Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Tidak Aktif di Jawa Tengah, jumlah loko uap, dan operatornya pada masa lalu
#1

Bingung mau taruh dimana? Kereta Uap atau mblusukan Bingung


Lokomotif uap di Jawa Tengah
Sumber: Kompas Edisi Jateng 24 April 2010
Indonesian Steam Locomotives in Action, A.E. Durrat
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Depo: Jumlah; Operator
Tegal: 10; SCS, SJS, SDS
Purwokerto: 25; SDS, SCS, JSS, SJS
Kutoarjo: 14; JSS, NIS, SCS
Cilacap: 7; JSS, SJS, SDS
Semarang Gudang: 6; SCS, SJS
Cepu: 30; JSS, NIS, PbSM
Blora: 7; JSS, NIS
Solo: 17; NIS, JSS
Ambarawa: 10; NIS, JSS
Gundih: 5; NIS
Purwodadi: 18; NIS, SJS
Kudus: 12; NIS, SJS, SCS

SDS: Serajoedal Stoomtram Maatschappij
SCS: Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij
JSS: Java Staatsspoorwegen
SJS: Semarang Joana Stoomtram Maatschappij
NIS: Nederlandch Indische Spoorweg Maatschappij
PbSM: Probolinggo Stoomtram Maatschappij

Jalur KA yang tidak beroperasi di Jateng

1. Semarang-Lasem Pamotan, panjang 132 KM, pemasang rel dan operator pertama kali SJS tahun 1883-1900
2. Purwokerto-Wonosobo, panjang 92 KM, pemasang rel dan operator pertama kali SDS tahun 1896-1917
3. Demak-Purwodadi-Blora, panjang 100 KM, pemasang rel dan operator pertama kali SJS tahun 1888-1894
4. Yogyakarta-Magelang-Kedungjati, panjang 120 KM, pemasang rel dan operator pertama kali NIS tahun 1873
5. Secang-Parakan, panjang 28 KM, pemasang rel dan operator pertama kali NIS tahun 1905
6. Kudus-Mayong-Bakalan, panjang 22 KM, pemasang rel dan operator pertama kali SJS tahun 1895
7. Juwana-Tayu, panjang 74 KM, pemasang rel dan operator pertama kali NIS tahun 1896
8. Rembang-Blora-Cepu, panjang 74 KM, pemasang rel dan operator pertama kali SJS tahun 1902-1903

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber: Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah dan Litbang Kompas/IWN, disarikan dari Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid I. Kompas Jawa Tengah Edisi Cetak 24 April 2010


Quote:Wisata Minat Khusus Wisata Loko Tua nan Eksotik
Loko Tua Termasuk Benda Cagar Budaya yang Harus Dilestarikan

Sabtu, 24 April 2010 | 14:18 WIB

International Cepu Heritage atau ICH bersama rombongan pemerhati cagar budaya dunia, Enthusiastic Europe Heritage, bakal mengawali program paket wisata lokomotif uap tua di tiga kota, 7-10 Juni 2010. Perjalanan ini akan dimulai dari Ambarawa, dilanjutkan ke Solo dan Cepu.

Dua pengelola lokomotif uap tua, Museum Lokomotif Ambarawa dan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cepu, telah menyetujui program tersebut. Adapun pengelola lokomotif tua di Solo masih meminta gambaran pelaksanaan program itu.

"ICH akan merembuk dan mematangkan paket wisata itu dengan pengelola lokomotif tua di Solo pekan depan," kata Koordinator International Cepu Heritage Sisworo, Jumat (23/4).

Paket wisata lokomotif uap tua tiga kota bermula ketika penggemar dan pengusaha biro perjalanan Jerman berkunjung ke Cepu akhir Agustus 2009. Mereka mendokumentasikan lokomotif uap tua yang mengangkut potongan kayu jati. Kemudian mereka memublikasikan dokumentasi itu di kalangan komunitas pencinta kereta api di Eropa.

"Dari paket tersebut, kami ingin memperkenalkan sekaligus menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati wisata bersejarah dengan tiga panorama, hutan, pegunungan, dan kota," kata Sisworo.

Daya tarik berbeda


Selain di Blora, Jawa Tengah memiliki tiga daerah lainnya yang menyediakan wisata minat khusus lokomotif uap. Masing-masing daerah menawarkan daya tarik perjalanan yang berbeda.

Di Solo, pada September 2009, Pemerintah Kota Solo menghadirkan Sepur Klutuk Jaladara. Kereta api uap yang menggunakan lokomotif jenis C1218 buatan Jerman pada 1896 ini melintasi tengah kota, berdampingan dengan mobil dan sepeda motor.

Kereta api ini menggunakan jalur rel yang dibuat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada 1920. Selama ini, jalur ini dilintasi Kereta feeder (pengumpan) Wonogiri.

Di Karanganyar ada kereta uap di Agrowisata Sondokoro. Kereta api uap di sana akan mengajak pengunjung mengelilingi Pabrik Gula Tasik Madu.

Di Ambarawa, Kabupaten Semarang, pengunjung diajak menikmati pemandangan pegunungan sepanjang perjalanan Ambarawa-Bedono, sekitar 20 kilometer, menggunakan kereta uap bergigi. Di Ambarawa, pengunjung juga bisa melihat belasan loko tua yang "dikandangkan".

"Menariknya kereta ini karena jadi bisa mengalami sesuatu dari masa lalu. Menaiki sarana transportasi yang belum terburu-buru harus segera sampai. Bisa menikmati perjalanan. Di sisi lain, loko tua itu termasuk benda cagar budaya yang harus dilestarikan," tutur Tjahjono Rahardjo, anggota Indonesia Railway Preservation Society Semarang.

Kepala Stasiun Ambarawa Eko S Mulyanto mengatakan, salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan menjaga ketersediaan suku cadang. (HEN/GAL/SON)



Kereta Wisata

Menjaga "Kesehatan" Loko Uap agar Tidak Masuk Museum

Sabtu, 24 April 2010 | 14:17 WIB

Bunyi dentang besi beradu besi dan gerinda mesin terdengar kencang dari bagian dalam Subdepo Traksi Ambarawa di Kabupaten Semarang, Selasa (13/4). Empat petugas sedang mencocokkan dan memasang lempeng besi pada penyangga loko berbentuk "U".

Di belakang mereka tampak B2502 sudah terungkit dari rel dengan dua roda gandar penggerak dan sepasang roda penyangga sudah ditanggalkan dari lokomotif uap berusia puluhan tahun itu. Sudah sepekan lokomotif bergigi buatan Esslingen Jerman tahun 1902 itu "dirawatinapkan" di Subdepo Traksi Ambarawa.

"Ada masalah dengan penyangga loko. Sudah aus, jadi mesti diperbaiki," tutur Pudjijono, Kepala Subdepo Traksi Ambarawa.

Jadilah dengan delapan tenaga di Subdepo Traksi Ambarawa, B2502 itu diungkit perlahan dengan pengungkit tua dari empat sisi. Kopel penghubung roda dilepaskan dan roda dipisahkan untuk mengambil penyangga loko yang totalnya berjumlah enam buah.

Ini memerlukan tenaga ekstra, tetapi bukan yang paling berat. Memperbaiki enam penyangga yang aus dimakan usia itu justru tantangan terbesarnya. Tidak mudah mencari suku cadang loko ini lantaran pabriknya sudah lama tutup. Alhasil, para petugas Subdepo Traksi Ambarawa mesti putar otak. Tambal sana tambal sini menggunakan bahan seadanya.

"Yang bikin susah itu mencocokkan baut dan pelat tambahan ke penyangga loko," tutur Suprayoga (45), petugas yang tengah sibuk mengutak-atik penyangga loko.

B2502 dan "saudara kembarnya" B2503 masih setia menarik dua kereta di jalur menanjak Ambarawa-Bedono sepanjang 20 kilometer. Kegagahan loko hitam tua menjadi magnet besar bagi wisatawan asing maupun lokal. Dalam sebulan setidaknya ditarget bisa ada 19 perjalanan loko uap.

Kedua loko keluaran Esslingen itu beroperasi sejak Belanda menguasai Indonesia. Keduanya mulai diistirahatkan tahun 1975. Baru pada tahun 1995, loko itu disehatkan kembali dengan beberapa perbaikan. Mereka menarik para pencarter dengan biaya Rp 5,25 juta sekali perjalanan pergi-pulang.

Tantangan terbesar di masa mendatang ialah menjaga "kesehatan" dan regenerasi kedua loko tua itu. Bagaimanapun, loko itu sudah menjadi kebanggaan sekaligus penarik wisatawan di Kabupaten Semarang. Tidak hanya menguntungkan PT Kereta Api sebagai operator, tetapi juga geliat ekonomi pariwisata di sekitarnya. Apalagi, menurut Pudjijono, 10 tahun lagi ketel uap dari kedua loko itu harus diperiksa untuk kali terakhir. Jika bagus, bisa jalan, kalau tidak, terpaksa masuk museum. "Maksimal tiga kali dengan waktu 35 tahun sekali. Ini sudah dua kali dilakukan, kalau dianggap tidak aman lagi diafkir," ujarnya. (Antony Lee)
.
Reply
#2
Suatu prestasi tersendiri dalam pengelolaan aset Negara yang dalam hal ini di simak adalah Kereta Api Uap dan tentunya bentuk kepedulian untuk melestarikan cagar budaya Bangsa yang hanya ada di Indonesia untuk jenis loko tertentu ini, pada waktu meluncur ke lokasi pengerjaan untuk loko uap B2502 sudah selesai tgl.19/04/2010 jam 9.00, di peron stasiun banyak Bule yang dengan serius mengamati semua yang ada di lingkungan Musium. Dalam hati saya ini orang Profesional karena dari raut wajah antusias dia sangat kelihatan, mudah-mudahan racun tersebut menular kepada generasi anak Bangsa ini.

Ini gambarnya.


[Image: dsc01761resize.jpg]


Uploaded with ImageShack.us
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#3

[Image: sinyalmagelang-yk.jpg]

^ini sisa sinyal jalur KA di Kab Magelang
.
Reply
#4
(25-04-2010, 09:47 PM)animaX Wrote:
[Image: sinyalmagelang-yk.jpg]

^ini sisa sinyal jalur KA di Kab Magelang


Di petak mana ini mas ..kok sudah jadi tiang reklame ??
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#5
di jalur KA Magelang-Jogja.... tapi masuk di bagian Kabupaten Magelang

kalau dilihat jalurnya sudah terlalu dekat dengan jalan raya + jalan Jogja-Semarang padat...

kalau saya lihat jarang bus ber AC Semarang-Jogja atau Jogja-Magelang ... rata2 mobil pribadi dan bus odong2
.
Reply
#6
(25-04-2010, 10:08 PM)animaX Wrote: di jalur KA Magelang-Jogja.... tapi masuk di bagian Kabupaten Magelang

kalau dilihat jalurnya sudah terlalu dekat dengan jalan raya + jalan Jogja-Semarang padat...

kalau saya lihat jarang bus ber AC Semarang-Jogja atau Jogja-Magelang ... rata2 mobil pribadi dan bus odong2


Kalau proyek pelebaran jalan di daerah mertoyudan ...
Persiapan untuk dinas Wisata.


[Image: dsc01769resize.jpg]


Uploaded with ImageShack.us
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#7
(25-04-2010, 09:52 PM)eko winarno Wrote:
(25-04-2010, 09:47 PM)animaX Wrote:
[Image: sinyalmagelang-yk.jpg]

^ini sisa sinyal jalur KA di Kab Magelang


Di petak mana ini mas ..kok sudah jadi tiang reklame ??

Tiang sinyal masuk Sta. Mertoyudan dari arah MGL di jalur non aktif YK-MGLSedih
Reply
#8
Suatu saat pasti Lok" uap akan afkir..Sedih
entah kapan.. tetapi sekarang kita hanya bisa menjaga agar ketel" tua tersebut tetap sehat..Playboy
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply
#9
bingung mau komen apaan....
yg pasti loko uap harus hidup lagi...... Tersenyuum
Reply
#10
(02-08-2010, 10:58 AM)optibus prime Wrote: bingung mau komen apaan....
yg pasti loko uap harus hidup lagi...... Tersenyuum

BETUL...HARUS HIDUP LAGI...Bye Bye
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)