak KA. Apalagi di depan Krakatau kan ada KA Purwojaya. Mungkin saja menunggu Purwojaya berangkat PWT dulu baru masuk. Dan pukul 16.14 pun masuk di jalur 1 Stasiun Besar Kereta Api Purwokerto. Benar saja, saat itu jalur dan suasana Stasiun PWT sedang ramai. Bayangkan saja, di jalur 3 dan 2 ada KA GBMS PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE yang menunggu diberangkatkan. Belum lagi ada KA Kamandaka juga sepertinya. Pantas saja tertahan sinyal masuk, orang penuh begitu.

Sekitar 10 menit berhenti, KA Krakatau pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta. Untung saja jalur PWT hingga PSE sudah double track sehingga tidak ada lagi istilah menunggu bersilang di sini. Sempat berpapasan dengan beberapa KA spt KA Bengawan dan KA Jaka Tingkir PSE-PWS di petak PWT-BMA dan berpapasan dengan KA Krakatau MER-KD selepas percabangan Prupuk di petak PPK-SGG. Sungguh indah rasanya bisa menyaksikan panorama sore di jalur ini karena cerah dan suasana pegunungan dengan bukit, sungai, jurang, dan sawah yang asri. Apalagi jalur di sini juga masih tergolong kencang untuk wilayah pegunungan. Selepas Prupuk pun mennjadi semakin kencang karena jalurnya sudah datar dan ganda. Oh ya, sempet ada kejadian air di toilet kereta habis sehingga cukup menyusahkan penumpang yang hendak buang air kecil, cuci tangan, cuci muka, ataupun wudhu mengingat sudah hampir memasuki waktunya sholat Maghrib.

Tak perlu waktu lama, akhirnya KA Krakatau pun merapat di Stasiun Cirebon. Sudah masuk Jawa Barat dan semakin dekat dengan Jakarta. Di sini, ada momen unik yaitu pergantian lokomotif serta mengisi air untuk toilet kereta. Hal ini menjadi tontonan bagi penumpang yang tengah keluar dari dalam kereta untuk sekadar duduk, berfoto, membeli makan, merokok, ataupun meregangkan badan setelah perjalanan yang panjang. Lokomotif KA Krakatau yang tadinya ditarik oleh CC 201 pun diganti menjadi CC 203 dengan posisi shorthood. Unik juga ya, mungkin saking jauhnya rute KA Krakatau sehingga harus ada pergantian lokomotif. Karena hal ini pula, maka durasi waktu berhenti KA Krakatau menjadi sangat lama di Cirebon mencapai hampir 30 menit.

Seusai Cirebon, KA Krakatau pun kembali berhenti di beberapa stasiun seperti Jatibarang dan Haurgeulis. Sempat ada kehebohan di restorasi KA karena banyaknya penumpang yang hendak memesan makanan tetapi hanya tersisa PopMie. Akibatnya, mau tidak mau penumpang harus memesan popmie dan mengakibatkan antrean serta kerumunan yang ramai karena harus bergantian mengisi air untuk popmie. Apalagi ada penumpang yang sekali memesan langsung dua atau tiga hingga empat popmie. Saya sendiri baru dapet PopMie pas di Haurgeulis padahal pesennya pas sebelum masuk Jatibarang X_X Oh ya, di antara CN hingga CKP juga berpapasan dengan banyak KA cuma karena banyak dan gelap jadi ga tau itu KA apa aja.

Lalu, akhirnya KA Krakatau pun masuk wilayah DAOP I JAK dengan mengawali pemberhentiannya di Stasiun Cikampek. Kemudian, kembali  meningkatkan lajunya melewati Karawang, Cikarang, sampai akhirnya masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi. Cukup banyak penumpang yang turun di sini. Ada bapak2x dan keluarganya yang mesen tiket sampai Jatinegara, tetapi saya sarankan beliau utk turun di Bekasi karena selain beliau tinggal di Bekasi, KA Krakatau juga berhenti di Bekasi. Akhirnya beliau dan keluarganya pun turun di Bekasi.

Tak perlu waktu lama, KA Krakatau pun tiba serta berhenti di Jatinegara dan akhirnya sampai di Stasiun Besar Kereta Api Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat saya melihat jam ternyata KA Krakatau tiba di PSE kecepetan 3 menit. Seharusnya ia datang pukul 21.53, tetapi sudah tiba pukul 21.50. Mantap sekali Krakatau. Walau banyak berhenti, tetapi ketepatan waktunya bagus banget. Omongan temen saya tidak terbukti. Ya mungkin saat itu dia sedang apes sehingga keretanya telat. Bersyukur sekali perjalanan yang melelahkan itu berlangsung aman, nyaman, dan bisa tiba dengan selamat. Salut untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Saya pun merekomendasikan KA Krakatau sebagai pilihan KA dari Jogja ke Jakarta karena memang terbukti bagus. Jangan takut lama karena banyak berhenti silangan. Kan katanya kalo RF demen lama2x di kereta apalagi kalo ada silangan. Lumayan juga tuh utk jadi momen buat diabadikan hehehe....


Berikut ini saya sampaikan LAPKA-nya
LPN (Lempuyangan ) 12.28-12.43
WT (Wates) 13.11-13.15
WT-WJ-KTA (Papasan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK)
KTA (Kutoarjo) 13.43-13.52 X KA 164 Gajah Wong PSE-LPN
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis BD-SGU
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim sekaligus tunggu waktu berangkat karena kecepetan dateng 8 menit
16.08-16.12 Tertahan sinyal masuk PWT
PWT (Purwokerto) 16.14-16.25 X KA 174 Gaya Baru Malam Selatan PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE
CN (Cirebon) 18.22-18.49 (Krakatau masuk, Tegal Bahari TG-GMR berangkat dan silang KA 78 Gumarang PSE-SBI)
JTB (Jatibarang) 19.17-19.20
HGL (Haurgeulis) 19.50-19.54
CKP (Cikampek) 20.33.-20.35
BKS (Bekasi) 21.19-21.22
JNG (Jatinegara) 21.41-21.43
PSE (Pasar Senen) 21.50 X KA 134 Senja Utama Solo PSE-SLO


Demikian laporan dari saya
Maaf kalau kepanjangan atau kurang jelas
Terima kasih

Saya juga terima kasih sama yg udah memperbaiki situs ni. Saya malah 9 bulan g bisa ngakses sama sekali Semboyan 35, :'(

November lalu saya sempet nyoba naik Krakatau pake tarip khusus LPN-MN yg cuman 50000, lumayan enak sepanjang jalan walau KAnya dateng telat... Moga2 kalo terbit GAPEKA baru keterlambatan Krakatau ke KD bisa diminimalisasikan. Kalo boleh tau penyebab KA ni yg ke KD telat itu gara2 apa, ya??

Kalo menurut ane, yg sering telat yang nomer genap. Faktor penyumbang keterlambatan sepertinya ketika masih di petak RK - THB. Bisa jadi karena ada taspat yang diberlakukan di double track Maja - PRP. Juga faktor beberapa KA lokal dan komuter yang harus disusul sejak dari RK. CMIIW.
Reply
(08-02-2016, 05:56 PM)aditnugie Wrote:
(08-02-2016, 12:13 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(03-01-2016, 02:46 PM)roysatyanusa Wrote: Setelah sekian lama vakum akhirnya bisa juga mengakses situs kesayangan ini. Terima kasih untuk pihak-pihak yang telah mengusahakan dan membantu perbaikan situs ini ya Tersenyuum

Saya mau cerita pengalaman saya waktu naik KA Krakatau
Sebenernya sih naik KA-nya udah lama, pas Agustus 2015. Namun, baru bisa cerita sekarang karena ya websitenya baru bener sekarang hehe...
Oh ya, saya ga masukin ke forum Laporan Perjalanan karena ga banyak foto. Saya tipe RF yang kalo udah di dalem KA itu bakal menikmati perjalanan KA sambil melihat pemandangan sepanjang jalur KA.

Langsung aja ya

Seusai libur di Pangandaran dan Yogyakarta pada Agustus 2015 lalu, seperti biasa saya memutuskan untuk kembali lagi ke Tangerang dengan menggunakan KA. Namun, kali ini saya memang belum membeli tiket untuk pulang. Biasanya, saya membelinya saat di stasiun. Pas sampe di stasiun Tugu YK, saya langsung menuju ke tempat reservasi tiket dan begitu masuk.... Busettttt..... rame orang bahkan ada yang lesehan dan ya semuanya sudah pada antre. Saya pun langsung mengambil form pemesanan tiket.

Awalnya sih saya bingung, enakan pulangnya naik KA apa ya? Saat itu pilihan saya antara KA Senja Utama YK, KA Krakatau, atau naik KA Malabar ke Bandung lalu menyambung KA Argo Parahyangan hingga Jakarta. Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya saya memutuskan untuk memilih KA Krakatau sebagai transportasi untuk pulang. Mengapa demikian? Karena saya berpikiran naik Senja Utama YK saat itu tinggal sisa yang harganya mahal dan saya ga bisa banyak lihat pemandangan. Naik Malabar sambung GoPar juga mahal juga dihitung2x. Ya emang sih bisa liat pemandangan daerah Jawa Barat pas pagi2x-nya....cumaaaa ya mahal. Mending naik Dwipangga sekalian langsung sampe. Kalo naik Krakatau walaupun lama, tapi bisa lihat pemandangan lalu keretanya udah pasti nyaman karena baru dan sampe di Jakarta malem. Sampe rumah bisa langsung istirahat dan tidur deh. Ga perlu tidur di kereta. Saat itu tiket KA Krakatau tinggal yang subkelas A seharga Rp270.000,00 walaupun beda tipis sama kelas bisnis tapi ya karena saya belum pernah naik KA Ekonomi AC yang biru itu ya saya pilih aja. Sekalian pengalaman.

Kemudian, tiba pas hari H yaitu Minggu. 16 Agustus 2015. Saya pun diantar oleh sepupu saya dari rumahnya di kawasan Condongcatur, Sleman menuju ke Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta menggunakan motor. Tak perlu waktu lama, hanya sekitar 15 menitan pun saya tiba di stasiun. Saat itu jam masih menunjukkan pukul 11.45 WIB. Masih cukup lama memang, tapi tak apa lah daripada mepet. Di stasiun juga suasananya sudah ramai oleh calon penumpang apalagi saat itu hitungannya Long Weekend Libur HUT RI ke-70. Untungnya di depan stasiun cukup banyak pohon rindang dan angin juga berembus sepoi2x sehingga mampu menghadirkan kesejukan di tengah teriknya matahari yang menyinari Jogja saat itu.

Selama menunggu, saya ditemani oleh teman saya yang saya kenal dari jaman SD yang kuliah di UKDW, Jogja. Lumayan juga setelah lama tidak bertemu akhirnya bisa mengobrol sebentar sampai kereta saya datang. Awalnya, saya cukup waswas saat mendengar pengalamannya naik KA Krakatau dari Jakarta ke Jogja. "Lu naik Krakatau? Kan keretanya telat gitu. Waktu itu gue naik dari Jakarta ke Jogja telat sampe satu jam lebih", ujarnya. Saya pun takut kalo misalnya keretanya telat apalagi Krakatau yang saya naiki itu memang lama waktu tempuhnya, tetapi saya berusaha menepisnya dengan mengatakan,"Oh ya? Masa sih? Lo lagi apes aja kali. Gue selama ini selalu ontime kok naik Kereta ekonomi. Semoga aja ga telat ya"

Kemudian, tepat pukul 12.28 KA Krakatau pun masuk dan berhenti di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dengan ditarik oleh lokomotif CC 201 XX XX (ga terlalu notice). Lumayan juga penumpang yang naik dari Jogja. Saya pikir suasana kereta tidak ramai, ternyata begitu masuk ramai juga. Sudah hampir penuh oleh penumpang yang mungkin naik dari Jawa Timur. Saya takjub dengan interior dan suasana kereta yang nyaman. AC-nya juga sejuk. Tempat duduk pun tidak sekeras yang dibayangkan. Lalu, jarak antarkursi juga pas. Toilet pun bersih, wangi, dan pakai toilet duduk. Saya mendapatkan posisi tempat duduk di kereta 4 (K3-4) dengan kursi nomor 11 C. Walaupun tidak berada di sisi jendela, tetapi saya suka karena lokasi keretanya berada di tengah rangkaian dan bersebelahan dengan kereta makan. Tidak sia-sia bayar mahal rasanya. Apalagi sepanjang perjalanan cuaca cerah sehingga pemandangan masih bisa terlihat dengan jelas.

Sebelum berangkat, saya menyempatkan diri untuk memotret rangkaian KA Krakatau dari depan. Saya pun sempat berbincang dengan assisten masinis dari KA Krakatau. Beliau mengatakan bahwa Ia berdinas membawa rangkaian KA ini dari Madiun hingga Kutoarjo. Saya pikir di LPN ada pergantian masinis dan assistennya, ternyata salah. Kemudian setelah itu saya kembali masuk ke dalam kereta dan tepat pada waktunya pukul 12.43 WIB KA 165 Krakatau diberangkatkan dari Stasiun Besar Kereta Api Lempuyangan. See u Jogja Tersenyuum

Sepanjang perjalanan, KA Krakatau berhenti di cukup banyak stasiun. Yang pertama adalah di Wates dan di sini KA Krakatau sepertinya sempat mengalami sedikit masalah saat akan berangkat karena sudah diberikan S 40 dan S 41 serta membunyikan S 35, tetapi malah tidak kunjung berangkat. Untungnya tidak berlangsung lama dan langsung segera berangkat lagi sambil membunyikan ulang S 35.

Antara WT-KTA, KA Krakatau berpapasan dengan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan menjelang KTA juga berpapasan dengan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK yang seharusnya bertemu di Stasiun Kutoarjo. Dan pada pukul 13.43 WIB KA Krakatau pun merapat di Stasiun Besar Kereta Api Kutoarjo. Cukup lama KA Krakatau berhenti di sini karena harus menunggu kedatangan alias bersilang dengan KA 164 Gajah Wong PSE-LPN. Ada penumpang juga yang naik di Stasiun Kutoarjo, walaupun hanya sedikit. Di sini juga ada pergantian masinis dan asisten masinis KA Krakatau.

Lalu, tepat pukul 13.52 WIB pun KA Krakatau kemnbali diberangkatkan dari KTA. Nah... mulai di sinilah KA Krakatau banyak berhenti untuk mengalah bersilang dengan KA-KA Komersial Utama dari Jakarta dan Bandung. Ibaratnya, inilah petak "Neraka"-nya KA Krakatau rute KD-MER. Berikut ini beberapa catatan mengenai persilangannya:
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya si Lodaya abis ketahan sinyal karena jalannya ga kenceng)
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO (tidak terlalu menunggu lama dan sepertinya sama kayak Lodaya, si Dwipangga jalannya juga ga kenceng kayak abis ketahan sinyal)
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis (BD-SGU) (di sini Argo Wilis lumayan kenceng jalannya dan juga S 35-nya. Oh ya, di sini saya tengah makan siang dengan Nasi Rames di Restorasi alias MP3-nya Krakatau. Nasi Ramesnya enak dan sepertinya pegawai restorasi Krakatau bukan dari PT Reska Multi Usaha karena tidak ada lambang reska gitu)
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK (berhentinya lama di sini karena silang double dua kereta komersial. Di sini, dua2x-nya kenceng banget baik kecepetannya maupun S 35-nya sampe bikin orang2x di dalem kereta kaget gitu. Apalagi pake Loko CC 206 yang S 35-nya nyaring banget)
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim (Sebenernya, yang masuk duluan adl KA Semen Holcim cuma mengapa lama? Karena ternyata KA Krakatau nyampe GB itu kecepetan DELAPAN menit. Harusnya masuk pukul 15.17. Dikirain mau silang apa gitu kereta tambahan eh taunya ga ada karena cuma nunggu waktu. Mantep banget setelah disilang abis2x-an eh malah kecepetan)

Selepas Gombong, KA Krakatau pun akhirnya tidak perlu bersilang atau berhenti di stasiun2x kecil lagi karena ia baru akan bertemu KA penumpang lagi di PWT. Seperti yg kita tahu, PWT sampe PSE sudah double track artinya ya bakal lancar lah perjalanannya itu. Sepanjang perjalanan, berasa raja karena ga ada silangan dan melewati salah satu jalur tereksotis di Jawa yaitu GB-KYA-PWT. Seneng banget bisa liat Terowongan Ijo, Persawahan Randegan, Terowongan Kebasen, Bendung Gerak Serayu, Jembatan Sungai Serayu yang airnya jernih diterpa cahaya mentari sore, Terowongan Notog, dan Jembatan Sungai Logawa. Jalur ini memang favorit saya kalo naik KA. Jarak pendek, waktunya sebentar, tetapi yang dilihat banyak. Penumpang sendiri juga banyak yang takjub dan mengabadikan pemandangan tersebut.

Menjelang masuk PWT, KA Krakatau sempat tertahan sinyal karena memang sepertinya Stasiun Purwokerto sedang ramai dan banyak KA. Apalagi di depan Krakatau kan ada KA Purwojaya. Mungkin saja menunggu Purwojaya berangkat PWT dulu baru masuk. Dan pukul 16.14 pun masuk di jalur 1 Stasiun Besar Kereta Api Purwokerto. Benar saja, saat itu jalur dan suasana Stasiun PWT sedang ramai. Bayangkan saja, di jalur 3 dan 2 ada KA GBMS PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE yang menunggu diberangkatkan. Belum lagi ada KA Kamandaka juga sepertinya. Pantas saja tertahan sinyal masuk, orang penuh begitu.

Sekitar 10 menit berhenti, KA Krakatau pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta. Untung saja jalur PWT hingga PSE sudah double track sehingga tidak ada lagi istilah menunggu bersilang di sini. Sempat berpapasan dengan beberapa KA spt KA Bengawan dan KA Jaka Tingkir PSE-PWS di petak PWT-BMA dan berpapasan dengan KA Krakatau MER-KD selepas percabangan Prupuk di petak PPK-SGG. Sungguh indah rasanya bisa menyaksikan panorama sore di jalur ini karena cerah dan suasana pegunungan dengan bukit, sungai, jurang, dan sawah yang asri. Apalagi jalur di sini juga masih tergolong kencang untuk wilayah pegunungan. Selepas Prupuk pun mennjadi semakin kencang karena jalurnya sudah datar dan ganda. Oh ya, sempet ada kejadian air di toilet kereta habis sehingga cukup menyusahkan penumpang yang hendak buang air kecil, cuci tangan, cuci muka, ataupun wudhu mengingat sudah hampir memasuki waktunya sholat Maghrib.

Tak perlu waktu lama, akhirnya KA Krakatau pun merapat di Stasiun Cirebon. Sudah masuk Jawa Barat dan semakin dekat dengan Jakarta. Di sini, ada momen unik yaitu pergantian lokomotif serta mengisi air untuk toilet kereta. Hal ini menjadi tontonan bagi penumpang yang tengah keluar dari dalam kereta untuk sekadar duduk, berfoto, membeli makan, merokok, ataupun meregangkan badan setelah perjalanan yang panjang. Lokomotif KA Krakatau yang tadinya ditarik oleh CC 201 pun diganti menjadi CC 203 dengan posisi shorthood. Unik juga ya, mungkin saking jauhnya rute KA Krakatau sehingga harus ada pergantian lokomotif. Karena hal ini pula, maka durasi waktu berhenti KA Krakatau menjadi sangat lama di Cirebon mencapai hampir 30 menit.

Seusai Cirebon, KA Krakatau pun kembali berhenti di beberapa stasiun seperti Jatibarang dan Haurgeulis. Sempat ada kehebohan di restorasi KA karena banyaknya penumpang yang hendak memesan makanan tetapi hanya tersisa PopMie. Akibatnya, mau tidak mau penumpang harus memesan popmie dan mengakibatkan antrean serta kerumunan yang ramai karena harus bergantian mengisi air untuk popmie. Apalagi ada penumpang yang sekali memesan langsung dua atau tiga hingga empat popmie. Saya sendiri baru dapet PopMie pas di Haurgeulis padahal pesennya pas sebelum masuk Jatibarang X_X Oh ya, di antara CN hingga CKP juga berpapasan dengan banyak KA cuma karena banyak dan gelap jadi ga tau itu KA apa aja.

Lalu, akhirnya KA Krakatau pun masuk wilayah DAOP I JAK dengan mengawali pemberhentiannya di Stasiun Cikampek. Kemudian, kembali  meningkatkan lajunya melewati Karawang, Cikarang, sampai akhirnya masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi. Cukup banyak penumpang yang turun di sini. Ada bapak2x dan keluarganya yang mesen tiket sampai Jatinegara, tetapi saya sarankan beliau utk turun di Bekasi karena selain beliau tinggal di Bekasi, KA Krakatau juga berhenti di Bekasi. Akhirnya beliau dan keluarganya pun turun di Bekasi.

Tak perlu waktu lama, KA Krakatau pun tiba serta berhenti di Jatinegara dan akhirnya sampai di Stasiun Besar Kereta Api Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat saya melihat jam ternyata KA Krakatau tiba di PSE kecepetan 3 menit. Seharusnya ia datang pukul 21.53, tetapi sudah tiba pukul 21.50. Mantap sekali Krakatau. Walau banyak berhenti, tetapi ketepatan waktunya bagus banget. Omongan temen saya tidak terbukti. Ya mungkin saat itu dia sedang apes sehingga keretanya telat. Bersyukur sekali perjalanan yang melelahkan itu berlangsung aman, nyaman, dan bisa tiba dengan selamat. Salut untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Saya pun merekomendasikan KA Krakatau sebagai pilihan KA dari Jogja ke Jakarta karena memang terbukti bagus. Jangan takut lama karena banyak berhenti silangan. Kan katanya kalo RF demen lama2x di kereta apalagi kalo ada silangan. Lumayan juga tuh utk jadi momen buat diabadikan hehehe....


Berikut ini saya sampaikan LAPKA-nya
LPN (Lempuyangan ) 12.28-12.43
WT (Wates) 13.11-13.15
WT-WJ-KTA (Papasan KA 180 Pasundan KAC-SGU dan KA 136 Fajar Utama YK PSE-YK)
KTA (Kutoarjo) 13.43-13.52 X KA 164 Gajah Wong PSE-LPN
BTH (Butuh) 13.59-14.04 X KA 80 Lodaya Pagi BD-SLO
KWN (Kutowinangun) 14.17-14.22 X KA 10 Argo Dwipangga GMR-SLO
KM (Kebumen) 14.32-14.38 X KA 6 Argo Wilis BD-SGU
SRW (Sruweng) 14.47-14.58 X KA 140 Sawunggalih Utama Pagi PSE-KTA dan KA 52 Taksaka Pagi GMR-YK
GB (Gombong) 15.09-15.22 X KA Semen Holcim sekaligus tunggu waktu berangkat karena kecepetan dateng 8 menit
16.08-16.12 Tertahan sinyal masuk PWT
PWT (Purwokerto) 16.14-16.25 X KA 174 Gaya Baru Malam Selatan PSE-SGU dan KA Serayu Malam PWT-KYA-KAC-PSE
CN (Cirebon) 18.22-18.49 (Krakatau masuk, Tegal Bahari TG-GMR berangkat dan silang KA 78 Gumarang PSE-SBI)
JTB (Jatibarang) 19.17-19.20
HGL (Haurgeulis) 19.50-19.54
CKP (Cikampek) 20.33.-20.35
BKS (Bekasi) 21.19-21.22
JNG (Jatinegara) 21.41-21.43
PSE (Pasar Senen) 21.50 X KA 134 Senja Utama Solo PSE-SLO


Demikian laporan dari saya
Maaf kalau kepanjangan atau kurang jelas
Terima kasih

Saya juga terima kasih sama yg udah memperbaiki situs ni. Saya malah 9 bulan g bisa ngakses sama sekali Semboyan 35, :'(

November lalu saya sempet nyoba naik Krakatau pake tarip khusus LPN-MN yg cuman 50000, lumayan enak sepanjang jalan walau KAnya dateng telat... Moga2 kalo terbit GAPEKA baru keterlambatan Krakatau ke KD bisa diminimalisasikan. Kalo boleh tau penyebab KA ni yg ke KD telat itu gara2 apa, ya??

Kalo menurut ane, yg sering telat yang nomer genap. Faktor penyumbang keterlambatan sepertinya ketika masih di petak RK - THB. Bisa jadi karena ada taspat yang diberlakukan di double track Maja - PRP. Juga faktor beberapa KA lokal dan komuter yang harus disusul sejak dari RK. CMIIW.
Kalo yg dari KD telat mungkin karena efek silangannya yang cukup banyak, terutama di DAOP V di mana Krakatau akan banyak bersilang dgn KA2x komersial dari Jakarta dan Bandung, bisa diliat sendiri di KTA saja sudah mulai bersilang, kemudian di Butuh, lalu Kutowinangun, kemudian Kebumen, lalu silang dobel di Sruweng, di Gombong jg berhenti lama. Di CN pun harus isi air dan ganti lokomotif lalu silang sama Matarmaja dan Gumarang. Lalu di depannya dia dari PWT ada KA Purwojaya CP-GMR yg sulit bahkan tidak mungkin disusul. lalu antara CN-PSE jg tidak hanya berhenti di CN, tp jg di JTB, HGL, CKP, BKS.
Kalo dari barat(Merak) biasanya karena di jalur RK-THB, apalagi lagi ada pembangunan DT dari RK sampe PRP yg di beberapa bagian mungkin sudah kelar pembangunannya, cuma ada taspat. di Jakarta ya bisa saja tertahan lalu lintas KRL CL.
Reply
Barusan jam 21.10 melintas di Cibitung KA Krakatau relasi Kediri - Merak
terlihat okupansi penumpang hanya separuh rangkaian yang terisi dari 8 Kereta ekonomi Ac Dephub.
idealnya KA ini hanya membawa 5 Kereta penumpang . 1 Restorasi .1 Bagasi di week daynya.
sehingga ada waktu untuk merawat rangkaian yang idle.
Reply
(04-03-2016, 10:35 PM)BAMBANG EKO Wrote: Barusan jam 21.10 melintas di Cibitung KA Krakatau relasi Kediri - Merak
terlihat okupansi penumpang hanya separuh rangkaian yang terisi dari 8 Kereta ekonomi Ac Dephub.
idealnya KA ini hanya membawa 5 Kereta penumpang . 1 Restorasi .1 Bagasi di week daynya.
sehingga ada waktu untuk merawat rangkaian yang idle.

waduh, kemana aja nih pak de baru turun gunung lagi? Big Grin
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
(05-03-2016, 07:36 AM)zae abjal Wrote: Ngiler
(04-03-2016, 10:35 PM)BAMBANG EKO Wrote: Barusan jam 21.10 melintas di Cibitung KA Krakatau  relasi Kediri - Merak
terlihat okupansi penumpang hanya separuh rangkaian yang terisi dari 8 Kereta  ekonomi Ac  Dephub.
idealnya KA ini hanya membawa 5 Kereta penumpang . 1 Restorasi  .1 Bagasi di week daynya.
sehingga  ada  waktu  untuk merawat rangkaian yang idle.

waduh, kemana aja nih pak de baru turun gunung lagi? Big Grin
He  he  he.......
Sibuk monitoring pembangunan tasyun Cibitung yang rencananya jadi 2 lantai
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)