Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Wonogiri
KA Feeder Solo-Wonogiri tambah gerbong

4 September 2010

Sukoharjo (Espos)--PT Kereta Api (Persero) Daop VI Yogyakarta Stasiun Sukoharjo siap melayani para pemudik pada Lebaran kali ini.

KA Feeder jurusan Solo-Wonogiri yang melintas di Stasiun Sukoharjo kini bertambah dari semula satu gerbong menjadi dua gerbong.

Kepala Perjalanan Kereta Api Stasiun Sukoharjo, Djoko Rahmanto menyatakan penambahan gerbong itu sudah dimulai sejak 31 Agustus lalu.

Rencananya, dua gerbong yang ditarik dengan KA Feeder itu akan dioperasikan hingga 30 September mendatang atau sekitar 20 hari seusai Lebaran.

“Penumpang KA dari Jakarta yang beralih ke KA Feeder Solo-Wonogiri yang turun di Stasiun Sukoharjo meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” tukas Djoko saat dijumpai Espos di Stasiun Sukoharjo, Sabtu (4/9).

hkt

http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/ka...bong-48206

Feeder diminta tambah gerbong barang


14 Juni 2010


Solo (Espos)–Kereta api feeder Solo-Wonogiri diminta menambah kapasitas gerbong yakni gerbong barang.

Permintaan ini disampaikan oleh komunitas pecinta sepeda atau yang sering dikenal Goes, mengingat tren bersepeda Solo-Wonogiri yang saat ini dinilai ramai bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata di antara rute Solo-Wonogiri tersebut.

Gerbong barang tersebut, bisa dimanfaatkan para pecinta Goes untuk mengangkut sepeda setelah sebelumnya mereka melakukan perjalanan jauh menuju Wonogiri dengan bersepeda.

Seperti disampaikan Koordinator Elbros, Luwarno. Di mana, pada akhir pekan lalu sebanyak 39 anggota Elbross mengadakan perjalanan ke Wonogiri. Ketika akan memanfaatkan feeder untuk kembali ke Solo, justru dilarang oleh petugas kereta api di Stasiun Wonogiri. “Kami akan pulang ingin memakai kereta api tapi katanya dilarang, karena tidak ada aturan sepeda naik feeder. Karena tidak ada aturannya itu justru kami mempertanyakan. Kami ingin, kalau bisa ke depannya feeder bisa menambah gerbong barang yang bisa dimanfaatkan para pehobi atau orang-orang yang membawa barang bawaan dengan kapasitas besar.”

haw
http://www.solopos.com/2010/ekonomi-bisn...rang-25877
.
Reply
(05-09-2010, 09:04 PM)animaX Wrote: KA Feeder Solo-Wonogiri tambah gerbong

4 September 2010

Sukoharjo (Espos)--PT Kereta Api (Persero) Daop VI Yogyakarta Stasiun Sukoharjo siap melayani para pemudik pada Lebaran kali ini.

KA Feeder jurusan Solo-Wonogiri yang melintas di Stasiun Sukoharjo kini bertambah dari semula satu gerbong menjadi dua gerbong.

Kepala Perjalanan Kereta Api Stasiun Sukoharjo, Djoko Rahmanto menyatakan penambahan gerbong itu sudah dimulai sejak 31 Agustus lalu.

Rencananya, dua gerbong yang ditarik dengan KA Feeder itu akan dioperasikan hingga 30 September mendatang atau sekitar 20 hari seusai Lebaran.

“Penumpang KA dari Jakarta yang beralih ke KA Feeder Solo-Wonogiri yang turun di Stasiun Sukoharjo meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” tukas Djoko saat dijumpai Espos di Stasiun Sukoharjo, Sabtu (4/9).

hkt

http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/ka...bong-48206

Feeder diminta tambah gerbong barang


14 Juni 2010


Solo (Espos)–Kereta api feeder Solo-Wonogiri diminta menambah kapasitas gerbong yakni gerbong barang.

Permintaan ini disampaikan oleh komunitas pecinta sepeda atau yang sering dikenal Goes, mengingat tren bersepeda Solo-Wonogiri yang saat ini dinilai ramai bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata di antara rute Solo-Wonogiri tersebut.

Gerbong barang tersebut, bisa dimanfaatkan para pecinta Goes untuk mengangkut sepeda setelah sebelumnya mereka melakukan perjalanan jauh menuju Wonogiri dengan bersepeda.

Seperti disampaikan Koordinator Elbros, Luwarno. Di mana, pada akhir pekan lalu sebanyak 39 anggota Elbross mengadakan perjalanan ke Wonogiri. Ketika akan memanfaatkan feeder untuk kembali ke Solo, justru dilarang oleh petugas kereta api di Stasiun Wonogiri. “Kami akan pulang ingin memakai kereta api tapi katanya dilarang, karena tidak ada aturan sepeda naik feeder. Karena tidak ada aturannya itu justru kami mempertanyakan. Kami ingin, kalau bisa ke depannya feeder bisa menambah gerbong barang yang bisa dimanfaatkan para pehobi atau orang-orang yang membawa barang bawaan dengan kapasitas besar.”

haw
http://www.solopos.com/2010/ekonomi-bisn...rang-25877


Suatu ide yang bagus dan ini belum pernah terpikir untuk menggandeng gerbong barang..padahal kalau di beri gerbong barang pasti banyak manfaatnya..harus di coba..karena kiriman barang dari dan ke wonogiri sangat banyak...terutama dari jakarta.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(05-09-2010, 09:23 PM)eko winarno Wrote:
(05-09-2010, 09:04 PM)animaX Wrote: KA Feeder Solo-Wonogiri tambah gerbong

4 September 2010

Sukoharjo (Espos)--PT Kereta Api (Persero) Daop VI Yogyakarta Stasiun Sukoharjo siap melayani para pemudik pada Lebaran kali ini.

KA Feeder jurusan Solo-Wonogiri yang melintas di Stasiun Sukoharjo kini bertambah dari semula satu gerbong menjadi dua gerbong.

Kepala Perjalanan Kereta Api Stasiun Sukoharjo, Djoko Rahmanto menyatakan penambahan gerbong itu sudah dimulai sejak 31 Agustus lalu.

Rencananya, dua gerbong yang ditarik dengan KA Feeder itu akan dioperasikan hingga 30 September mendatang atau sekitar 20 hari seusai Lebaran.

“Penumpang KA dari Jakarta yang beralih ke KA Feeder Solo-Wonogiri yang turun di Stasiun Sukoharjo meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” tukas Djoko saat dijumpai Espos di Stasiun Sukoharjo, Sabtu (4/9).

hkt

http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/ka...bong-48206

Feeder diminta tambah gerbong barang


14 Juni 2010


Solo (Espos)–Kereta api feeder Solo-Wonogiri diminta menambah kapasitas gerbong yakni gerbong barang.

Permintaan ini disampaikan oleh komunitas pecinta sepeda atau yang sering dikenal Goes, mengingat tren bersepeda Solo-Wonogiri yang saat ini dinilai ramai bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata di antara rute Solo-Wonogiri tersebut.

Gerbong barang tersebut, bisa dimanfaatkan para pecinta Goes untuk mengangkut sepeda setelah sebelumnya mereka melakukan perjalanan jauh menuju Wonogiri dengan bersepeda.

Seperti disampaikan Koordinator Elbros, Luwarno. Di mana, pada akhir pekan lalu sebanyak 39 anggota Elbross mengadakan perjalanan ke Wonogiri. Ketika akan memanfaatkan feeder untuk kembali ke Solo, justru dilarang oleh petugas kereta api di Stasiun Wonogiri. “Kami akan pulang ingin memakai kereta api tapi katanya dilarang, karena tidak ada aturan sepeda naik feeder. Karena tidak ada aturannya itu justru kami mempertanyakan. Kami ingin, kalau bisa ke depannya feeder bisa menambah gerbong barang yang bisa dimanfaatkan para pehobi atau orang-orang yang membawa barang bawaan dengan kapasitas besar.”

haw
http://www.solopos.com/2010/ekonomi-bisn...rang-25877

Suatu ide yang bagus dan ini belum pernah terpikir untuk menggandeng gerbong barang..padahal kalau di beri gerbong barang pasti banyak manfaatnya..harus di coba..karena kiriman barang dari dan ke wonogiri sangat banyak...terutama dari jakarta.

Cocoknya wkt mudik lebaran ini tambah gerbong B (bagasi) bisa amot banyak komoditas mudik spt motor, TV dll. Tapi kalau hari2 biasa ya sepi ...
Reply
koq cuma tambah jadi 2 gerbong...

tahun2 lalu biasanya malah bawa 3 gerbong tuh...



apalagi kasih bagasi buat barang...
biar tambah panjang rangkaiannya.... Big Grin
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
nanti kalo panjang rangkaiannya mlh bukan KA feeder lg Ngakak
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
(06-09-2010, 12:16 PM)enrico Wrote: koq cuma tambah jadi 2 gerbong...

tahun2 lalu biasanya malah bawa 3 gerbong tuh...



apalagi kasih bagasi buat barang...
biar tambah panjang rangkaiannya.... Big Grin

Bengawan extra tidak ada feedernya nih?
.
Reply
Edisi : Selasa, 07 September 2010 , Hal.V
20 Perlintasan KA tak berpalang dipasangi rambu

Sukoharjo (Espos) Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo memasang rambu-rambu peringatan di 20 lokasi perlintasan kereta api (KA) tak berpalang di Kabupaten Sukoharjo.

Kabid Lalu Lintas Dishubinfokom Sukoharjo, Darsono mewakili Kepala Dishubinfokom Sukoharjo, Rusmanto menjelaskan pemasangan rambu-rambu peringatan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan, terutama bagi para pemudik yang belum mengetahui medan jalan.

“Di Sukoharjo ada sekitar 44 perlintasan KA tanpa palang pintu. Pemasangan rambu-rambu itu baru dilakukan di 20 titik,” beber Darsono saat dijumpai wartawan di Kantor Dishubinfokom Sukoharjo, Senin (6/9).

Dia menambahkan, 20 lokasi perlintasan KA tak berpalang pintu tersebut ramai dilalui pengendara. Oleh karena itu, Dishubinfokom memfokuskan pemasangan rambu-rambu peringatan itu pada 20 perlintasan tersebut.

“Masing-masing perlintasan, kami pasang dua rambu-rambu peringatan. Jadi ada 40 rambu-rambu yang sudah kami pasang. Yang terdiri atas rambu-rambu peringatan tanda bahaya berupa gambar tanda seru dan peringatan bergambar kereta api,” tutur Darsono.

Rawan Laka

Perlintasan KA tanpa palang pintu yang ramai dilalui kendaraan itu, antara lain berada di Jalan Raya Palur Mojolaban di Dukuh Jogobondo, Palur, Mojoloban. Darsono menambahkan di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga diperlukan peringatan khusus untuk menambah tingkat kewaspadaan pengguna jalan.

Selain itu, pemasangan rambu-rambu juga dilakukan di perlintasan KA Desa Trangsan, Kecamatan Gatak; Desa Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo serta Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban. Meski tidak ada petugas khusus yang berjaga selama 24 jam di perlintasan tersebut, akan tetapi Dishubinfokom akan mengontrol kawasan tersebut. “Tidak ada petugas yang khusus menjaga perlintasan itu. Petugas Dishubinfokom habis diterjunkan ke beberapa tempat,” tukas Darsono.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono melalui Kasatlantas AKP Y Iwan K Irianto mengatakan polisi telah berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pengamanan perlintasan KA tak berpalang. - Oleh : hkt SOLOPOS Edisi Cetak
.
Reply
Quote:BB30013 mogok beberapa waktu yang lalu.


[Image: 27mogok1com.jpg]
Foto oleh SOLOPOS


Di Stasiun Wonogiri, Penumpang ke Jakarta Meningkat

Selasa, 07/09/2010 09:00 WIB - son

HARIAN JOGLOSEMAR

WONOGIRI—Kalau di Terminal Induk Giriadipura Wonogiri jumlah pemudik terasa makin bertambah, kondisi sebaliknya justru terjadi di Stasiun Wonogiri. Makin mendekati Lebaran, Stasiun Wonogiri jumlah penumpang yang hendak bertolak ke Jakarta mengalami kenaikan. Kebanyakan dari mereka adalah para pedagang bakso dan mi ayam.

Kepala Stasiun Wonogiri Kota, Budi Santoso Senin (6/9) kemarin mengungkapkan, kondisi tersebut sebenarnya merupakan fenomena tahunan. “Mereka biasanya akan kembali setelah Lebaran usai. Rata-rata per hari ada 30-an penumpang yang menuju ke Jakarta. Selain pedagang mi bakso, ada pula beberapa penjual jamu,” terang dia.

Sumarmi (30), warga asal Pokoh, Wonogiri yang kebetulan tengah membeli karcis mengatakan, dirinya akan ke Jakarta berjualan bakso dan mi ayam. Suaminya sendiri sudah dua bulan belum pulang dan kini dia menyusul ke sana dengan satu pembantu untuk berjualan.

“Kembali paling sepuluh hari setelah Lebaran. Ndak tahu ikut nyoblos di Pilkada atau tidak. Cari uang dulu di sana. Lebaran masih jualan,” akunya.
Sementara itu, stasiun akan bertambah ramai lagi saat sesudah Lebaran. Pemudik yang nantinya akan kembali ke perantauan biasanya akan memilih untuk naik kereta api. Kereta api yang ada di stasiun ini adalah kereta api Senja Bengawan kelas Ekonomi. Dengan tarif ke Jakarta (Jatinegara, Manggarai, Tanah Abang) Rp 39.000 untuk dewasa dan Rp 31.500 untuk anak-anak.

“Karena itu tahun lalu kami sampai menolak penumpang karena sudah melebihi daya tampung. Saat mudik, harga tiket bis bisa sampai sekitar Rp 200.000 orang. Sementara untuk di sini tidak mengalami kenaikan. Maka banyak yang naik kereta saat arus balik,” tambahnya.

Bagi penumpang yang naik KA menuju Wonogiri, setelah berhenti di Stasiun Purwosari Solo, lebih memilih turun dan naik bus ke Wonogiri. Maklum, pengerjaan mengganti ukuran rel dan bantalan rel belum bisa rampung tahun ini. (son)

Linmas Disiagakan di Perlintasan KA Tanpa Palang

Selasa, 07/09/2010 09:00 WIB - mur

HARIAN JOGLOSEMAR

PASAR KLIWON—Setidaknya, ada tujuh hingga delapan perlintasan kereta api di Solo yang rawan kecelakaan. Hal ini dikarenakan, perlintasan tersebut tak dilengkapi dengan palang kereta dan petugas yang melakukan penjagaan.

Hal inilah yang diutarakan oleh Kepala Unit Pelayanan Perhubungan (UPP) Wilayah Solo Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo), Djoko Widodo kepada wartawan di kantornya. Untuk itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Solo untuk mengantisipasi hal itu pada saat arus mudik 2010 ini.

“Kalau di Solo, ada sekitar tujuh atau delapan perlintasan kereta api yang tak ada palangnya. Tak hanya itu, di sana juga tak ada petugas yang memantau dan menjaga perlintasan tersebut. Saat ini, telah ada beberapa personel Linmas yang diterjunkan untuk mengamankan arus mudik di tempat tersebut,” jelas Djoko, Senin (6/9).

Semua perlintasan kereta api tanpa palang tersebut, terletak antara Stasiun Purwosari hingga wilayah Sangkrah.
Namun, pihaknya dapat memastikan, telah ada antisipasi dari pemangku wilayah setempat. Sehingga pemudik sangat terbantu dengan petugas tersebut.

Sementara itu, Lurah Sangkrah, Mahendra Nugrahadi menyatakan, telah siap mengantisipasi arus mudik di Solo.

“Wilayah kami menjadi jalur alternatif warga yang tak ingin terjebak kemacetan di Jalan Kapten Mulyadi. Dan yang menjadi salah satu titik perhatian kami adalah perlintasan kereta api tanpa palang di Demangan. Untuk itu, kami menurunkan dua personel Linmas untuk melakukan penjagaan,” terangnya. (mur)

Heransampai tidak muat, Feeder perlu tambah gerbong banyak nih, ditarik loko CC Ngakak
.
Reply
[quote='animaX' pid='188544' dateline='1283831377']
Quote:BB30013 mogok beberapa waktu yang lalu.


[Image: 27mogok1com.jpg]
Foto oleh SOLOPOS

wah tambah buluk aja tuh loko...
kapan di PA lg...
mending BB300 yg di kutoarjo aja di nes wonogiri...
lebih kinclong...Xie Xie

Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
(07-09-2010, 02:08 PM)enrico Wrote: [quote='animaX' pid='188544' dateline='1283831377']
Quote:BB30013 mogok beberapa waktu yang lalu.


[Image: 27mogok1com.jpg]
Foto oleh SOLOPOS

wah tambah buluk aja tuh loko...
kapan di PA lg...
mending BB300 yg di kutoarjo aja di nes wonogiri...
lebih kinclong...Xie Xie

masih kinclong BB30029 ya?Big Grin
.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)