Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi Agar KA Aman - Go Zero Accident
#71
(02-05-2011, 07:00 PM)Dirgah de zimwess Wrote: DISIPLIN ... itu gan faktor terpenting dalam keamanan ...

disiplin cek, service, perbaharui Sarananya, minimalisasi kerusakan sarana
disiplin pegawainya, disiplin dalam bertugas, minimalisasi human error
disiplin pengguna, pemakai, penumpangnya, jgn ada vandalisme, kepenuhan, di atap dll

kalau semua disiplin, akan aman kok.... menurut saya lho ya...

tapi tau sendiri kan gimana Indonesia itu.......

Setujuuuuu.. Playboy

Reply
#72
mungkin pendapat saya ini rada beda
-klo ada musibah di perlintasan KA , pasti yg ditangkap adalah penjaga perlintasan , padahal klo di investigasi misal , krn palang pintu g nutup , org 2 yg g tau pasti lsg nge judge penjaga nya tidur atw ngantuk. Ada 2 kemungkinan
1. Jika YA lbh baik di selidiki lagi knpa pas tugas ngntuk ? Mungki saat tdk tugas sedang bekerja utk mencukupi kebutuhan , tau ndiri kan gimana idupnya rakya kecil
2. Jika TIDAK mungkin dari sarana ada yg eror , padahal dah dilaporin ke yg berwenang dalm hal ini , dan tdk ada dana utk memperbaikinya

Maka alangkah baikny pemerintah meningkakan angganran perkerataapian dan juha tegas terhadap org 2 yg korupsi dana tsb
[Image: overstappen.png]
mungkin pendapat saya ini rada beda
-klo ada musibah di perlintasan KA , pasti yg ditangkap adalah penjaga perlintasan , padahal klo di investigasi misal , krn palang pintu g nutup , org 2 yg g tau pasti lsg nge judge penjaga nya tidur atw ngantuk. Ada 2 kemungkinan
1. Jika YA lbh baik di selidiki lagi knpa pas tugas ngntuk ? Mungki saat tdk tugas sedang bekerja utk mencukupi kebutuhan , tau ndiri kan gimana idupnya rakya kecil
2. Jika TIDAK mungkin dari sarana ada yg eror , padahal dah dilaporin ke yg berwenang dalm hal ini , dan tdk ada dana utk memperbaikinya

Maka alangkah baikny pemerintah meningkakan angganran perkerataapian dan juha tegas terhadap org 2 yg korupsi dana tsb
RF priyanto zig, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#73
(26-07-2011, 01:05 PM)priyanto zig Wrote: mungkin pendapat saya ini rada beda
-klo ada musibah di perlintasan KA , pasti yg ditangkap adalah penjaga perlintasan , padahal klo di investigasi misal , krn palang pintu g nutup , org 2 yg g tau pasti lsg nge judge penjaga nya tidur atw ngantuk. Ada 2 kemungkinan
1. Jika YA lbh baik di selidiki lagi knpa pas tugas ngntuk ? Mungki saat tdk tugas sedang bekerja utk mencukupi kebutuhan , tau ndiri kan gimana idupnya rakya kecil
2. Jika TIDAK mungkin dari sarana ada yg eror , padahal dah dilaporin ke yg berwenang dalm hal ini , dan tdk ada dana utk memperbaikinya

Maka alangkah baikny pemerintah meningkakan angganran perkerataapian dan juha tegas terhadap org 2 yg korupsi dana tsb
Setuju mas selama ini saya liat para penjaga perlintasan dianggap sebagai satpam di pintu masuk perumahan atau apartement yang kerjanya buka tutup palang.
padahal penjaga PJL ini punya andil yang cukup besar memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengguna jalan pengguna jasa KA dan juga masinisnya.
Jadi memang bebannya besar sekali tidak seimbang dengan pendapatan mereka.Bethe
nah tinggal balik lagi dhe kepada para pengguna jalan. ayo jangan membuat susah para penjaga perlintasan dengan menyerobot pintu yang sudah tertutup, kasian mereka kalo sudah begitu mereka seperti tidak dianggap kehadirannya.Sedih

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#74

[Image: woro-woro.jpg]
Reply
#75
(02-05-2011, 07:00 PM)Dirgah de zimwess Wrote: DISIPLIN ... itu gan faktor terpenting dalam keamanan ...

disiplin cek, service, perbaharui Sarananya, minimalisasi kerusakan sarana
disiplin pegawainya, disiplin dalam bertugas, minimalisasi human error
disiplin pengguna, pemakai, penumpangnya, jgn ada vandalisme, kepenuhan, di atap dll

kalau semua disiplin, akan aman kok.... menurut saya lho ya...

tapi tau sendiri kan gimana Indonesia itu.......


SETUJU Mas Bro..........
____________________
Gajayana Lovers
Reply
#76
konsumsi, akomodasi dan konsolidasi itu juga faktor yang tidak boleh ditinggalkan
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#77
Quote:[spoiler=Pelatihan Sistem Audit Keselamatan Perjalanan Kereta Api]

Pemahaman mengenai sistem manajemen keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api memang dibutuhkan sebuah pembelajaran serta implementasi yang merata. Diperlukan komitmen dari semua orang untuk menerapkannya sehingga menjadi sebuah budaya yang tidak bisa dilepaskan. Untuk itu, Direktorat Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan The Australasian Railway Associations (ARA) serta PP Arghajata Consulting mengadakan pelatihan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta (perka) bagi para manajer di tingkat daerah operasi (Daop) yang berhubungan dengan perka, seperti manajer operasi, sarana, dan jalan rel juga para safety auditor serta safety inspector tentang metode audit keselamatan.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 orang ini, diadakan di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT), Yogyakarta, Selasa (18/10) dibuka dan diisi pemaparan oleh Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Rono Pradipto. Serta pemaparan keselamatan oleh Brian Bock, seorang technical advisor dari PP Arghajata dan praktisi di Australia. Dalam paparannya, Rono Pradipto menekankan bahwa safety harus menjadi sebuah sistem dan budaya yang tidak terlepas dari keseharian pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

“Safety harus dikelola dan menjadi sebuah sistem, sehingga terjaga konsistesinya, juga terjaga pula kontinyunitasnya,” tegas Rono. Ia menambahkan, keselamatan dan keamanan harus menjadi teman dan juga harus menjadi sikap keseharian pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sebelum adanya unit Safety, Health, and Environtment, jumlah peristiwa luar biasa hebat (PLH) terdapat sebanyak 116 kejadian. Dan dari tahun ke tahun, PLH yang terjadi semakin menurun.

Serupa dengan paparan dari Rono Pradipto, Brian Bock memberikan materi mengenai pengenalan terhadap faktor-faktor penting yang bisa menjadi sebuah potensi berbahaya. Termasuk di dalamnya faktor bahaya yang berkaitan dengan perjalanan kereta api.
[/spoiler]
Reply
#78
Quote:[spoiler=Kerangka ISSMS Terus Dikembangkan]

Integrated Safety & Security Management System (ISSMS), suatu sistem manajemen keselamatan dan keamanan perkeretaapian terus dimatangkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) guna menjadi sebuah standar baku yang bisa diimplementasikan. Dari ISSMS ini akan menjadi kerangka acuan kerja induk dalam menyusun dan mengembangkan keselamatan serta keamananan perkeretaapian. Untuk itu, tim Safety, Health and Environment (SHE) dari Direktorat Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan Workshop ISSMS bekerja sama dengan The Australasian Railway Associations (ARA) dan PP Arghajata Consulting dengan fokus utama Penyusunan Kerangka ISMS.


[Image: 1-issms-1.jpg]

Tim dari SHE memeriksa lebar wesel yang berada di Stasiun Maguwo, Yogyakarta.

Workshop yang dilakukan selama dua minggu, mulai dari Senin hingga Jumat (11-21/10), dilaksanakan pada dua kota, Bandung dan Yogyakarta. Menurut ketua pelaksana workshop, Ahmad Najib Tawangalun, kegiatan ini bertujuan untuk segera mewujudkan ISSMS di Indonesia yang mengadaptasi kepada Australian Standard AS4292. “Dengan adanya workshop ini, selain untuk meningkatkan kemampuan tim SHE, juga untuk segera merancang penyusunan kerangka ISSMS yang mengidentifikasi 5 elemen penting untuk standar keselamatan dan keamanan yang dapat diadopsi oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 2012,” ujar Najib.


[Image: 1-issms-2.jpg]

Executive Vice President Balai Yasa Yogyakarta, John Roberto (kiri) menjelaskan mengenai skema kerja di unit kerja yang dipimpinnya kepada Brian Bock (kedua kiri) beserta tim SHE.

“Sistem ini meyakini bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan tanggung jawab dari semua pihak yang terkait sehingga di dalam metode pelaksanaannya sistem ini mengatur seluruh aspek keselamatan dan keamanan baik di dalam operasionalnya maupun dokumentasinya,” jelasnya mengenai ISSMS. Dalam workshop ini, diharapkan masing-masing peserta mampu mengidentifikasi elemen penting dari standar keselamatan dan keamanan serta memberikan standarisasi yang dapat diadopsi oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan dapat mengukur identifikasi bahaya tersebut menggunakan konsep manajemen resiko.

Kegiatan yang diikuti oleh para Safety Inspector, Security Advisor, dan Safety Officer, Pegawai SHE kantor Pusat serta beberapa pemangku kepentingan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diiisi materi dari Brian Bock, salah seorang technical Advisor dari PP Arghajata yang merupakan praktisi ISSMS dari Australia. Kegiatan ini secara simultan akan terus dilaksanakan dengan harapan perjalanan kereta api menjadi semakin aman dan nyaman serta bebas dari gangguan serta keselamatan menjadi sebuah budaya.
[/spoiler]
Reply
#79
Quote:[spoiler=Masinis Sama Dengan Pilot]

Sebagai salah satu elemen dari keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA), masinis tak ubahnya seperti pilot yang menerbangkan pesawat terbang. Mereka berdua sama-sama membawa manusia yang tidak ternilai harganya maupun barang-barang hantaran. Karenanya, faktor kehatian-hatian atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Peningkatan mutu keselamatan dan keamanan di kereta api pun mutlak terus dilakukan. Atas dasar ini, Direktorat Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan pelatihan bagi Masinis, Asisten Masinis, Kepala Unit Pelaksana Teknis Crew KA, dan tim dari Safety, Health and Environtment (SHE) mengenai Standar Alur Kerja Masinis/Asisten Masinis. Pelatihan yang diadakan di Hotel Vue Palace, Bandung, Selasa (25/10), menghadirkan Capt. Novianto Herupratomo, Vice President (VP) Corporate Quality, Safety and Aviation Security PT. Garuda Indonesia sebagai pembicara utama.

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Rono Pradipto yang membuka pelatihan ini, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang pengendalian sistem keselamatan penerbangan dan pengendalian potensi bahaya untuk diimplementasikan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) oleh para peserta. “Kegiatan hari ini juga bertujuan untuk memahami standar keselamatan transportasi yang tepat untuk diterapkan di lingkungan kerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) serta sebagai langkah penyeragaman dan penyempurnaan penyusunan Standard Operasional Procedure yang memadai untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang bebas dari kecelakaan,” tutur Rono.

Dalam pemaparan materinya, Novianto mengungkapkan bahwa seorang pilot bertanggung jawab penuh terhadap pesawat yang dia bawa. Hal ini tak ubah layaknya seperti masinis yang membawa rangkaian KA yang dia kemudikan. Termasuk didalamnya berbagai regulasi yang mesti dipatuhi dan dilaksanakan dengan semestinya.
[/spoiler]
Reply
#80
menurut saya agar KA menjadi semakin aman adalah semua jalur harus double track dan harus sudah pakai signal electrk

MENUNGGU DIJALANKANNYA LAGI BANYUBIRU


SETELAH ISTIRAHAT PANJANG
Senang
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)