Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(10-05-2010, 02:53 PM)sepur_lori Wrote: (10-05-2010, 02:36 PM)chupink Wrote: (07-05-2010, 05:43 AM)stasiunkastephanie Wrote: Nah, ini dia yang selama ini ane cari2. 
Ternyata rel yang bercabang ke selatan dari sta. Bojonegoro itu milik Perhutani, ya?
Tapi, saya mau revisi dulu.
Sebenarnya, jika diliat dari simbah Google Earth/Maps, jalurnya tidak menuju ke Nganjuk, tapi ke Ploso di Jombang. Mungkin akan saya beri gambarnya biar jelas. (spoiler mode: on)
[spoiler]
kapanlagi
20091203142447_jelas_3_4b1767bf40ebe-t.JPG
[/spoiler]
[spoiler]
kapanlagi
20091203141908_jelas_2_4b17666cde068-t.JPG
[/spoiler]
loh emang ada weselnya ya sm jalurnya kai???
stau ane jalurnya kai sm perhutani tu ga pnh nyambung (mohon koreksinya klo slh)
jalur perhutani tu gk nyambung ama jalurnya kai, jdi jalur milik sendiri. emang letaknya tu di selatan stasiun bodjonegoro.
Kalo menurut analisis saya, mungkin jalur ini memotong rel Jombang-Babat di Ploso (seperti halnya rel lori tebu kebanyakan) & relnya memang tidak pernah bertemu dengan rel PT KA di Bojonegoro, akan tetapi ketika melihat simbah Google Maps/Earth, ternyata rel ini ada terusannya sampai beberapa km sebelah timurnya jalan raya Jombang-Ploso-Babat, tapi untuk masalah ini saya harus menelitinya lebih lanjut.
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
Saya ingin menambahkan, karena saya pernah membahas jalur ini Januari 2009 bersamaan dengan jalur mati sekitar Tangerang dan Serpong.
Hampir semua jalur Perhutani tersambung dengan jalur maskapai SS dan maskapai SJS. Hal ini dilakukan supaya mempermudah perpindahan kayu dari lori ke gerbong datar untuk selanjutnya dikirim ke tujuan. Contohnya di Cepu, ada bekas jalur penghubung dari Perhutani ke SJS dan SS. Selain di Cepu, juga banyak jalur perhutani yang saling tersambung dengan SJS di daerah Blora, Kunduran, Doplang, dll.
Berikut saya lampirkan pembahasan saya sekitar Bojonegoro
Selain foto-foto loko dari Pak Rob, Kang Bas juga pernah mendokumentasikan jalur ini dalam pembahasan saya tersebut.
Untuk foto dari Kang Bas, silahkan hubungi beliau.
(10-05-2010, 02:53 PM)sepur_lori Wrote: (10-05-2010, 02:36 PM)chupink Wrote: (07-05-2010, 05:43 AM)stasiunkastephanie Wrote: Nah, ini dia yang selama ini ane cari2. 
Ternyata rel yang bercabang ke selatan dari sta. Bojonegoro itu milik Perhutani, ya?
Tapi, saya mau revisi dulu.
Sebenarnya, jika diliat dari simbah Google Earth/Maps, jalurnya tidak menuju ke Nganjuk, tapi ke Ploso di Jombang. Mungkin akan saya beri gambarnya biar jelas. (spoiler mode: on)
[spoiler]
kapanlagi
20091203142447_jelas_3_4b1767bf40ebe-t.JPG
[/spoiler]
[spoiler]
kapanlagi
20091203141908_jelas_2_4b17666cde068-t.JPG
[/spoiler]
loh emang ada weselnya ya sm jalurnya kai???
stau ane jalurnya kai sm perhutani tu ga pnh nyambung (mohon koreksinya klo slh)
jalur perhutani tu gk nyambung ama jalurnya kai, jdi jalur milik sendiri. emang letaknya tu di selatan stasiun bodjonegoro.
Posts: 133
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
3
oh gtu,, jadi pernah bersambung ya...
btw tu relnya tipe berapa si? 
yang jelas dulu pas lwt situ bantalannya berantakan gitu, ga rapih, cuma kayak kayu dipotong2...
Posts: 1,813
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
23
(11-05-2010, 11:30 AM)chupink Wrote: oh gtu,, jadi pernah bersambung ya...
btw tu relnya tipe berapa si? 
yang jelas dulu pas lwt situ bantalannya berantakan gitu, ga rapih, cuma kayak kayu dipotong2...
ya kalau relnya tu ikut sama rel yg pd waktu itu digunakan sama jawatan perkeretaapian terkait, misalnya SCS pakai R42 trus bantalannya dari kayu jati, perhutani bodjonegoro ikut menggunakan jns rel dan bantalan rel tsb.
mungkin karena lama tdk digunakan jadi dibiarkan berserakan tnp ada perhatian dari perhutani setempat
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
12-05-2010, 10:15 AM
(This post was last modified: 12-05-2010, 10:18 AM by spoorweg maatschappij.)
Jalur ini seharusnya dapat dikembangkan menjati jalur wisata seperti di Cepu. Karena daerah ini tidak banyak penduduk. Biaya untuk menghidupkan lokomotif diesel lebih rendah dibandingakan menghidupkan lokomotif uap. Wisata logging railroad biasa ditemukan di Australia dan USA dengan memanfaatkan ex rel perhutanan yang sudah mati.
Ni beberapa foto dari Kang Bas tentang jalur perhutani Bojonegoro. (Kang Bas, mohon ijin pakai gambarnya untuk pencerahan teman-teman).
Foto 1 & 2, bekas perlintasan sebidang, jalur barat, di jalan raya Bojonegoro-Nganjuk. (Image 005 & 007)
Foto 3 & 4, bekas lintasan rel yang memotong jalan. Di sini biasa dijadikan halte pemberhentian, untuk naik lori kayu, dari dan menuju Bojonegoro. (Image 009 & 011)
 <img src='http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png'>
Lanjutan
foto 5,6,7, bekas jembatan rel perhutani, diatas sungai Pacal, tidak jauh dari lokasi foto 3 & 4. (Image 013, 015, dan 017)
Posts: 253
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
2
mau tanya lebar gaugenya berapa ya...???
Posts: 83
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
2
(12-05-2010, 11:23 AM)Den Baguse Wrote: mau tanya lebar gaugenya berapa ya...???
Karena tersambung dengan SS, maka seperti Cepu yaitu 1067 dengan rel R25 karena tidak pernah diganti sejak awal.
Posts: 133
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
3
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
wah, kenapa gak di hidupin buat KA pnp sekalian yak???
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 1,813
Threads: 0
Joined: Mar 2010
Reputation:
23
(25-05-2010, 03:23 PM)enrico Wrote: wah, kenapa gak di hidupin buat KA pnp sekalian yak???
Kalau buat wisata kehutanan bisa mas, kan yg punya jalur tu Perhutani Bojonegoro. Tinggal terserah ama managemennya aja, mau dihidupin apa enggak.
|