Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penertiban Penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu Ricuh
#21
(13-05-2011, 01:04 PM)dtRAiNeR Wrote: Sekarang sudah tanggal 13 Mei 2011...

Bagaimana, apakah rencana penyemprotan sudah diberlakukan (dan sudah ada korban yg pantas - baca: atapers)? Atau masih ditunda?

Jadi penasaran nih perkembangannya, moga-moga dengan adanya aturan-aturan tegas (terlepas dari berapa nilai keefektifannya) spesies Ataperis sp. bakal bener-bener punah dari muka bumi!

Terakhir lihat KRL feat. atapers pas tanggal 04 Mei di Gambir, itu sudah jam 7 malam tapi tetep aja di setiap gerbong, dari depan sampai belakang, dijejali atapers... Weleh weleh, KRL beginian, lewat di stasiun utama, khusus kelas eksekutif dan bisnis "plus" pula...

Sudah dilaksanakan Mas, dan hasilnya: alat semprot dan pos PJL dekat stasiun Kalibata rusak karena "diserang balik" oleh atapers.
Akhirnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan evaluasi terhadap program cat semprot ini...

[spoiler=sumber]url=http://www.detiknews.com/read/2011/05/13/122011/1638980/10/program-cat-semprot-bagi-penumpang-atap-krl-dievaluasi?9911032[/spoiler]
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#22
Manggarai diserang
http://metro.vivanews.com/news/read/2201...rencanakan
Reply
#23
(13-05-2011, 02:08 PM)hujanturun Wrote: Manggarai diserang
http://metro.vivanews.com/news/read/2201...rencanakan

Duh koq jadi gini ya...?Sedih

Setiap kebijakan yang diambil untuk mengatasi masalah tanpa mencoba mengatasi akar permasalahan tersebut hasilnya ya jadi begini nih....
Masalah utamanya apa sih sebenarnya? Demand yang lebih besar daripada supply... mbok ya itu dulu yang dibenahi. Pengguna KRL sebagian besar adalah rakyat kecil yang berprinsip "uyek-uyekan ora opo2 sing penting katut", artinya mereka tidak memikirkan kenyamanan dan keamanan yang penting bisa terangkut menuju tempat aktivitas mereka. Jadi perbanyaklah KRL ekonomi yang murah, meriah (dan bersubsidi), jangan hanya mengejar keuntungan dengan memperbanyak KA ekspress.

Just my 2 cents...
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
#24
Baca yg ada di page ke-2 thread ini...

Saya jadi bertanya-tanya... Apa perlu "disemprot" pake peluru beneran ya baru kapok?

Tapi, mo bagaimana lagi? Pake cara beradab (razia) salah, pake cara setengah beradab (semprotan tinta warna), eh dibalas pake cara (maaf) biadab, masak ya PT KCJ sebagai pengelola KRL harus ikut-ikutan biadab kayak mereka (penumpang) yg tidak terpelajar, bisanya cuma nyari apa yg "enak" buat mereka, dan saat "kesenangan" mereka itu diusik (padahal demi keselamatan mereka sendiri lho) eh bukannya berterima kasih, malah melempari dengan batu...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#25
Bentuknya semprotan tinta dibuat aja sama kaya Machine gun ato AK-47.... ato atap keretanya dikasi setrum AC 5 Volts aja, agak senggring2 tapi ga berbahaya... sekedar buat mereka takut...
Reply
#26
Saya sudah muak lihat kelakuan kambing / monyet biadab yg merusak. Terutama stelah PLH (termasuk menurut sya) di MRI.

saran saya buat pt KCJ :


1. Tinggi kabel LAA diturunkan serendah mungkin.

2. Remajakan atau perbaiki armada KRL eko yang ada. Perbaiki pintu otomatis yg ada. Supaya tidak ada yg bergelantungan

3. Akselerasi dan kecepatan KRL ditingkatkan. Jangan berikan kenyamanan pada penumpang yg berada di luar krl.

4. (andai) dibuatkan sistem subway seperti di luar negeri. Atau khusus untuk KRL dibuatkan Peron yang memiliki terowongan (dari beton).
(supaya tidak bisa naik ke atap karena terowongan yg ngepas dgn ukuran kereta)

5. ambil foto wajah pelanggar yg tertangkap. Lalu pajang di setiap stasiun dan publikasikan di website.

6. Tumpas para pengamen, pengemis, tukang sapu, juga asongan yg berada di dalam krl. Karena jumlah mereka saya yakin jika dikumpulkan dalam 1 rangkaian akan memakan 3-4 gerbong dari 8 gerbong yg ada

7. Tanam di atap gerbong semacam pecahan beling. Bisa juga dgn mengalirkan arus listrik kejut (minimal ky raket nyamuk)

8. Setiap PJL atau 300 meter sebelum stasiun pasang semacam plang baja atau beton(seperti penunjuk arah di jalan raya. Hanya ini mengikuti bentuk atap, tetapi di tengahnya disesuaikan untuk pantograf)
supaya yg menumpang diatap berpikir 1000 x. Kecuali ya dia mau mati krn cium tembok dadakan di kecepatan tinggi.


10. Tambah unit armada baru. Karena untuk menambah panjang rangkaian menurut saya tidak mungkin. Sebab banyak stasiun yg memiliki peron pas2an

11. khusus untuk penumpang terutama atapers. Kalo mau dapat tempat harusnya berangkat lebih pagi. Bukan datang disaat2 rush hour. Tentang kasus dipecat karena telat ya itu salah sendiri. Kenapa berangkat di jam sibuk?


segini dulu. Mudah2an bermanfaat
Reply
#27
(11-05-2011, 09:17 PM)Dana Komuter Wrote:
(10-05-2011, 06:38 PM)fahrizal Wrote: saran pencegahannya :
1.segera adakan uji coba eticket...sehingga tak ada lagi yg tanpa tiket dapat masuk ke areal sta,termasuk yg berseragam dll
2.tutup segera jalan2 tikus atau di beri penjaga..
3.benahi sta sehingga mendukung wilayah sta menjadi steril seperti bandara..
4.lumuri atap gerbong dg oliesehingga tak bisa dinaiki para atapers
5.semprot para atapers dg cairan yg bau busuk baik dibuat secara kimia atau ikan busuk dll...sehingga kapok..
6.atur ulang jadwal KA sehingga uptodate...misal jam sibuk lebih rapat dan jam2 kosong dijarangin

Menjawab :
No. 1 > Buswae azzaaa dah gak gunain apa itu ticketing melainkan karcis kertas... Gimana bisa go green??
No. 2 > Bakalan ada oknum belas kasih mempersilahkan org2 tertentu bebas berkeliaran lewat jalan pintas donk....
No. 3 > Yah.... setidaknya bisa dalam wujud pembuktian di stasiun Jurang Mangu, Tj. Barat dan Sudirman utk di Jabodetabek.
No. 4 > Hmm.... Kalo dah kering, palingan cuma durasi bbrp menit bisa dinaikin lagi... Misal dilumurin pukul. 06.00 pas jam2 sibuk, apa bisa bertahan 3 jam atau 2 jam aja deh si oli itu masih basah... Kalo dah gak licin alias kering... Pd naek lg deh....
Gak bakal setibanya misal di st. Jakk sbg stasiun akhir pr petugas melumuri lg. Soalnya jeda wkt kedatangan dg keberangkatannya lagi khan minimal 10 menit kemudian...
No. 5 > Pengadilan Negeri yang akan berbicara nantinya. Dah banyak kasus masinis dan petugas PJL masuk bui, yg ini malah petugas goatbuster / pemburu kambingers masuk bui... Huuuhhh....
No. 6 > Bagaikan menumpukkan buku ke sebuah rak buku sampai bejubel sampai sudak tidak muat dimasukin / dideretin lagi ke rak tsb. Kalo dah sesak, pasti sulit utk nyari rak lagi. Kalo pun ada, rak yg ke-2 itu ibarat sudah bukan jam2 sibuk lg alias di atas jam 9 pagi.


1.yg salah itu sistem eticket nggak jalan,penghematan (karcis cetak lebih murah lho).,atau ada maksud agar jumlah penumpang tak bisa dilacak, ..dicoba saja belom kok...padahal sudah bbrp tahun
2.ya itulah win win untuk diri sendiri..lihat saja ada warung nempel di pagar
belum lagi sanak famili yg mau nunut.....semua tergantung niat dan itikadnya.
3.kok di bandara itu bisa ya...padahal pekarangannya lebih luas????
4. pernah lihat pohon pinang yg dilumuri alie/gemuk...ini bahkan tahan sampai 17 agustus yad?????....tentu trial-error sehingga didapat formula campuran yg tepat..
5.kalau hanya 1 nozel di setiap sta....pasti kalah dg puluhan/ratusan ataper....survey ke damkar alat apa yg cocok..
6.yang sekolah atau periuk nasinya di ka tentu sudah tahu bagaimana mengatur head awaynya se dekat mungkin. di saat jam2 sibu...
penumpang yg awam..biasanya hanya tahu..kok yg kelas rendah dihilangkan..atau di gabung bbrp rangkaian..karena karcisnya hanya 2 ribu..dibandingkan dg 9 rb dll..
( saya pernah naik ka ke boghor, 3 set dibanung jadi satu... ke bgr dari tebet > 2 jam,setelat cilebut kereta ngos2an.berjlan lambat sekali (nanjak ke bgr)..
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#28
(13-05-2011, 02:59 PM)MakSaa Wrote: Setiap kebijakan yang diambil untuk mengatasi masalah tanpa mencoba mengatasi akar permasalahan tersebut hasilnya ya jadi begini nih....
~edited
Just my 2 cents...
ini dia komentar yang paling bijak... sangat tepat mas... dan hasilnya adalah dengan timbulnya masalah baru..... saya secara pribadi cukup menghargai upaya KCJ untuk mendisiplinkan penumpang..... namun sangat disesalkan KCJ hanya berupaya mendisiplinkan penumpang... tapi dia sendiri ngga mau mendisiplinkan diri sendiri contohnya:
- KRL ekonomi pada jam pagi jumlahnya dikit banget
- KRL ekonomi panas sering didiskon dan dibatalkan ..... apakah itu salah satu cara memaksa penumpang untuk naek ekonomi AC yang mahal?????? menurut ane ekoAC itu ngga worthed.. karena ngga ada keunggulannya sama sekali dibanding ekonomi panas... AC ga kerasa, sama2 penuh, sama2 lambat... cuman beda bentuk fisik doank..... beda dgn express... ane ga bilang express mahal, karena keunggulannya jelas, pada waktu tempuh..
-KCJ juga sering mengabaikan hak2 penumpang, padahal penumang telah menyelesaikan kewajibanya secara penuh, contoh... KRL suka dibatalin seenaknya... bahkan expres sekalipun... apalagi ngaret.... kalo krl tepat waktu mah... malah ajaibBethe
- ada gangguan ga pernah diumumin..... apa gunanya speaker di dalam kabin???

nah kalo KCJ mau mendidiplinkan pihak lain... sebaiknya disiplinkan dulu nternal KCJ dalam mengurusi operasional KRL, patuhi SOP..... jangan ngoperasiin KRL seenaknya n ga mau disiplin.... tapi selalu menuntut penumpang disiplin.... ujung2nya KCJ cuman bisa menyalahkan penumpangBethe

* saya berstatement sebagai penglaju harian.... mskipun saya bukan pengguna krl ekonomi panas.. namun cukup bisa memahami kondisi teman2 atapers.... bukan saya membenarkan... cuman sangat menyayangkan ajah... KJC tidak pernah melihat persoalan secara utuh

CMIIW

salam,

Roker 203/267/269/271 dan 294/296

"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#29
gunakan tuh gerbong aling2 buat angkut semua pnpng atapers..... daripada mberat-mberatin KA aj... atw Daur ulang gb2 atw KRL yg ngangkrak.... atw yg plg prah, setrum aja sekalian atapers pake sensor, atw laser....

maaf agak kasar. cz mw gmna lagi.....??? itulah Indonesia.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#30
(13-05-2011, 11:11 PM)masukangin Wrote: Saya sudah muak lihat kelakuan kambing / monyet biadab yg merusak. Terutama stelah PLH (termasuk menurut sya) di MRI.

saran saya buat pt KCJ :


1. Tinggi kabel LAA diturunkan serendah mungkin.

2. Remajakan atau perbaiki armada KRL eko yang ada. Perbaiki pintu otomatis yg ada. Supaya tidak ada yg bergelantungan

3. Akselerasi dan kecepatan KRL ditingkatkan. Jangan berikan kenyamanan pada penumpang yg berada di luar krl.

4. (andai) dibuatkan sistem subway seperti di luar negeri. Atau khusus untuk KRL dibuatkan Peron yang memiliki terowongan (dari beton).
(supaya tidak bisa naik ke atap karena terowongan yg ngepas dgn ukuran kereta)

5. ambil foto wajah pelanggar yg tertangkap. Lalu pajang di setiap stasiun dan publikasikan di website.

6. Tumpas para pengamen, pengemis, tukang sapu, juga asongan yg berada di dalam krl. Karena jumlah mereka saya yakin jika dikumpulkan dalam 1 rangkaian akan memakan 3-4 gerbong dari 8 gerbong yg ada

7. Tanam di atap gerbong semacam pecahan beling. Bisa juga dgn mengalirkan arus listrik kejut (minimal ky raket nyamuk)

8. Setiap PJL atau 300 meter sebelum stasiun pasang semacam plang baja atau beton(seperti penunjuk arah di jalan raya. Hanya ini mengikuti bentuk atap, tetapi di tengahnya disesuaikan untuk pantograf)
supaya yg menumpang diatap berpikir 1000 x. Kecuali ya dia mau mati krn cium tembok dadakan di kecepatan tinggi.


10. Tambah unit armada baru. Karena untuk menambah panjang rangkaian menurut saya tidak mungkin. Sebab banyak stasiun yg memiliki peron pas2an

11. khusus untuk penumpang terutama atapers. Kalo mau dapat tempat harusnya berangkat lebih pagi. Bukan datang disaat2 rush hour. Tentang kasus dipecat karena telat ya itu salah sendiri. Kenapa berangkat di jam sibuk?


segini dulu. Mudah2an bermanfaat

yang nomer 1 setuju sekali...malah ini yg saya pikirkan pertama kali mendengar ada kabar tentang "MRI"

kalo boleh tinggi LAA nya kayak di kolong jembatan ByPass...atau di tikungan belakang WTC Mangga Dua..
693-5073-893-673
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)