Thread Rating:
  • 4 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Argo Parahyangan.???
(14-01-2014, 10:06 AM)juanhalim7 Wrote:
(14-01-2014, 06:54 AM)Billy Dancing Wrote: Udah lama kok itu pijat refleksinya, dari jamannya KRL berhenti Gambir udah ada.
Cuma ya Gopar ini kan suka pake KM2, jd kadang suka ga ada pijat refleksinya, beda lagi kalo pake M1 (khusunya kaca lebar) itu pasti ada Tersenyuum

ya ampun, ngenes amat yak saya. udah beberapa kali JR naik gopar baru tau sekarang kalo ada pijat refleksi.. maklum, jarak dekat, jadi agak males ke KM. mending anteng di bordes. hehe

kapan treakhir naik goparnya om?
saya sebulanan yg lalu, dikasih brosurnya kok.
mau nyobain tp lg ngantuk, jd mendingan tidur.... hehe.
Reply
(14-01-2014, 06:07 PM)alfarand Wrote:
(14-01-2014, 10:06 AM)juanhalim7 Wrote:
(14-01-2014, 06:54 AM)Billy Dancing Wrote: Udah lama kok itu pijat refleksinya, dari jamannya KRL berhenti Gambir udah ada.
Cuma ya Gopar ini kan suka pake KM2, jd kadang suka ga ada pijat refleksinya, beda lagi kalo pake M1 (khusunya kaca lebar) itu pasti ada Tersenyuum

ya ampun, ngenes amat yak saya. udah beberapa kali JR naik gopar baru tau sekarang kalo ada pijat refleksi.. maklum, jarak dekat, jadi agak males ke KM. mending anteng di bordes. hehe

kapan treakhir naik goparnya om?
saya sebulanan yg lalu, dikasih brosurnya kok.
mau nyobain tp lg ngantuk, jd mendingan tidur.... hehe.

terakhir naik sih september lalu saat ada promo Nyengir
oiya, buat penglaju yang sering beli subclass selain A (untuk K1) dan B (untuk K2), biasanya dapet kereta nomor berapa? soalnya baca2 di forum lain masih agak ragu soal posisi tempat duduknya. alasannya sih takut nyesel kalo beli subclass selain A dan B. hehe Xie Xie
Reply
memang untuk tarifnya brapa?

[Image: 370i.jpg]
Penikmat Panorama Daop 2
Lihat Trip ku DISINI
Reply
(15-01-2014, 11:43 AM)RickyDwiS Wrote: memang untuk tarifnya brapa?

yang jelas masing2 subclass biasanya beda. eksis subclass A sekitar 90-110rb. yang H bisa sekitar 80rb, yang I sekitar 70rb, bahkan dalam keadaan tertentu bisa lebih murah lagi dikit. begitu juga yang bisnis
Reply
Subclass ini berdasarkan urutan rangkaian saja atau gerbong nya pun dibedakan dr segi kenyamanannya?
Tks
Reply
yang saya baca di sini sih katanya berdasarkan posisi TD pada sebuah kereta. semakin dekat dengan bogie (yang notabene lebih kerasa guncangannya) makin murah sepertinya. justru karena penasaran apakah benar begini makanya nanya dulu. mungkin ada yang lebih paham soal ini Xie Xie
Reply
(15-01-2014, 09:08 PM)juanhalim7 Wrote: yang saya baca di sini sih katanya berdasarkan posisi TD pada sebuah kereta. semakin dekat dengan bogie (yang notabene lebih kerasa guncangannya) makin murah sepertinya

Maaf OOT, tapi ini menyangkut masalah subclass, terutama di Gopar ini.
Gw udah pernah ngobok2 sistem subclass yg diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kalo diliat dari sistemnya, subclass ini diberlakukan berdasarkan posisi TD & urutan kereta yg dipilih. Jadi, subkelas termurah berada di kereta nomor 1 dg jumlah yg sudah ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), semakin ke belakang, maka akan mendapatkan subkelas yg paling mahal. Jadi, gak ada pengaruhnya mau duduk di deket bogie, di paling tengah, dsb., karena sudah ditentukan subkelasnya masing2. Biasanya, subkelas yg paling mahal (A untuk K1, B untuk K2, C untuk K3) porsinya mencapai 70-80% dari seluruh kapasitas angkut rangkaian, sementara subkelas termurah mendapatkan porsi paling sedikit.

Kembali ke Gopar, sistem subkelas Gopar sebenarnya sama aja dg yg lain, cuman subkelas Gopar yg diberlakukan itu cuman ada 3 subkelas, yaitu A, H, & I untuk K1, B, K, & N untuk K2. Yg pasti, subkelas A & B Gopar mencapai 70-80% dari seluruh seat, begitu juga yg paling murah, paling sedikit juga seatnya. Koreksi ya kalo keliru.Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(15-01-2014, 09:25 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(15-01-2014, 09:08 PM)juanhalim7 Wrote: yang saya baca di sini sih katanya berdasarkan posisi TD pada sebuah kereta. semakin dekat dengan bogie (yang notabene lebih kerasa guncangannya) makin murah sepertinya

Maaf OOT, tapi ini menyangkut masalah subclass, terutama di Gopar ini.
Gw udah pernah ngobok2 sistem subclass yg diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kalo diliat dari sistemnya, subclass ini diberlakukan berdasarkan posisi TD & urutan kereta yg dipilih. Jadi, subkelas termurah berada di kereta nomor 1 dg jumlah yg sudah ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), semakin ke belakang, maka akan mendapatkan subkelas yg paling mahal. Jadi, gak ada pengaruhnya mau duduk di deket bogie, di paling tengah, dsb., karena sudah ditentukan subkelasnya masing2. Biasanya, subkelas yg paling mahal (A untuk K1, B untuk K2, C untuk K3) porsinya mencapai 70-80% dari seluruh kapasitas angkut rangkaian, sementara subkelas termurah mendapatkan porsi paling sedikit.

Kembali ke Gopar, sistem subkelas Gopar sebenarnya sama aja dg yg lain, cuman subkelas Gopar yg diberlakukan itu cuman ada 3 subkelas, yaitu A, H, & I untuk K1, B, K, & N untuk K2. Yg pasti, subkelas A & B Gopar mencapai 70-80% dari seluruh seat, begitu juga yg paling murah, paling sedikit juga seatnya. Koreksi ya kalo keliru.Xie Xie

Nambahin ya Jeng Stephie .... Nah kalau dalam suatu kasus dalam satu kereta ada dua subkelas (biasanya persilangan antara subkelas A dan H atau H dan I. Jarang saya lihat persilangan subkelas I dan J.), maka subkelas yang lebih murah sepengetahuan saya dari hasil obok-obok juga, tempatnya cenderung lebih ke dekat pintu, di atas roda, atau kalau gak gitu di lorong. Yah begitulah ... Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(16-01-2014, 08:29 AM)Hungry Soul Wrote:
(15-01-2014, 09:25 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(15-01-2014, 09:08 PM)juanhalim7 Wrote: yang saya baca di sini sih katanya berdasarkan posisi TD pada sebuah kereta. semakin dekat dengan bogie (yang notabene lebih kerasa guncangannya) makin murah sepertinya

Maaf OOT, tapi ini menyangkut masalah subclass, terutama di Gopar ini.
Gw udah pernah ngobok2 sistem subclass yg diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kalo diliat dari sistemnya, subclass ini diberlakukan berdasarkan posisi TD & urutan kereta yg dipilih. Jadi, subkelas termurah berada di kereta nomor 1 dg jumlah yg sudah ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), semakin ke belakang, maka akan mendapatkan subkelas yg paling mahal. Jadi, gak ada pengaruhnya mau duduk di deket bogie, di paling tengah, dsb., karena sudah ditentukan subkelasnya masing2. Biasanya, subkelas yg paling mahal (A untuk K1, B untuk K2, C untuk K3) porsinya mencapai 70-80% dari seluruh kapasitas angkut rangkaian, sementara subkelas termurah mendapatkan porsi paling sedikit.

Kembali ke Gopar, sistem subkelas Gopar sebenarnya sama aja dg yg lain, cuman subkelas Gopar yg diberlakukan itu cuman ada 3 subkelas, yaitu A, H, & I untuk K1, B, K, & N untuk K2. Yg pasti, subkelas A & B Gopar mencapai 70-80% dari seluruh seat, begitu juga yg paling murah, paling sedikit juga seatnya. Koreksi ya kalo keliru.Xie Xie

Nambahin ya Jeng Stephie .... Nah kalau dalam suatu kasus dalam satu kereta ada dua subkelas (biasanya persilangan antara subkelas A dan H atau H dan I. Jarang saya lihat persilangan subkelas I dan J.), maka subkelas yang lebih murah sepengetahuan saya dari hasil obok-obok juga, tempatnya cenderung lebih ke dekat pintu, di atas roda, atau kalau gak gitu di lorong. Yah begitulah ... Ngiler

oke deh. terimakasih atas penjelasan lebih lanjutnya Xie Xie
saya cuma kurang yakin aja sebelumnya. hehe
Reply
Harga pijat refleksi di Argo Parahyangan:
1. Pijat refleksi kaki per 30 menit Rp. 35 ribu dan per 60 menit Rp. 50ribu
2. Pijat kepala, pundak dan punggung per 30 menit Rp. 35 ribu
3. Pijat badan dan kop angin per 45 menit Rp. 40 ribu

Yang mau pijat silakan menghubungi saudara Setiana: 085322528567-081910535557

Foto brosurnya:

[Image: 1]

*loh kok fotonya gak bisa muncul ya? Bingung *
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)