JOMBANG, KOMPAS.com  Wakil Kepala Stasiun KA Kediri Eko Bekti Utomo, hingga Selasa (26/5), masih terbaring di kamar nomor 25 paviliun Utama Waluya RSUD Jombang. Eko dianiaya atasannya, AM, yang saat ini menjabat sebagai Pengawas Seksi Operasional VIII C Surabaya.
"Kejadiannya hari Jumat pagi di dalam ruang Kepala Stasiun Jombang. Beberapa hari sebelumnya saya diminta melakukan pemeriksaan serentak di luar wilayah kerja saya dengan perintah lisan. Saya minta perintah tertulis," ujar Eko. Akibat penganiayaan itu, tulang hidung Eko retak dan bergeser sekitar 2 milimeter dari kedudukannya.
Rabu (27/5), Eko akan menjalani operasi untuk memulihkan kondisi tulang hidungnya itu. Kapolsek Jombang AKP Sumar menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum et repertum dari rumah sakit untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi AM.
ahh mang WKSB nya ajh yg bengal....
wong di suruh PS kok malah mbalelo ... tapi WASI nya juga berlebihan sih padahal tinggal lapor ke KASIOP tembusin ke KADAOP juga kelar .. ada masalah pribadi kek nya
Kok anarkis gitu, tindak aja pake pelanggaran disiplin kalo membantah, mutasikan atau tindakan lain. jangan kaya preman pasar gitu. Wasiops suruh ikut pelatnas tinju atau jadi lawan latihnya chris jhon.
Gw setuju dgn yang dilakukan oleh wakepsta itu, memang klo atasan memberi perintah yang sifatnya kegiatan resmi harus dengan surat tertulis sebagai dasar kegiatan kerja yang bersifat kedinasan (prosedural) klo cm lisan dasar pelaksanaannya tidak cukup kuat.
Lgian gw ga abiz pikir ko disuruh melakukan pemeriksaan diluar wilayah kerja, memangnya di PT.KAI tidak ada pembagian wilayah kerja? kan perintahnya nyeleneh namanya!
Tentang pemukulan, sebaiknya diselesaikan menurut hukum yang berlaku