Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(30-10-2016, 04:54 PM)Dewangga putra Wrote: Kompensasi dapat apaan aja nih?
Kompensasi?? Mmm... waktu di Sragen dapet snack sama air mineral, trus petak MA-BJR dapet makan siang plus air mineral. Lumayan makan gratis...
BTW, untuk Lapkany nanti dulu yaa, soalny HP satuny yg ada Lapka lagi d charge, batereny abis
Posts: 414
Threads: 0
Joined: May 2014
Reputation:
2
30-10-2016, 07:22 PM
(This post was last modified: 30-10-2016, 07:24 PM by Henggar SP.)
Jeng saya penasaran niih untuk Mutsel yg jeng stephani naikin bawa K2 SDT ngga? Terus masih ada cutting stiker batik nya ngga? Maaf Kepo
By the way berapa jam jeng waktu yg dihabisin didalam kereta Mutiara Selatan? Ngga kebayang deh kalo masih pake K3-16
Pengen jadi Railpen
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih)  Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya...
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
(09-11-2016, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih) Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya... Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya Jeng
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(10-11-2016, 04:04 PM)stasiunkastephanie Wrote: (10-11-2016, 12:30 PM)BAMBANG EKO Wrote: (09-11-2016, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih) Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya... Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya Jeng
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Untuk okupansinya malah rame Pakde, lepas MN hampir gak ada sama sekali bangku kosong hingga JG. Waktu ane liat K2-4 sampe 6, kebanyakan diisi rombongan Kementerian Pertanian atau PTPN atau apalah gitu (soalnya ada logo tanaman di polonya). Kayaknya emang K2 lebih diminati daripada K3 80 seat sekalipun, makanya ane agak kurang setuju aja kalo K2 dihapus, begitu2 jadi lumbung uang buat PT Sepur loh...
Itu kan kalau ada rombongan makanya rame, kalau sepi gimana? lebih mahal mana biaya bahan bakar untuk gensetnya antara 6 AC split dengan 2 AC sentral?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(12-11-2016, 11:16 AM)CC-201-23 Wrote: (10-11-2016, 04:04 PM)stasiunkastephanie Wrote: (10-11-2016, 12:30 PM)BAMBANG EKO Wrote: (09-11-2016, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih) Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya... Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya Jeng
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Untuk okupansinya malah rame Pakde, lepas MN hampir gak ada sama sekali bangku kosong hingga JG. Waktu ane liat K2-4 sampe 6, kebanyakan diisi rombongan Kementerian Pertanian atau PTPN atau apalah gitu (soalnya ada logo tanaman di polonya). Kayaknya emang K2 lebih diminati daripada K3 80 seat sekalipun, makanya ane agak kurang setuju aja kalo K2 dihapus, begitu2 jadi lumbung uang buat PT Sepur loh...
Itu kan kalau ada rombongan makanya rame, kalau sepi gimana? lebih mahal mana biaya bahan bakar untuk gensetnya antara 6 AC split dengan 2 AC sentral?
Mutsel itu mau di low season, mau di peak season, tetep rame koq. Alesannya ada macem2:
1. Harga yg dipatok Mutsel jelas lebih murah ketimbang Golis atau Turangga. Apalagi di saat kondisi ekonomi sedang sulit akibat daya beli masyarakat yg rendah, orang lebih memilih yg murah2 ketimbang fasilitas terbaik. Malah di hari biasa pun, Golis sama Turangga malah lebih banyak jual subkelas A ketimbang HIJ, makanya orang lebih memilih Mutsel.
2. Mutsel melewati jalur yg okupansinya tergolong gemuk. Ane pernah baca salah satu survei (lupa sumbernya), kalo rute SGU-YK/LPN itu tingkat okupansinya tergemuk kedua setelah GMR/PSE-YK/LPN, itu jadi nilai lebih Mutsel sendiri.
3. Banyaknya tarip khusus parsial yg ditawarkan pada Mutsel. Ada ML-SGU 40000, ada SGU-MN 50000, ada MN-YK 60000, ada BJR-BD 60000. Tarip2 khusus parsial inilah yg menolong okupansi Mutsel di saat jarang ada yg ngambil rute2 jauh (terutama SGU-MN ma BJR-BD yg paling banyak).
Silakan dikomentari...
PS: @BAMBANG EKO: terima kasih cendolnya Pakde...
Posts: 414
Threads: 0
Joined: May 2014
Reputation:
2
(12-11-2016, 03:13 PM)stasiunkastephanie Wrote: (12-11-2016, 11:16 AM)CC-201-23 Wrote: (10-11-2016, 04:04 PM)stasiunkastephanie Wrote: (10-11-2016, 12:30 PM)BAMBANG EKO Wrote: (09-11-2016, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: Onboard KA 132A Mutsel BD-ML. Perjalanan lancar seperti biasa, yg unik pas d Ijo, 132A sukses membuat 49 minggir dulu (walaupun sama2 berhenti juga sih) Sekarang masuk GB, tunggu laporan selanjutnya... Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya Jeng
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Untuk okupansinya malah rame Pakde, lepas MN hampir gak ada sama sekali bangku kosong hingga JG. Waktu ane liat K2-4 sampe 6, kebanyakan diisi rombongan Kementerian Pertanian atau PTPN atau apalah gitu (soalnya ada logo tanaman di polonya). Kayaknya emang K2 lebih diminati daripada K3 80 seat sekalipun, makanya ane agak kurang setuju aja kalo K2 dihapus, begitu2 jadi lumbung uang buat PT Sepur loh...
Itu kan kalau ada rombongan makanya rame, kalau sepi gimana? lebih mahal mana biaya bahan bakar untuk gensetnya antara 6 AC split dengan 2 AC sentral?
Mutsel itu mau di low season, mau di peak season, tetep rame koq. Alesannya ada macem2:
1. Harga yg dipatok Mutsel jelas lebih murah ketimbang Golis atau Turangga. Apalagi di saat kondisi ekonomi sedang sulit akibat daya beli masyarakat yg rendah, orang lebih memilih yg murah2 ketimbang fasilitas terbaik. Malah di hari biasa pun, Golis sama Turangga malah lebih banyak jual subkelas A ketimbang HIJ, makanya orang lebih memilih Mutsel.
2. Mutsel melewati jalur yg okupansinya tergolong gemuk. Ane pernah baca salah satu survei (lupa sumbernya), kalo rute SGU-YK/LPN itu tingkat okupansinya tergemuk kedua setelah GMR/PSE-YK/LPN, itu jadi nilai lebih Mutsel sendiri.
3. Banyaknya tarip khusus parsial yg ditawarkan pada Mutsel. Ada ML-SGU 40000, ada SGU-MN 50000, ada MN-YK 60000, ada BJR-BD 60000. Tarip2 khusus parsial inilah yg menolong okupansi Mutsel di saat jarang ada yg ngambil rute2 jauh (terutama SGU-MN ma BJR-BD yg paling banyak).
Silakan dikomentari...
PS: @BAMBANG EKO: terima kasih cendolnya Pakde...
Menurut saya bener juga yg disampaikan oleh jeng stephani. Mutsel jarangsekali sepi mentok2 kalo weekday paling cuma K2 paling belakang yg nyisa. Dari segi harga memang benar adanya. Sekarang lebih seeing ga tersisa untuk subclass HIJ nya Turangga sama Golis makanya lebih pada milih naik mutsel. Kalo untuk tarif khusus jangan tanya deh untuk Mutsel kaya gimana. Peminatnya melebihi expetasi kadang kalo weekend arah BD-BJR atau senin arah MN-SGU membludak pemakainya
Pengen jadi Railpen
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
15-11-2016, 12:00 PM
(This post was last modified: 15-11-2016, 12:01 PM by BAMBANG EKO.)
(14-11-2016, 08:18 AM)Quote:Henggar SP Wrote: (12-11-2016, 03:13 PM)stasiunkastephanie Wrote: (12-11-2016, 11:16 AM)CC-201-23 Wrote: (10-11-2016, 04:04 PM)stasiunkastephanie Wrote: (10-11-2016, 12:30 PM)BAMBANG EKO Wrote: Setelah kembali ke rangkaian asal seperti apa ya Jeng
> okupansinya
> susunan rangkaiannya
Terima kasih atas pencerahannya
Untuk okupansinya malah rame Pakde, lepas MN hampir gak ada sama sekali bangku kosong hingga JG. Waktu ane liat K2-4 sampe 6, kebanyakan diisi rombongan Kementerian Pertanian atau PTPN atau apalah gitu (soalnya ada logo tanaman di polonya). Kayaknya emang K2 lebih diminati daripada K3 80 seat sekalipun, makanya ane agak kurang setuju aja kalo K2 dihapus, begitu2 jadi lumbung uang buat PT Sepur loh...
Itu kan kalau ada rombongan makanya rame, kalau sepi gimana? lebih mahal mana biaya bahan bakar untuk gensetnya antara 6 AC split dengan 2 AC sentral?
Mutsel itu mau di low season, mau di peak season, tetep rame koq. Alesannya ada macem2:
1. Harga yg dipatok Mutsel jelas lebih murah ketimbang Golis atau Turangga. Apalagi di saat kondisi ekonomi sedang sulit akibat daya beli masyarakat yg rendah, orang lebih memilih yg murah2 ketimbang fasilitas terbaik. Malah di hari biasa pun, Golis sama Turangga malah lebih banyak jual subkelas A ketimbang HIJ, makanya orang lebih memilih Mutsel.
2. Mutsel melewati jalur yg okupansinya tergolong gemuk. Ane pernah baca salah satu survei (lupa sumbernya), kalo rute SGU-YK/LPN itu tingkat okupansinya tergemuk kedua setelah GMR/PSE-YK/LPN, itu jadi nilai lebih Mutsel sendiri.
3. Banyaknya tarip khusus parsial yg ditawarkan pada Mutsel. Ada ML-SGU 40000, ada SGU-MN 50000, ada MN-YK 60000, ada BJR-BD 60000. Tarip2 khusus parsial inilah yg menolong okupansi Mutsel di saat jarang ada yg ngambil rute2 jauh (terutama SGU-MN ma BJR-BD yg paling banyak).
Silakan dikomentari...
PS: @BAMBANG EKO: terima kasih cendolnya Pakde...
Menurut saya bener juga yg disampaikan oleh jeng stephani. Mutsel jarangsekali sepi mentok2 kalo weekday paling cuma K2 paling belakang yg nyisa. Dari segi harga memang benar adanya. Sekarang lebih seeing ga tersisa untuk subclass HIJ nya Turangga sama Golis makanya lebih pada milih naik mutsel. Kalo untuk tarif khusus jangan tanya deh untuk Mutsel kaya gimana. Peminatnya melebihi expetasi kadang kalo weekend arah BD-BJR atau senin arah MN-SGU membludak pemakainya
Quote:Kalau masalah okupansi mah sejak th 1977 an memang sudah Ok punya
saat KA Mutsel menyandang No KA No 3 dan 4 dengan rangkaian 6 K2 - 2 K1 - M - BP
Semoga inovasi yang dilakukan dengan mengatasnamakan peningkatan pelayanan tidak salah kaprah.
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Iseng2 ngecek RTS, ternyata mulai Gapeka 2017 Mutsel yg semula full K2, bakal berubah menjadi K2+K1, jadi serasa kembali ke jaman sebelum Turangga
Armadanya yg semula 6 K2+KMP 2+2 B berubah menjadi 3-4 K2+KMP 2+3 K1+2 B. Hmmm... penasaran nyomot K1 bekasnya siapa yaa??
|