11-07-2012, 01:22 PM
(11-07-2012, 12:52 AM)Bimantara Wrote:(10-07-2012, 09:18 PM)enrico Wrote: itu cuma rambu2 berupa lampu saja yg otomatis ya...
saya jadi teringat PJL di kalasan sekitar tahun 2002 memakai sistem otomatis menggunakan sensor tekan, terdapat palang pintunya juga, jadi beberapa saat sebelum KA melintas, palang sudah menutup secara otomatis, dan lucunya palang terbuka setelah jeda sekian detik setelah gerbong/kereta lewat.
entah kenapa sekarang PJL tersebut diubah kembali menjadi manual (terdapat pos PJL)
Hemm , kalo menurut analisa saya . Sepertinya tenaga manusia masih lebih baik dibandingkan mesin atau robot . Meskipun zaman sudah modern , hal2 yang manual masih banyak dibutuhkan . Karena mungkin , perawatan mesin sensor dan lain2 lebih mahal bila dibandingkan dengan tenaganya para PJL .
Hanya analisa saya lho ya omm , hehehe
ya mungkin salah satu alasanya itu, tp selain itu mungkin teknologinya masih sering error sehingga rawan kecelakaan.
teknolgi manual nampaknya masih jd nmr 1, mengingat penduduk Indonesia yg sangat bnyk dan membthkan lapangan kerja yg bnyk pula..
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri



![[Image: PICT7616-warn.jpg]](http://i123.photobucket.com/albums/o309/wilapri/MISC-Rail/Warn/PICT7616-warn.jpg)
![[Image: PICT7626-warn.jpg]](http://i123.photobucket.com/albums/o309/wilapri/MISC-Rail/Warn/PICT7626-warn.jpg)
![[Image: PICT7624-warn.jpg]](http://i123.photobucket.com/albums/o309/wilapri/MISC-Rail/Warn/PICT7624-warn.jpg)
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)

