Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KLB Presiden
(08-02-2010, 04:55 PM)CC_20413 Wrote:
(08-02-2010, 03:21 PM)cc201_106 Wrote:
(08-02-2010, 12:25 PM)azterix Wrote: yang di pake
kombinasi cc20340-41 ?

3 12 DT pake MU 3 36

yakin bos DTnya pake MU, soalnya yg ane tau dah sekian lama setiap loko yg DT gak pernah lagi pake MU tp ada mass-nya di masing2 loko, walaupun itu lagi dinas KLB RI1


[Image: 21559107994945880990100.jpg]

poto by Abah naga buntet..

[Image: saveourearth_01.png]
Reply
(11-02-2010, 05:46 AM)cc201_106 Wrote:
(08-02-2010, 04:55 PM)CC_20413 Wrote:
(08-02-2010, 03:21 PM)cc201_106 Wrote:
(08-02-2010, 12:25 PM)azterix Wrote: yang di pake
kombinasi cc20340-41 ?

3 12 DT pake MU 3 36

yakin bos DTnya pake MU, soalnya yg ane tau dah sekian lama setiap loko yg DT gak pernah lagi pake MU tp ada mass-nya di masing2 loko, walaupun itu lagi dinas KLB RI1


[Image: 21559107994945880990100.jpg]

poto by Abah naga buntet..

Ciamik bos picnya, baru yakin kalo DTnya pake MU, lagian kalo bawa KLB RI1 loko DT gak pake MU kan bahaya banget. harusnya untuk KA jarak jauh yg menggunakan DT harusnya pake MU biar aman
Reply
Persiapan di Jati-nya ???.... repotttt. tapi hikmahnya yang didapat adalah bahwa perawatan terlihat detail... kinclong bin klimis.
Reply
Pas KLB Kepresidenan pas peresmian jalan tol di Cirebon MUnya jg dipasang kok...
Yg dinasan jg CC 203 36 dan 12...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...
Reply
dibilang bahwa loknya DT & DM (double masinis) / tanpa kabel MU. ini brarti kedua lok mesinnya menyala, padahal lok kedua tanpa menghidupkan mesin pun bisa berjalan dan lebih mudah mengoperasikannya. tul ga!
Keep Fighting Never Give
Reply
(23-02-2010, 11:40 PM)ouilevio Wrote: dibilang bahwa loknya DT & DM (double masinis) / tanpa kabel MU. ini brarti kedua lok mesinnya menyala, padahal lok kedua tanpa menghidupkan mesin pun bisa berjalan dan lebih mudah mengoperasikannya. tul ga!

memang si.........namun ada alasannya lo kenapa 2-2nya dinyalain........
alasannya untuk mengantisipasi bila lok depannya mengalami trouble, jadi sistemnya seperti lok cadangan.........
dolo pernah KLB RI lok depannya mogok, akhirnya ya dicover sama lok belakang yang sudah standby sejak awal.
Kalo misalnya smape berhenti kan malu2in tuh........nanti dikiranya lok2 kita gak handal semua kalo sampe berhenti karena loknya rusak.........

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
ane setuju tuh, dua-duanya menyala tapi lok kedua cukup diposisikan netral saja, yg narik ttp lok pertama.
shg lok kedua langsung sigap manakala lok pertaama trouble.
Keep Fighting Never Give
Reply
(23-02-2010, 11:51 PM)Agung Wrote:
(23-02-2010, 11:40 PM)ouilevio Wrote: dibilang bahwa loknya DT & DM (double masinis) / tanpa kabel MU. ini brarti kedua lok mesinnya menyala, padahal lok kedua tanpa menghidupkan mesin pun bisa berjalan dan lebih mudah mengoperasikannya. tul ga!

memang si.........namun ada alasannya lo kenapa 2-2nya dinyalain........
alasannya untuk mengantisipasi bila lok depannya mengalami trouble, jadi sistemnya seperti lok cadangan.........
dolo pernah KLB RI lok depannya mogok, akhirnya ya dicover sama lok belakang yang sudah standby sejak awal.
Kalo misalnya smape berhenti kan malu2in tuh........nanti dikiranya lok2 kita gak handal semua kalo sampe berhenti karena loknya rusak.........

Jadi sistem DT yang dipakai pada KLB RI (1 dan 2) adalah dua lok aktif dengan lok belakang sebagai lok pendukung/cadangan, tetapi mengapa tidak menggunakan kabel MU?

Bagaimana setting notch dan TM yang diterapkan pada lok belakang yang menjadi lok cadangan tsb? Apakah tetap dalam posisi N (netral) selama dinasan?

Adakah rencana untuk mengganti kedua lok KLB-nya dengan CC 204 batch II yang berhidung miring?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
(24-02-2010, 07:23 AM)Charles Wrote:
(23-02-2010, 11:51 PM)Agung Wrote:
(23-02-2010, 11:40 PM)ouilevio Wrote: dibilang bahwa loknya DT & DM (double masinis) / tanpa kabel MU. ini brarti kedua lok mesinnya menyala, padahal lok kedua tanpa menghidupkan mesin pun bisa berjalan dan lebih mudah mengoperasikannya. tul ga!

memang si.........namun ada alasannya lo kenapa 2-2nya dinyalain........
alasannya untuk mengantisipasi bila lok depannya mengalami trouble, jadi sistemnya seperti lok cadangan.........
dolo pernah KLB RI lok depannya mogok, akhirnya ya dicover sama lok belakang yang sudah standby sejak awal.
Kalo misalnya smape berhenti kan malu2in tuh........nanti dikiranya lok2 kita gak handal semua kalo sampe berhenti karena loknya rusak.........

Jadi sistem DT yang dipakai pada KLB RI (1 dan 2) adalah dua lok aktif dengan lok belakang sebagai lok pendukung/cadangan, tetapi mengapa tidak menggunakan kabel MU?

Bagaimana setting notch dan TM yang diterapkan pada lok belakang yang menjadi lok cadangan tsb? Apakah tetap dalam posisi N (netral) selama dinasan?

Adakah rencana untuk mengganti kedua lok KLB-nya dengan CC 204 batch II yang berhidung miring?
Mestinya ... pantesnya ... ya diganti dengan lok keluaran terbaru ... ya C 204, dari segi teknologinya kan lebih canggih ... untuk orang no 1 gitu lho ...
Reply
untuk posisi lok belakang si gak selamanya di N, tugasnya selain sebagai lok cadangan ya juga sebagai lok bantu, jadi lok belakang juga membantu tenaga sedikit agar beban yang ditarik lok depan tidak bertambah.
Namun dalam Standar Operasional untuk KLB RI 1 mengharuskan 2 lok itu di MU, buktinya bisa anda lihat sendiri dalam foto bravo CC201_106.

Kalo untuk diganti ke CC204 rasa2nya si tidak dah, karena akselerasi CC204 kalah jauh dibandingkan CC203 meskipun pernah juga menggunakan CC204 dalam perjalanan KLB RI 1, namun itu sudah lama sekali......

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)