Posts: 279
Threads: 0
Joined: Feb 2014
Reputation:
0
(28-01-2015, 11:17 AM)stasiunkastephanie Wrote: (28-01-2015, 11:03 AM)bhaskara Wrote: Penamaan itu tergantung masing-masing DAOP atau wewenang KAI Pusat ?
Jadi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ada seksi bagian pemberian nama atau bagaimana ya ?
Penamaan KA tidak harus dilakukan oleh kantor pusat PT Sepur, tapi bisa juga diberi nama oleh Kemenhub (pemerintah pusat) atawa Pemda (dalam beberapa kasus nama KA). Tapi, tentu saja penamaan itu harus melalui ACC dari kantor pusat PT Sepur ma Kemenhub... Â
Oooo gitu ya.
Trus nanya lagi nih kalau KRL itu ada yang pakai nama ga ya ?
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
28-01-2015, 11:35 AM
(This post was last modified: 28-01-2015, 11:38 AM by stasiunkastephanie.)
(28-01-2015, 11:19 AM)CC-201-23 Wrote: Kalo lihat Moleks 2, apakah penamaan menggunakan rangkaian (1 dan 2) akan kembali diterapkan?
Kalo nama kayaknya cuman Moleks aja dech, kalo di GAPEKA nantinya adanya Moleks Pagi ma Moleks Malam...  Â
(28-01-2015, 11:22 AM)bhaskara Wrote: (28-01-2015, 11:17 AM)stasiunkastephanie Wrote: (28-01-2015, 11:03 AM)bhaskara Wrote: Penamaan itu tergantung masing-masing DAOP atau wewenang KAI Pusat ?
Jadi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ada seksi bagian pemberian nama atau bagaimana ya ?
Penamaan KA tidak harus dilakukan oleh kantor pusat PT Sepur, tapi bisa juga diberi nama oleh Kemenhub (pemerintah pusat) atawa Pemda (dalam beberapa kasus nama KA). Tapi, tentu saja penamaan itu harus melalui ACC dari kantor pusat PT Sepur ma Kemenhub... Â
Oooo gitu ya.
Trus nanya lagi nih kalau KRL itu ada yang pakai nama ga ya ?

Ada sebagian yg pake nama resmi, ada juga yg gak. Eh, ngomong2 bukannya ada kebijakan baru dari Kemenhub kalo semua KA PNP tu harus dikasih nama, baik ekspres, lokal, atawa komuter. Lah lokalan daop 1 (odong2/langsam) aja sekarang ada nama resminya loch...Â
Posts: 70
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
0
KA Ekonomi (Almarhum) LempuJaya (Lempuyangan-Jayakarta)...karena keseleo lidah jadinya sering disebut KA Ekonomi EmpuJaya baik oleh PPKA, maupun para penumpang akhire lambat laun namanya jadi EmpuJaya (so..nama ini gak resmi, resminya ya KA LempuJaya..bukan EmpuJaya)...entah kebetulan atau tidak, setelah seringnya salah ucap itu ini kereta jadi sering kena PLH, puncaknya ya waktu PLH sama KA Cireks...akhire media lokal nulis..ini kereta "keberatan" bawa nama, karena nama "Empu" itu berarti seseorang yang memiliki ilmu lebih dan dihormati, gak pantas buat nama kereta api yang kelas ekonomi, kalahan dan waktu itu penumpange sering berjubel sampai atap...akhirnya diputuskan ganti nama pakai nama sungai..awalnya diusulkan nama KA Ekonomi "Code" ekspress....trus akhire dipakai nama sekarang KA Progo Ekspress
cmiiw
RF Java Jongen, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(30-01-2015, 10:19 AM)Java Jongen Wrote: KA Ekonomi (Almarhum) LempuJaya (Lempuyangan-Jayakarta)...karena keseleo lidah jadinya sering disebut KA Ekonomi EmpuJaya baik oleh PPKA, maupun para penumpang akhire lambat laun namanya jadi EmpuJaya (so..nama ini gak resmi, resminya ya KA LempuJaya..bukan EmpuJaya)...entah kebetulan atau tidak, setelah seringnya salah ucap itu ini kereta jadi sering kena PLH, puncaknya ya waktu PLH sama KA Cireks...akhire media lokal nulis..ini kereta "keberatan" bawa nama, karena nama "Empu" itu berarti seseorang yang memiliki ilmu lebih dan dihormati, gak pantas buat nama kereta api yang kelas ekonomi, kalahan dan waktu itu penumpange sering berjubel sampai atap...akhirnya diputuskan ganti nama pakai nama sungai..awalnya diusulkan nama KA Ekonomi "Code" ekspress....trus akhire dipakai nama sekarang KA Progo Ekspress
cmiiw
Oh walah Lempujaya, kirain Empujaya nama aslinya
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 70
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
0
yup...sama.ky KA Prameks....kalo orang2 tua, atau org2 yg bukan domisili di wilayah daops VI yg ngucapin seringnya bukan KA Prameks, tapi KA Parameks...untungnya ga sampe ky kasus Lempujaya
RF Java Jongen, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Posts: 1,185
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
22
(23-01-2015, 09:27 PM)stasiunkastephanie Wrote: (26-08-2014, 06:26 PM)Ardhani Muhad Wrote: (26-08-2014, 08:18 AM)Batpod Wrote: (16-06-2013, 12:29 AM)argo_gd Wrote: gaya baru malam selatan itu diambil dr nama apa yah?? Saya juga penasaran nih, soalnya belum ada RF yg menjawab secara eksplisit.
Gaya Baru Malam Selatan=???
Alm. Gaya Baru Malam Utara=???
Saya baca-baca Malabar=Malang-Bandung Raya, tapi perasaan Malabar itu nama gunung di Jawa Barat. Tapi ya kok kebetulan sama 
Pernah baca, dulu Gaya Baru Malam Selatan namanya "Limex Gaja Baru" (Limex=Limited Express). Reka-reka ngawur dari ane, ada beberapa kemungkinan;
Pertama, berdasar kebiasaan dulu yang sering memberi nama rangkaian kereta pake akronim, mungkin kata "Gaja" diambil dari Gubeng Surabaya-Jakarta (e tapi GBMU kan berakhir di pasar turi )
Kedua, mungkin pas jaman GBMS diluncurkan, kata "Gaja" (Gaya) merupakan kata yang populer di jamannya *kemudian jadi ingat iklan permen segitiga dalam kemasan kaleng jaman dulu* *ada yang masih inget ga? hehe

Ketiga, bisa jadi kata "Gaja" berasal dari Gambir-Soerabaja yang akhirnya setelah EYD diresmikan berubah menjadi "Gaya"
Soal kata "Baru" mungkin untuk menegaskan perubahan nama dari kereta Limex, kemudian kata "malam" untuk menunjukkan rangkaian ini melintas pada malam hari. Lalu kata "selatan" untuk menandai kereta ini melintas di lintasan selatan yang juga untuk membedakan dengan GBMU. Sila dikoreksi, lha wong cuma mereka-reka ngawur 
Di forum ini juga, di trit sebelah, pernah dibahas mengenai asal-usul nama Gayabaru. Gayabaru sendiri, seperti yg dijelasin di atas, GAYA emang berasal dari GAmbir-SurabaYA (karena saat itu keberangkatan K3 kebanyakan masih dari GMR). Sedangkan BARU, ini lebih mengacu kepada rangkaian K3 yg sudah menggunakan sistem pengereman baru. Nah, dari situlah didapatkan akronim GAYABARU dari gabungan2 penjelasan di atas.
Ngomong2 soal penamaan KA, saya mencurigai 3 KA berikut:
- Dwipangga
- Kamandanu (alm)
- Sancaka
Kenapa saya curigai? Sebab pada tahun peluncuran 3 KA tsb. bersamaan dg populernya cerita fiksi/legenda asli Indonesia, macam Tutur Tinular dan Gundala Putra Petir. Untuk Dwipangga dan Kamandanu (alm), kita tentu sudah tak asing dengan serial Tutur Tinular, dimana terdapat tokoh bernama Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu, dimana Arya Dwipangga merupakan tokoh antagonis, sedangkan Arya Kamandanu tokoh protagonis. Curiganya, 2 nama itu diluncurkan pada saat boomingnya serial Tutur Tinular, namun dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri diambil dari nama hewan legenda (Dwipangga dari nama gajah, sedangkan Kamandanu dari nama sekumpulan kerbau). Sedangkan untuk Sancaka, siapa yang sudah tak asing dengan Gundala Putra Petir, dimana Sancaka adalah seorang ilmuwan yang dapat berubah wujud menjadi Gundala (seorang superhero). Sedangkan dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sancaka merupakan ular naga legenda. Entah mana teori yang benar mengenai penamaan Dwipangga, Kamandanu, ma Sancaka ini... 
Kalo menurut saya ya bener dari pihak PT.KAI.
Dwipangga itu adalah nama gajah kendaraan dewa, soalnya pernah ada foto rangkaian Argo Dwipangga yang ada gambar gajahnya...
Kamandanu juga nama hewan, mengingat itu adalah KA eksekutif kelas satwa
Sancaka juga nama hewan mitologi berwujud ular, sebenarnya sih cocoknya buat KA Eksekutif Satwa, tapi kok malah masuk jadi KA Eksbis...hehehe
Posts: 394
Threads: 0
Joined: Jul 2014
Reputation:
1
Soal nama Sancaka masih sejajar dgn Taksaka tapi kelasnya eksis , but oke dah
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
(23-01-2015, 09:27 PM)stasiunkastephanie Wrote: (26-08-2014, 06:26 PM)Ardhani Muhad Wrote: (26-08-2014, 08:18 AM)Batpod Wrote: (16-06-2013, 12:29 AM)argo_gd Wrote: gaya baru malam selatan itu diambil dr nama apa yah?? Saya juga penasaran nih, soalnya belum ada RF yg menjawab secara eksplisit.
Gaya Baru Malam Selatan=???
Alm. Gaya Baru Malam Utara=???
Saya baca-baca Malabar=Malang-Bandung Raya, tapi perasaan Malabar itu nama gunung di Jawa Barat. Tapi ya kok kebetulan sama 
Pernah baca, dulu Gaya Baru Malam Selatan namanya "Limex Gaja Baru" (Limex=Limited Express). Reka-reka ngawur dari ane, ada beberapa kemungkinan;
Pertama, berdasar kebiasaan dulu yang sering memberi nama rangkaian kereta pake akronim, mungkin kata "Gaja" diambil dari Gubeng Surabaya-Jakarta (e tapi GBMU kan berakhir di pasar turi )
Kedua, mungkin pas jaman GBMS diluncurkan, kata "Gaja" (Gaya) merupakan kata yang populer di jamannya *kemudian jadi ingat iklan permen segitiga dalam kemasan kaleng jaman dulu* *ada yang masih inget ga? hehe

Ketiga, bisa jadi kata "Gaja" berasal dari Gambir-Soerabaja yang akhirnya setelah EYD diresmikan berubah menjadi "Gaya"
Soal kata "Baru" mungkin untuk menegaskan perubahan nama dari kereta Limex, kemudian kata "malam" untuk menunjukkan rangkaian ini melintas pada malam hari. Lalu kata "selatan" untuk menandai kereta ini melintas di lintasan selatan yang juga untuk membedakan dengan GBMU. Sila dikoreksi, lha wong cuma mereka-reka ngawur 
Di forum ini juga, di trit sebelah, pernah dibahas mengenai asal-usul nama Gayabaru. Gayabaru sendiri, seperti yg dijelasin di atas, GAYA emang berasal dari GAmbir-SurabaYA (karena saat itu keberangkatan K3 kebanyakan masih dari GMR). Sedangkan BARU, ini lebih mengacu kepada rangkaian K3 yg sudah menggunakan sistem pengereman baru. Nah, dari situlah didapatkan akronim GAYABARU dari gabungan2 penjelasan di atas.
Ngomong2 soal penamaan KA, saya mencurigai 3 KA berikut:
- Dwipangga
- Kamandanu (alm)
- Sancaka
Kenapa saya curigai? Sebab pada tahun peluncuran 3 KA tsb. bersamaan dg populernya cerita fiksi/legenda asli Indonesia, macam Tutur Tinular dan Gundala Putra Petir. Untuk Dwipangga dan Kamandanu (alm), kita tentu sudah tak asing dengan serial Tutur Tinular, dimana terdapat tokoh bernama Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu, dimana Arya Dwipangga merupakan tokoh antagonis, sedangkan Arya Kamandanu tokoh protagonis. Curiganya, 2 nama itu diluncurkan pada saat boomingnya serial Tutur Tinular, namun dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri diambil dari nama hewan legenda (Dwipangga dari nama gajah, sedangkan Kamandanu dari nama sekumpulan kerbau). Sedangkan untuk Sancaka, siapa yang sudah tak asing dengan Gundala Putra Petir, dimana Sancaka adalah seorang ilmuwan yang dapat berubah wujud menjadi Gundala (seorang superhero). Sedangkan dalam situs PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sancaka merupakan ular naga legenda. Entah mana teori yang benar mengenai penamaan Dwipangga, Kamandanu, ma Sancaka ini... 
maaf, ralat yg dibold..
Cerita tutur tinular itu populer di masyarakat jauh sebelum era KA argo/satwa lahir.. Tutur tinulah mulai muncul di sandiwara radio pada sekitar tahun 1980an dan kemudian mulai difilmkan sekitar akhir 80an s/d awal 90an awal (menghasilkan 4 sekuel).. Sedangkan era KA argo/satwa itu mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 1995an..
FYI aja, hingga saat ini mungkin orang2 lebih kenal kamandanu atau dwipangga itu sbg tokoh2 sentral dalam serial tutur tinular ketimbang pernah jadi nama2 KA tertentu, termasuk sya..
Mungkin maksud si mbak sedang booming itu yg versi sinetronnya karena kebetulan keluarnya sekitar gak lama setelah era KA argo/satwa lahir (tahun 96/97an kalau gak salah).. Tapi tetap, kalau menurut sya tokoh kamandanu dan tokoh dwipangga itu paling mengena di masyarakat pas versi sandiwara radio dan versi 4 sekuel filmnya. Bukan versi sinetronnya..
kunjungi blog saya di sini
|