02-02-2012, 07:26 PM

|
03-02-2012, 09:16 AM
pada jam2 sibuk, atau padat penumpang, di setiap pintu wajib ada petugas tapping, kalo itu tidak bisa dilakukan akan banyak penumpang yang tidak bisa tapping di atas KRL .... sangat merugikan bagi para penumpang
03-02-2012, 04:07 PM
(This post was last modified: 03-02-2012, 04:22 PM by senengmrogo.)
03-02-2012, 08:52 PM
oh iya... di kartu Commet, kalo kartu hilang ya hilang... ga bisa dimitain ganti ke operator..
trus apa gunanya musti isi identitas pas bikin ntu commet.... kalo pas hilang ga bisa di blokir
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
07-02-2012, 08:10 PM
08-02-2012, 07:40 PM
09-02-2012, 05:42 PM
hallow... gimana neh implementasi commet di lapangan????
![]() di wall sebelah, katanya masih belum siap dan banyak alat tapping stasiun KRL yg belon bisa baca kode elektronik di commet apakah ada yg udah punya dan mengoperasikan commet??? koq di sini sepi2 ajah nih.... belon ada yg share pengalaman...... apakah di forum ini sejak ane dan Om Adiitto beralih jadi Jagorawi mania udah ga ada roker lagi??? secara update kebanyakan dari media, belon ada update langsung
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
09-02-2012, 08:13 PM
04-04-2013, 03:57 PM
akhir2 ini ada beberapa berita di berbagai media yang menyatakan bahwa sistem tarif krl akan menggunakan sistem progresif berdasarkan zona. direncanakan untuk 5 stasiun pertama dikenakan tarif dasar Rp 3rb. selanjutnya setiap 3 stasiun akan dikenakan tarif rp 1rb.
bagaimana tanggapan rekan2 ?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
04-04-2013, 04:54 PM
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) CommuterLine Jakarta Tri Handoyo mengatakan bahwa akan memberlakukan sistem e- ticketing 1 Juni dan mulai uji coba teknologi pada Mei mendatang, Selasa (2/4/2013), di Jakarta. "Kita persiapan sistem baru mulai Januari, tapi saat ini tarif dan proses tidak berubah sampai Juni," ujar Tri kepada wartawan, termasuk Tribunnews. Dalam berita sebelumnya, disebutkan tarif baru akan diberlakukan untuk KRL CommuterLine (CL). Tarif tiket kira-kira akan seperti ini, lima stasiun pertama dari stasiun keberangkatan dikenakan tarif sebesar Rp3 ribu dan untuk selanjutnya, tarif dihitung per tiga stasiun dengan tarif sebesar seribu rupiah. Pengguna jasa kereta api dapat menggunakan kartu single trip dan multi trip. Pada 1 Juni, sistem akan berubah ke sistem baru dan sampai akhir tahun ini, stasiun akan dilengkapi dengan fasilitas WiFi, serta televisi dan video di dalam commuter line. Tri mencontohkan jika pengguna commuter line berangkat dari stasiun Bogor menuju Manggarai menggunakan kartu multi trip. Sebelum berangkat, pengguna akan memencet tombol di peta yang tersedia di mesin, lalu memasukan kartu. Kartu yang keluar akan ditulis nama stasiun tujuan. Namun, jika pengguna berubah pikiran tidak turun di stasiun Manggarai, tetapi berencana turun di stasiun Jakarta Kota, kartu akan dilakukan fair adjustment. "Sampai di stasiun Kota, kartu akan ditolak, nanti petugas yang akan melakukan fair adjustment, dari kekurangan harga yang harus dibayar," jelas Tri. Tetapi jika pengguna dari stasiun awal di Bogor akan ke stasiun Cikini (menaiki Commuter Line jurusan Bogor - Jakarta Kota), tetapi salah naik commuter line jurusan Bogor - Jatinegara dan turun di stasiun Sudirman tidak dipermasalahkan. "Jika jarak yang dibayar mahal itu boleh, tapi kalau yang dibayar murah enggak boleh, ada adjustment." "Ini contoh aja, simulasi, nilainya belum pasti. Mungkin bisa naik, mungkin juga turun," kata Tri. itu berita lengkapnya masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
|
