Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
10-09-2013, 10:27 AM
(This post was last modified: 10-09-2013, 11:45 AM by Andrew_CN.)
(10-09-2013, 09:40 AM)Gogo Sawunggalih Wrote: (10-09-2013, 07:17 AM)zmidth Wrote: (09-09-2013, 06:53 PM)Andrew_CN Wrote: Kalo minat penumpang bagus sih ga apa kan :v
toh kepalang sepanjang BJR-KYA uda brenti normal di smua petak kan, sama2 ngelokal

KBSnya sih gw rasa ga perlu brenti, tp kalo RDN bisa buat jaring penumpang dr wangon krn lebi dket dibanding ke KYA ato sta laennya kan kalo ga sala & itu jg posisinya tinggal jalan kaki sdikit buat cari bus/omprengan. Smentara kalo NTG katanya bersebelahan ma jalan arteri ajibarang ke arah wangon, brarti penumpang dr skitar BMA yg tujuan DAOP 2 bisa terjaring jg dong skalipun agak repot dg harus oper bis dulu.
Yang stasiun Notog salah tuh. Bukan jalan arteri Ajibarang-Wangon. Yang benar itu jalan arteri Rawalo-Purwokerto. Terserah lokasinya strategis atau tidak, yang jelas minat naik sepur masyarakat sekitar sana belum menggembirakan. Yang berpotensi angkut penumpang ya cuma NTG. Dulu saya pernah baca di koran kalau masyarakat Notog minta ada kereta api yang berhenti normal di sana. RDN emang strategis tapi ya itu masyarakat sekitar taunya ngga ada KA yang berhenti disitu.
Bikin Feeder / bikin KA Lokalan aja dari PWT-KROYA-GOMBONG, tiap setasiun berenti 2 menit, modelnya kaya Pramex atw Batara Kresna, gak usah panjang2 rangkaiannya, 1 hari bisa 4 - 5 rit...... 
Kalo tujuannya ke timur mah malah ga tepat atuh gw bilang mah, wong timur kan uda ada kutut ma kutsel yg banyak brentinya buat ngangkut penumpang dr lokasi yg kecil ke kota besar langsung, smentara yg slama ini kurang alternatif itu justru PWT-KYA-CP, mending kalo diadain bantuan itu ke & dr CP, plus maksimalkan pemberentian serayu nya sendiri.
Btw, ngapain jadinya dibawa ke lokalan ma feeder khusus pembahasannya? Yg dibahas kan perpanjangan serayu, spesifiknya pemberentian diantara PWT-KYA & pangsa pasarnya.
Tolong dong
Back to topic
(09-09-2013, 10:25 PM)discopotato86 Wrote: (08-09-2013, 12:48 PM)Andrew_CN Wrote: Akhirnya realisasi duluan sblom perluasan lahan parkir slesai.
Yg gw heran knapa system tiketingnya ribet bner?
Kalo khusus feederingnya ada tiket khusus si emank harus, tp ngapain penumpang yg full trip (JAKK-PWT & sbaliknya) perlu 2 tiket yak? Waktu cirex dulu perpanjangan ke BB yg feedering ya tiket sendiri kalo full ato startnya dr petak dlm itungan rute reg awal dptnya ttp 1 ticket (misal: HGL-BB ato JTB-BB)
kenapa harus dibikin feeder dan pakai tiket 2 berbeda? kira2 gini penjelasannya...
serayu KA.141-144 penjualan sudah dimulai sejak 90 hari sebelum keberangkatan yg artinya bahwa sudah ada penumpang yg lebih dulu booking sebelum berubahnya relasi yang semula KYA-JAKK pp menjadi PWT-JAKK pp.......ada dua opsi yg sebenernya jadi pilihan untuk setting ulang KA serayu tsb yaitu:
- Pertama, bikin nomor ticketing KA baru, biasanya pakai huruf tertentu misalkan menjadi 141A atau 141L......keuntungan opsi ini adalah penumpang nantinya hanya pakai satu tiket saja tanpa ada tiket feeder/ tiket terusan......tp kekurangan sistem ini adalah bahwa karena KA tsb kan sudah dibuka penjualan jauh hari (90 hari) sedangkan untuk migrasi data penumpang terutama naik-turun penumpang dari KA yang lama ke KA baru membutuhkan waktu yang cukup rumit dan makan waktu yang agak lama.
- Kedua, tidak usah bikin KA baru untuk 141-144 tp hanya bikin KA baru untuk relasi terusannya saja dalam hal ini PWT-KYA pp dengan model KA feeder (makanya untuk relasi PWT-KYA saja yg pake huruf A dibelakangnya)......keuntungan ini adalah data penumpang sampai dengan 90 hari kedepan tdk usah migrasi ke KA baru sehingga ga bikin makan waktu.......tp kekurangannya adalah nantinya penumpang yg naik-turun relasi terjauh yg terbaru harus membeli tiket feeder/ terusan dari relasi sebelumnya.......
pada akhirnya adalah opsi kedua yg diambil berhubung mepetnya antara waktu setting ticketing dengan "perpanjangan" relasi tambahan pada KA tsb di lapangan.
Pertanyaan lanjutannya klo ketika cireks diperpanjang hingga brebes kok bisa ga pake dobel2 tiketnya, tp kok sekarang jd pake tiket dobel segala ya?
jawabannya adalah ketika cireks diperpanjang smpe brebes ketika itu berapa lama reservasi dibuka, apakah udh smpe 90 hari kedepan sudah bisa dibeli seperti sekarang???
kesimpulannya adalah faktor migrasi data penumpang KA serayu yg udh kadung dibuka penjualannya selama 90 hari kedepan yg bikin opsi kedua yg diambil......
monggo dikoreksi..


Ya juga si
Faktor perbedaan fungsi alokasi dana pso yg berbeda & migrasi data ga teratur yg bisa berpeluang double seat owner, akan jd masalah yg lebi panjang.
I got the point now
(10-09-2013, 06:53 AM)CC-201-23 Wrote: berarti kalo nanti GAPEKA baru sudah dijalankan, Serayu dgn 1 nomor sudah langsung JAKK-PWT kan? 
Seharusnya sih /pergantian gapeka bisa diubah, krn dah lebi dr 4 bulan beroperasinya & kalo mau ganti database kan biasanya pause reservasi, jd ada waktu buat migrasinya
Posts: 472
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
16
Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(11-09-2013, 09:10 AM)Andrew_CN Wrote: (11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Tapi di sistem reservasi RTS kayaknya masih pake nomor keberangkatan awal deh, kayak Logawa & Sritanjung
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(12-09-2013, 03:49 PM)CC-201-23 Wrote: (11-09-2013, 09:10 AM)Andrew_CN Wrote: (11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Tapi di sistem reservasi RTS kayaknya masih pake nomor keberangkatan awal deh, kayak Logawa & Sritanjung
Bukannya yg logawat, sri, alon, purwo ma rina tiketnya ngikutin perubahan nomer jg yak?
Tp yg kecetak kan tergantung dr mana si penumpang nulis naeknya di tiket kan.
Tiket rina gw perhatiin kayak gt lho
Posts: 472
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
16
(12-09-2013, 08:59 PM)Andrew_CN Wrote: (12-09-2013, 03:49 PM)CC-201-23 Wrote: (11-09-2013, 09:10 AM)Andrew_CN Wrote: (11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Tapi di sistem reservasi RTS kayaknya masih pake nomor keberangkatan awal deh, kayak Logawa & Sritanjung
Bukannya yg logawat, sri, alon, purwo ma rina tiketnya ngikutin perubahan nomer jg yak?
Tp yg kecetak kan tergantung dr mana si penumpang nulis naeknya di tiket kan.
Tiket rina gw perhatiin kayak gt lho
Maksudnya kalo Rina naek dari BD tercetak nomer ganjil dan kalau dari CN tercetak nomer genapnya gitu Ndre?
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Posts: 1,354
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
15
(12-09-2013, 09:05 PM)MakSaa Wrote: (12-09-2013, 08:59 PM)Andrew_CN Wrote: (12-09-2013, 03:49 PM)CC-201-23 Wrote: (11-09-2013, 09:10 AM)Andrew_CN Wrote: (11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Tapi di sistem reservasi RTS kayaknya masih pake nomor keberangkatan awal deh, kayak Logawa & Sritanjung
Bukannya yg logawat, sri, alon, purwo ma rina tiketnya ngikutin perubahan nomer jg yak?
Tp yg kecetak kan tergantung dr mana si penumpang nulis naeknya di tiket kan.
Tiket rina gw perhatiin kayak gt lho
Maksudnya kalo Rina naek dari BD tercetak nomer ganjil dan kalau dari CN tercetak nomer genapnya gitu Ndre?
Harina BD-SBI kalo dari BD kecetak yg ganjil, dari CN yg genap
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(12-09-2013, 09:05 PM)MakSaa Wrote: (12-09-2013, 08:59 PM)Andrew_CN Wrote: (12-09-2013, 03:49 PM)CC-201-23 Wrote: (11-09-2013, 09:10 AM)Andrew_CN Wrote: (11-09-2013, 07:46 AM)MakSaa Wrote: Kalau nanti sudah berjalan perpanjangan serayu sampai PWT, untuk ke depannya penomeran Serayu hanya akan ditambahi angka -1 atau -2 di belakang nomer kereta asli atau penomerannya seperti PSE-KYA pakai nomer genap dan KYA-PWT nomer ganjil? karena ada perpindahan loko, seperti kasus Purwojaya, Logawa, Sritanjung, Tawangalun.
Skarang kan uda jalan perpanjangannya.
Oya denk, g lupa dia langsir lok
Ya, ntinya KYA-PWT & sbaliknya pake nomer berbeda, jd ikutin KA laen yg langsir lok (1 trip 2 nomer)
Tapi di sistem reservasi RTS kayaknya masih pake nomor keberangkatan awal deh, kayak Logawa & Sritanjung
Bukannya yg logawat, sri, alon, purwo ma rina tiketnya ngikutin perubahan nomer jg yak?
Tp yg kecetak kan tergantung dr mana si penumpang nulis naeknya di tiket kan.
Tiket rina gw perhatiin kayak gt lho
Maksudnya kalo Rina naek dari BD tercetak nomer ganjil dan kalau dari CN tercetak nomer genapnya gitu Ndre?
Ya, seinget gw tiket harina gw bgitu yg di BD
Coba kalo salah, om kentang bisa muncul tolong koreksi
Posts: 444
Threads: 0
Joined: Nov 2012
Reputation:
12
Serajoe in cirahong goes to JAKK
Posts: 4
Threads: 0
Joined: Aug 2013
Reputation:
0
malam..
mohon pencerahannya mas mbak....
saya berencana ke banjar tgl 25 dec 2013 dengan serayu pagi, dan saya sudah mencoba paditra*n,tik*t.com dan ke indom*ret...dan hasilnya jadwal tidak tersedia untuk jurusan jak kota - banjar..alias gak bisa dipesan...alhasil saya blm dpt tiket serayu..kira kira kenapa ya hal ini bisa terjadi? mohon infonya...
terima kasih sebelumnya ya...
|