21-07-2016, 06:08 AM
Hmm... Husein Sastranegara bakal jadi bandara apa nantinya? Kalau memang kasusnya demikian, iya lebih baik rute rel KA gak perlu ke bandara Husein Sastranegara.... bisa akan mubazir nantinya...
|
All About DAOP 2 BANDUNG
|
|
21-07-2016, 06:08 AM
Hmm... Husein Sastranegara bakal jadi bandara apa nantinya? Kalau memang kasusnya demikian, iya lebih baik rute rel KA gak perlu ke bandara Husein Sastranegara.... bisa akan mubazir nantinya...
25-07-2016, 12:32 PM
(20-07-2016, 07:17 PM)spetznaz_kdi Wrote:(24-06-2016, 10:35 PM)stasiunkastephanie Wrote: Dari arsip2 jalur lama yg saya punya, malah saya belum tau loh ada jalur ini, soalnya di sekitar bandara Husein gak ada tanda aset PT KA, apalagi di peta jalur2 lama Belanda, gak dicantumin. Dugaan saya, kasusnya kayak bandara Abdurrahman Saleh sama Iswahyudi yg mengangkut avtur buat bahan bakar pesawat. (21-07-2016, 06:08 AM)Dana Komuter Wrote: Hmm... Husein Sastranegara bakal jadi bandara apa nantinya? Kalau memang kasusnya demikian, iya lebih baik rute rel KA gak perlu ke bandara Husein Sastranegara.... bisa akan mubazir nantinya... ya benar, rencananya begitu BIJB di Kertajati selesai dibangun, semua aktivitas komersial di BDO bakal migrasi ke sana. setelah seluruh penerbangan sipil dipindah ke bandara baru, kemungkinan BDO bakal bernasib sama seperti MES, alias menjadi pangkalan TNI AU. tentu saja membangun jalur KA ke BDO adalah sebuah proyek mubazir. kalo toh Kang Emil berencana membuka jalur transportasi umum yg nyaman untuk menghubungkan BDO dengan pusat kota (karena taksi bandara di BDO terkenal sekali dengan ongkosnya yg bisa setara tarif khusus K1/K2 ke BJR), mending pake sistem bus ekspres saja, tinggal siapin armadanya saja. daripada bangun jalur KA, dan cuma dipake beberapa tahun saja hingga BIJB siap dioperasikan. lebih baik proyek KA bandaranya dibikin ke BIJB. bangunnya pasti butuh waktu lama, tapi seenggaknya manfaatnya buat jangka panjang...
25-07-2016, 12:57 PM
(25-07-2016, 12:32 PM)d Wrote:(20-07-2016, 07:17 PM)spetznaz_kdi Wrote:(24-06-2016, 10:35 PM)stasiunkastephanie Wrote: Dari arsip2 jalur lama yg saya punya, malah saya belum tau loh ada jalur ini, soalnya di sekitar bandara Husein gak ada tanda aset PT KA, apalagi di peta jalur2 lama Belanda, gak dicantumin. Dugaan saya, kasusnya kayak bandara Abdurrahman Saleh sama Iswahyudi yg mengangkut avtur buat bahan bakar pesawat. Kalo jalur KA ke Kertajati sana yg paling mungkin ya mengaktifkan lagi jalur2 mati seperti Rancaekek-Tanjungsari sama Kadipaten-Kejaksan (Cirebon), trus menghubungkan antara Tanjungsari dg Kadipaten lewat Sumedang. Soalnya kalo dibuat akses dari Kertajati ke CN, jadinya kalo ke BD malah muter tambah jauh. Bagi orang2 yg butuh sampainya cepat ya pemborosan waktu namanya. Apalagi rencana pengaktifan ini didukung sepenuhnya oleh Pak Jonan sebagai sarana penghubung bandara dg kota. BTW, kalo jalur yg disebutin di atas diaktifkan lagi, bakal sangat menguntungkan juga buat mahasiswa yg kuliah di Jatinangor sana. Soalnya ada KA langsung ke KAC/BD/RCK dari Jatinangor (terutama yg mau pulkam ke timur/barat/utara). Moga2 jalur RCK-CN ini bakal aktif dalam waktu dekat, amiiinnn...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
28-07-2016, 10:22 PM
Itu jg yg jadi masalah bangun jalur BD-BJIB, ongkosnya gede. Reaktivasi gak murah, tambah lg harus bikin jalur baru TjSari-Kadipaten. Motong pegunungan, itu yg berat. Klo cuma kereta bandara yg lewat bisa2 terlalu mahal tiketnya, kecuali klo angkutan logistik dan batubara CN-BD naik kereta...
Dan sampe skrg blm denger rencana bangun jalur TjSari-Kadipaten, sepertinya pemprov jabar lebih menunggu kereta cepat drpd bangun jalur konvensional
14-08-2016, 12:15 PM
Sepertinya semenjak Dou Soloensis dapet K1 Batch 2016, K1 YK dan K1 SLO (mayoritas YK) mulai berkeliaran di Daop II BD, baik K1 eksis, kaca lebar maupun kaca pesawat
Pengen jadi Railpen
21-10-2016, 07:44 AM
DAOP 2 BD mulai memberlakukan "pembumian" pada CC 206 Dipo Induk BD, pasalnya untuk KA Lokal Cibatu dan KA Lokal Patas Bandung Raya mulai rutin ditarik CC 206. Sedangkan KA yg menggunakan CC 206 ke arah timur ( misal: Lodaya, Malabar, Mutsel, Golis, Turangga) lebih sering ditarik CC 206 asistensi Depo Induk lain ( paling sering milik SDT). Jadi untuk CC 206 lebih difokuskan untuk Gopar, Harina, Ka Kontainer, da sekarang Lokal cibatu dan Patas Bandung Raya
Pengen jadi Railpen
21-10-2016, 10:41 AM
(21-10-2016, 07:44 AM)Henggar SP Wrote: DAOP 2 BD mulai memberlakukan "pembumian" pada CC 206 Dipo Induk BD, pasalnya untuk KA Lokal Cibatu dan KA Lokal Patas Bandung Raya mulai rutin ditarik CC 206. Sedangkan KA yg menggunakan CC 206 ke arah timur ( misal: Lodaya, Malabar, Mutsel, Golis, Turangga) lebih sering ditarik CC 206 asistensi Depo Induk lain ( paling sering milik SDT). Jadi untuk CC 206 lebih difokuskan untuk Gopar, Harina, Ka Kontainer, da sekarang Lokal cibatu dan Patas Bandung Raya Katanya sih hal itu karena roda2 CC 206 tsb tipis, dan ga boleh jalan jauh sebelum ada penggantinya
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
24-10-2016, 05:57 PM
(21-10-2016, 10:41 AM)CC-201-23 Wrote:(21-10-2016, 07:44 AM)Henggar SP Wrote: DAOP 2 BD mulai memberlakukan "pembumian" pada CC 206 Dipo Induk BD, pasalnya untuk KA Lokal Cibatu dan KA Lokal Patas Bandung Raya mulai rutin ditarik CC 206. Sedangkan KA yg menggunakan CC 206 ke arah timur ( misal: Lodaya, Malabar, Mutsel, Golis, Turangga) lebih sering ditarik CC 206 asistensi Depo Induk lain ( paling sering milik SDT). Jadi untuk CC 206 lebih difokuskan untuk Gopar, Harina, Ka Kontainer, da sekarang Lokal cibatu dan Patas Bandung Raya Apa karena terlalu sering jalan ataukah emang udah waktunya ganti roda? Baru sekitar 3tahun dinas kan? Pengen jadi Railpen
25-10-2016, 08:23 AM
(24-10-2016, 05:57 PM)Henggar SP Wrote:(21-10-2016, 10:41 AM)CC-201-23 Wrote:(21-10-2016, 07:44 AM)Henggar SP Wrote: DAOP 2 BD mulai memberlakukan "pembumian" pada CC 206 Dipo Induk BD, pasalnya untuk KA Lokal Cibatu dan KA Lokal Patas Bandung Raya mulai rutin ditarik CC 206. Sedangkan KA yg menggunakan CC 206 ke arah timur ( misal: Lodaya, Malabar, Mutsel, Golis, Turangga) lebih sering ditarik CC 206 asistensi Depo Induk lain ( paling sering milik SDT). Jadi untuk CC 206 lebih difokuskan untuk Gopar, Harina, Ka Kontainer, da sekarang Lokal cibatu dan Patas Bandung Raya Ah kata siape kalo sebabnya CC206 rodanya tipis?? Gak juga lah, yg ane tau, denger2 alokasi lokomotif untuk rangkaian udah mulai berubah2 lagi. Sepur barang yg (hampir) selalu menggunakan C6, sekarang kadang2 ada yg pake C1, C3, atau C4 bagong. Beberapa KA ketelan aja udah mulai kembali ke C1 lagi loh (contoh: MN-RWL). Jadi, penggunaan lokomotif itu ya tergantung urgensi loko tersebut. Kalo lintasnya datar n rangkaiannya pendek, buat apa pake C6? Toh bisa pake C1/C3. Lintas yg naik-turunnya terjal meskipun gak seberapa panjang, justru perlu C6...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
27-10-2016, 04:35 PM
Hari ini CC 206 narik 3 KA Lokal. Patas Bandung Raya, Lokal Bandung Raya (1set), dan Lokal Cibatu
Pengen jadi Railpen
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|