Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
ya, ane setuju ma sistem ini, jadi teorinya kalau seandainya ada daop yg membutuhkan loko kan bisa dialokasilan sesuai dengan kebutuhannya, gk kekurangan atau malah kelebihan,,jadi kesenjangan antar daop yg kekurangan atau sebaliknya kelebihan stok insya Allah bisa diminimalisir...
itu idealismenya...
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 477
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
4
Setuju sama sistem ini... Dengan penghapusan sistem Dipo Induk, maka akan membantu memeratakan persebaran lokomotif di area yang membutuhkan dan tidak ada area yang kekurangan atau kelebihan lokomotif...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Posts: 56
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
2
Kok saya malah baru tau soal ini ya??? Kalo yg saya tau itu wacana pemisahan Sarana - Prasarana dg operasional. Jadi nanti pegawai operasional tetap pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tp pegawai sarana - prasarana jd pegawai mgkin (ada PT/BUMN baru lg) atau pegawai Dephub. Tapi wacana ini ditentang SPKA yg prinsipnya justru akan memecah belah PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dan mudah2an memg hanya wacana saja biar tidak tambah ruwet.
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(25-12-2011, 10:30 PM)Martu Hares P Wrote: [spoiler]Kok saya malah baru tau soal ini ya??? Kalo yg saya tau itu wacana pemisahan Sarana - Prasarana dg operasional. Jadi nanti pegawai operasional tetap pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tp pegawai sarana - prasarana jd pegawai mgkin (ada PT/BUMN baru lg) atau pegawai Dephub. Tapi wacana ini ditentang SPKA yg prinsipnya justru akan memecah belah PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dan mudah2an memg hanya wacana saja biar tidak tambah ruwet. [/spoiler]
Maaf mas, tolong untuk tidak membahas hal ini di thread ini....