Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Pintu Perlintasan Otomatis
#41
(11-07-2012, 12:52 AM)Bimantara Wrote:
(10-07-2012, 09:18 PM)enrico Wrote: itu cuma rambu2 berupa lampu saja yg otomatis ya...

saya jadi teringat PJL di kalasan sekitar tahun 2002 memakai sistem otomatis menggunakan sensor tekan, terdapat palang pintunya juga, jadi beberapa saat sebelum KA melintas, palang sudah menutup secara otomatis, dan lucunya palang terbuka setelah jeda sekian detik setelah gerbong/kereta lewat.

entah kenapa sekarang PJL tersebut diubah kembali menjadi manual (terdapat pos PJL)

Hemm , kalo menurut analisa saya . Sepertinya tenaga manusia masih lebih baik dibandingkan mesin atau robot . Meskipun zaman sudah modern , hal2 yang manual masih banyak dibutuhkan . Karena mungkin , perawatan mesin sensor dan lain2 lebih mahal bila dibandingkan dengan tenaganya para PJL .

Hanya analisa saya lho ya omm , hehehe Playboy

ya mungkin salah satu alasanya itu, tp selain itu mungkin teknologinya masih sering error sehingga rawan kecelakaan.

teknolgi manual nampaknya masih jd nmr 1, mengingat penduduk Indonesia yg sangat bnyk dan membthkan lapangan kerja yg bnyk pula..
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#42
(10-07-2012, 09:08 PM)wilapri Wrote: Beberapa waktu lalu dalam perjalanan antara Sukorejo ke Bangil,
terlihat sesuatu yang menarik perhatian yang membuat saya berhenti sejenak untuk melihat
dan memotret beberapa frame tentang PJL Otomatis (apakah benar demikian menyebutnya) ...

[spoiler]

[Image: PICT7616-warn.jpg]
Meski sudah tidak pernah terlihat aktif, rambu lalu lintas nya masih menggunakan simbol kereta api lama sebagai peringatan untuk berhati-hati karena mendekati persilangan rel KA dengan jalan raya.
[/spoiler]

[spoiler]

[Image: PICT7626-warn.jpg]
Rambu STOP begitu jelas untuk menghentikan pengendara sebelum perlintasan diperkuat dengan kedipan lampu kuning yang menyala bergantian.
[/spoiler]

[spoiler]

[Image: PICT7624-warn.jpg]
Tampak tiang penyangga solar cell sebagai sumber daya listrik, kotak panel kontrol, lampu peringatan kuning/merah, rambu 'Andreas kruis' dan penunjuk arah datang KA.
[/spoiler]

Mari sama-sama kita jaga peralatan pengaman seperti ini supaya tetap berfungsi dan bermanfaat bagi kita semua ...

keren juga ya, keliatan bersih dan gres tidak seperti perlintasan2 di jakarta yg dekil. tapi kok ndak ada palang penutupnya ya???

perlintasan dengan penjaga aja masih banyak pengendara nakal yg nerobos. apalagi yg otomatis, mungkin bakalan ditabrak lari kali palangnya (kalo ada) kan ndak ada petugas yg melarang. juga lampu2 rambu paling cuma dianggap hiasan semata

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#43
Kapan ya ada perlintasan otomatis yang modelnya kayak di Yogyakarta-Kutoarjo di Bandung
Reply
#44
(11-07-2012, 09:45 PM)POERWOKERTO +75M Wrote:
(10-07-2012, 09:08 PM)wilapri Wrote: Beberapa waktu lalu dalam perjalanan antara Sukorejo ke Bangil,
terlihat sesuatu yang menarik perhatian yang membuat saya berhenti sejenak untuk melihat
dan memotret beberapa frame tentang PJL Otomatis (apakah benar demikian menyebutnya) ...

[spoiler]

[Image: PICT7616-warn.jpg]
Meski sudah tidak pernah terlihat aktif, rambu lalu lintas nya masih menggunakan simbol kereta api lama sebagai peringatan untuk berhati-hati karena mendekati persilangan rel KA dengan jalan raya.
[/spoiler]

[spoiler]

[Image: PICT7626-warn.jpg]
Rambu STOP begitu jelas untuk menghentikan pengendara sebelum perlintasan diperkuat dengan kedipan lampu kuning yang menyala bergantian.
[/spoiler]

[spoiler]

[Image: PICT7624-warn.jpg]
Tampak tiang penyangga solar cell sebagai sumber daya listrik, kotak panel kontrol, lampu peringatan kuning/merah, rambu 'Andreas kruis' dan penunjuk arah datang KA.
[/spoiler]

Mari sama-sama kita jaga peralatan pengaman seperti ini supaya tetap berfungsi dan bermanfaat bagi kita semua ...

keren juga ya, keliatan bersih dan gres tidak seperti perlintasan2 di jakarta yg dekil. tapi kok ndak ada palang penutupnya ya???

perlintasan dengan penjaga aja masih banyak pengendara nakal yg nerobos. apalagi yg otomatis, mungkin bakalan ditabrak lari kali palangnya (kalo ada) kan ndak ada petugas yg melarang. juga lampu2 rambu paling cuma dianggap hiasan semata

Alat itu tersebar banyak di DAOP IX,khususnya jalur Bangil-Pasuruan-Probolinggo, sudah ada sejak tahun 2010 atau 2011 kalo gag salah. Menyusul dipasang adalah jalur Probolinggo Tanggul, tapi gag tau kapan pelaksanaannya

Yang jelas tiap kereta lewat pasti ada alarm plus lampu penunjuk arah kereta akan menyala
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)