Posts: 2,798
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
25
Katanya .....
Hari ini (Selasa, 15/05/2012) ada gangguan sinyal di MRI
Betulkah ???
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Posts: 2,828
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
19
(15-05-2012, 08:29 AM)Agus Riyanto Wrote: Katanya .....
Hari ini (Selasa, 15/05/2012) ada gangguan sinyal di MRI
Betulkah ???
juga ekonomi mogok, ga kuat nanjak di Cikini
Posts: 2,096
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
33
(15-05-2012, 04:22 PM)Maulana Malik Wrote: (15-05-2012, 08:29 AM)Agus Riyanto Wrote: Katanya .....
Hari ini (Selasa, 15/05/2012) ada gangguan sinyal di MRI
Betulkah ???
juga ekonomi mogok, ga kuat nanjak di Cikini 
Ini Beritannya
Quote:Sudah Uzur, KRL Ekonomi Tak Kuat Nanjak ke Stasiun Cikini
Jakarta KRL Ekonomi Bogor-Jakarta tidak kuat naik (menanjak) menuju Stasiun Cikini dari Stasiun Manggarai. Penyebabnya karena kereta itu sudah waktunya diistirahatkan, alias sudah uzur.
"Yah memang sudah seharusnya diistirahatkan, sudah banyak sekali gangguan, sudah uzur," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) I, Mateta Rizalulhaq, kepada detikcom, Selasa (15/5/2012).
Mateta menjelaskan, kereta dengan nomor KA 813 itu tidak bisa melanjutkan perjalanan pada pukul 07.23 WIB. Karena tidak bisa naik, di tengah perjalanan menuju Cikini pun, kereta itu 'terpaksa' mundur kembali ke Manggarai, yang posisinya lebih rendah dibanding Cikini. Alhasil, seluruh kereta yang hendak masuk ke Stasiun Cikini pun menjadi terhambat.
Lalu lintas kereta baru kembali normal pada pukul 07.40 WIB. Namun bukan artinya kereta yang mogok itu bisa kembali jalan.
"Keretanya tetap nggak bisa jalan, penumpang yang harus berpindah kereta," lanjut Mateta.
Mateta menjelaskan kondisi sejumlah KRL Ekonomi yang sudah sering 'sakit-sakitan'. Kondisi ini justru membuat macet perjalanan kereta lain. Bahkan suku cadang kereta ini sudah tidak diproduksi lagi.
"Suku cadangnya saja tidak ada," kata Mateta.
Sumber Dari Sini
Make yourself usefull to other.
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
Kapan ya KRL yang 6 gerbong di merger menjadi 8 - 10 gerbong. Rasanya udah sumpek banget di dalam kereta.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
selama ini... hanya ada ketentuan denda bagi penumpang yang tidak melaksanakan kewajiban sebagai penumpang KRL, nah kalo seumpama ada poster ini di KRL gimana
![[Image: 246465_10150888467725665_2022271386_n.jpg]](http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/246465_10150888467725665_2022271386_n.jpg)
kan enak gitu ... impasssss  sumbernya: cek ajah di pesbuknya solidaritas jabodetabek untuk KRL
lagi rame neh di pesbuknya KRL
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
Pantauan tadi pagi jam 07.50 - 08.00,
KRL Comel dari arah BOO/DP seri 88xx sukses menjadi KRL KOPLAK (Komuter Pintu Ngablak)
Kalo rangkaian ke 3 murni ngablak karena di ganjel,
lah rangkaian no 884x, ke 4 dari belakang..padahal udah nggak diganjel,tapi 4-4 nya nggak nutup sama sekali..duh
693-5073-893-673
Posts: 417
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
6
Kecewa , kemarin (minggu, 17 Juni 2012) naik CL dri St.Gambir pkl.14.26 menuju Bogor Penuh sesak, Ac mati, hanya kipas angin, dan hasil nya byk anak2 menangis kepanasan (termasuk anak saya)
Posts: 435
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
8
Naik seri 6000 (6111) Hijau-Kuning dari Tebet ke UI Depok. KECEWA! AC nggak dingin, penuh sesak. Tadinya mau ke Pameran Budaya Jepang di UI Depok akhirnya nggak jadi gara2 Kakak ama Ibu nggak kuat. Terpaksa deh Turun di Kalibata :capek dhe:
Duh KCJ -____- kalau mau dinaikin nggak papa, ASALKAN nantinya nggak ada yang beginian lagi!
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
Setelah jalan-jalan seharian di Jakarta dan kebetulan jga ada program naek Busway gratis seharian tanggal 15 Juli 2012 kemarin, pulang ke Bogor jadi kemaleman. Akhirnya naek KRL yang malem berangkat dari Stasiun Gambir, dapet kereta seri JR 203 yang sudah dimodifikasi, padahal hari Minggu tetep aja penuh, kirain sepi. Kereta dateng lebih cepet dari jadwal. Setelah naek turun penumpang, KRL diberangkatkan.
Kalo kadang naik KRL, sya sering memperhatikan gmana cara masinis mengemudikan KRL. Ada yang tingkat keroncong, pop, dan hardcore. Sekali lagi kebetulan kemarin dapat yang hardcore. Dalam batin saya, bisa tiba jam 12 kurang di Bogor nih, naum sayang KRL ditahan hampir 7 menit di sinyal masuk Stasiun Bojonggede, tak pelak bel  terus dibunyikan, kayaknya lagi buru-buru atau jengkel. Saya juga jengkel, perasaan di depan sudah ngga ada kereta lagi, orang-orang yang sudah siap2 turun juga pada sewot. Akhirnya sinyal ijo, KRL berjalan perlahan. Sya amati, KRL begitu pelan nglewati wesel, tapi pikiran sya berkata, kyaknya masinisnya lagi ngomel2 ama PPKA-nya. Soalnya jalan pelan kemudian dikencengi terus berhenti hampir mendadak.
Setelah turun penumpang, akhirnya KRL diberangkatkan dengan sinyal aspek merah, belum pintu menutup rapat KRL sudah jalan sambil membunyikan  bukan sebagai tanda berangkat tapi kekesalan. Sya denger ada orng bilang masinisnya sewot, memang sya juga merasa begitu. Nah, dari sni sya nyadar, kalo penumpang pada sewot atao jengkel terkadang yang dipikir masinisnya yang salah, tapi kejadian kemarin membuat sya merasa gimana gtu, kalo penumpang sewot mah kesannya biasa mungkin udah sering, nah gmana kalo penumpang sewot ngrasain kalo masinisnya juga ikut2an sewot.
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
5
Masinis itu punya tanggung jawab besar bawa banyak nyawa. Dikira nyupir angkot ape. Nyupir angkot juga yg bener harus bertanggung jawab. Lebih baik masinis2 yg hardcore dikandangin aja! Apalagi yg menyepelekan safety. Contoh sepele: Pintu belum nutup rapat KRL sudah jalan. Itu fatal! Kalau di Jepang udah di SP 3 Masinisnya kali.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
|