Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Laporan Perjalanan KA Rajabasa
#21
sadeis om, monggo dilanjut
Reply
#22
monggo mampir ke divre gan.
ini sepoornya mengasyikan sekali

pasti dilanjut om. pantengin terus yak Big Grin

di MKA edisi berapa? sayamla gak tahu kalau prnah dibahasdi MKA.
ane bilang gitu ya berdsrkan pengalamn dan penglihtan dilapanan ajah om.
gimana kalo dikombnasikan om?
ke divre akhir tahun, (mungkin) siapa tau ada momoan lagi Ngakak
sini gan kakiinya, saya garokin

ia mas, terimkasih atas apresiasi yng tlah diberikan
Reply
#23
saya juga udah pengen banget ke Divre pengen ketemu CC 204 lagi dan BBR tentunya,

Lanjut omm Ngiler
Moga2 tahun depan saya bisa ke Divre Xie Xie
Reply
#24
siap mas bro :p

bener itu. keluar masuk hutan, perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet dan lainnya. ketemu penduduk lokal juga sih. ada yang nyata maupun...

iya om, mlaha kalo nunggu silang baset bisa sampe sejam. hahha
nanti saya ceritakan di perjalanan selanjutnya Big Grin
masalah puas sih, belom puas om.
cuma seminggu sih soalnya Ngakak

kalo buat saya pribdi sih gak berlaku, ane lebih seneng kalo ini sepoor telat.
soalnya pas hari H, ngarepnya sampe KPT subuh ajah. soalnya bingung nanti mau tidur dimana kalo udah sampe cepet-cepet mah
tapi kata penumpang disana, mereka sudah terbiasa dan sudah maklum itu sama peristiwa seperti ini

nah, kalo itu ane kurang paham. ada yang bisa bantu nambahin Bingung ??

waktu tgl 25 mei 2014 kemarin sih, AC nya ngebul banget TNK-KPT gan.
dinginnya seperti ka krakatau mlahan. dingin bener loh so, sepanjang perjlanan pintu bordest pada ditutup

siap. pantengin terus yak

kalo sekarang, perjalanannya menyenangkan sekali gan. AC nampol gila, penumpang juga cuma 100% ajah.
emang ente kapan ke divre gan?


iya om, kalo sepengelihtan saya sih begitu. disini sangat terjga, karena memang jumlanya yang terbatas. maka harus dirawat sebaik dan seoptimal mungkin.
logikanya, semua sepoor penumang disini terjaga ko om. dan kalo boleh saya nilai, pelayanan diluar waktu tempuh divre3 Lebih baik daripada daop gan


ayo gan, kita kesana lagi. ke divre 3lagi. ente domisil dimna?
oya, cerita tentang c 204 "nguli" batu bara, nanti saya ceritakan di tripp report "KA Bukit Selero", sehabis TR rajabasa ini selesai.
untuk BBR SCT leih ramai dilintas KPT-SCT
Reply
#25

ayo gan, kita kesana lagi. ke divre 3lagi. ente domisil dimna?
oya, cerita tentang c 204 "nguli" batu bara, nanti saya ceritakan di tripp report "KA Bukit Selero", sehabis TR rajabasa ini selesai.
untuk BBR SCT leih ramai dilintas KPT-SCT
[/quote]

Saya domisilinya di Pasar Senen, tepatnya di Rajawali, kalo tahun depan saya bisa jadi om, soalnya ngumpulin duit dan ijin dulu tentunya Big Grin
Reply
#26
di MKA edisi berapa? sayamla gak tahu kalau prnah dibahasdi MKA.
ane bilang gitu ya berdsrkan pengalamn dan penglihtan dilapanan ajah om.
gimana kalo dikombnasikan om?
ke divre akhir tahun, (mungkin) siapa tau ada momoan lagi
sini gan kakiinya, saya garokin
[/quote]
MKA Edisi 13.

[spoiler]







[/spoiler]

di MKA 55 diulas juga ^^ (belum sempat dibaca, masih di bungkus plastik)
MKA 64 mengulas CC205 ^^
bagi yang punya Majalah Rel Edisi 2 / 2014 sempat di ulas juga. ^^
covernya cewek geulis di atas CC205 yg lagi idle di-dipo TNK)

kalau minat membaca MKA-nya.... garokin kaki saya ya ??? ^^

"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook :
Reply
#27
Lanjutan..

Pukul 09.34 PPKA TGI memberikan aspek aman kepada masinis S8 Rajabasa setelah disusul BBR super Arah Tarahan. Disini ada yang unik, meskipun S35, 40 dan 41 telah lengkap, namun sinyal keluar stasiun tidak terlihat dari kabin masinis. Ini disebabkan karena jarak pandang yang sangat jauh.namun begitu, massinis dan ass massinis selalu berkordinasi menggunakan HT dan juga radio lok.

Perhatikan gambar dibawah ini:
[spoiler=apakah sinyak keluar stasiun TGI terlihat?]

[/spoiler]

Jika teman-teman bisa melihat dengan jelas sinyal keluar tersebut, ane acungkan jempol dah
OK

Perlahan roda besi mulai menggelinding menjauhi keramaian stasiun pagi itu.
Disini S8 Rajabasa menyusul KA BBR regular yang sudah tersedia dijalur sedari tadi.

[spoiler=susul BBR Regular]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

Beberapa saat berlalu, akhirnya melewati rumah sinyal yang terletak kurang lebih 500 meter dari stasiun TGI.

[spoiler=Rumah Sinyal (pos) TGI]

[/spoiler]

dan sinyal keluar stasiun tegineneg pun terlihat. Ternyata sudah sedari tadi mengangkat keatas yang menandakan jalur aman dan boleh dilewati

[spoiler=sinyal keluar stasiun TGI]

[/spoiler]

Seusai semboyan 21 S8 rajabasa melewati wesel, kecepatan laju KA semakin kencang saja. Jalur lurus membuat daya pandang massinis cukup terpantau, sehingga ia memberanikan diri memacu secepat mungkin sepoor yang dikendalikannya, tapi tetap memperhatikan taspat dilintas tersebut.

Stasiun persinggahan berikutnya adalah:

[spoiler=stasiun Rengas]

[/spoiler]

Perjalanan menuju stasiun rengas, masih sama seperti menuju stasiun tegineneng. Hijau royo-royo masih menemani perjalanan 12 kilometer kami saat itu. Jalur disini masih double track, sehingga memungkin terjadinya persusulan maupun persilngan.
Dalam hati berkata, : “kira-kira di rengas ada apah yak?. Silang atau susul yak?”.
Belom selesai berucap, laju S8 melemah. Ketika buka bordes dan ngecek, ternyata dari kejauhan sinyal muka stasiun rengas masih tertidur dengan pulasnya.
Ternyata unik juga kelakuan massinis S8 ini. Rupanya dia tidak “nge-rem” sekaligus dan berhenti didepan sinyal muka dan sinyal masuk. Melainkan berjalan perlahan sembari menunggu sinyal aman. Kecepatannya saya perkirakan sekitar 5 KmM/Jam.

Dari kejauhan terlihat jelas bahwa stasiun rengas memiliki dua jalur.
Satu jalur untuk persilangan dan menaik-turunkan penumpang. Sementara jalur no 2 merupakan sepoor langsung yang digunakan sebagai KA yang berjalan langsung.
Sekiranya sepoor ini akan masuk jalur 1, karena peronnya yang sudah ditinggikan.

[spoiler=stasiun rengas]

[/spoiler]


[spoiler=makin deket]

[/spoiler]


[spoiler=lebih dekat]

[/spoiler ]


[spoiler=persiapan belok]

[/spoiler]


[spoiler=lebih dekat lagi]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]

Distasiun rengas, penumpang yang naik tidak begitu banyak. Masih bisa dihitung dengan jari.
kini, stasiun ini telah berperon tinggi. Memudahkan penumpang untuk naik kedalam rangkaian Big Grin

[spoiler=S8 distasiun Rengas 1]

[/spoiler]

[spoiler=sisi lain S8 distasiun Rengas]

[/spoiler]


[spoiler=sisi lain S8 distasiun rengas 2]

[/spoiler]


[spoiler=lebih dekat]

[/spoiler]

[spoiler=sisi lain]

[/spoiler]

[spoiler=sisi lain 2]

[/spoiler]

Disini, saya kira akan mengalami nasib apes juga. Namun ternyata dugaan saya keliru. S8 Rajabasa disini tidak kena persilangan maupun persusulan. KA Rajabasa bisa berjalan kembali tanpa harus menunggu, namun tetap ternyata berhenti lama juga rupanya.

[spoiler=waiting sinyal aman]

[/spoiler]

Setelah menunggu beberapa menit, terdengarlah suara peluit dari arah tengah rangkaian. Kemudian massinis mengecek asal suara itu dan mencari-cari orang berseragam yang mengacungkan tongkat sakti berwarna hijau.

[spoiler=memastikan semboyan 40 dan 41]

[/spoiler]

Sinyal keluar didepan sana sudah mengangkat. Dari dalam kabin dan bordes k3-1, sinyal keluar ini masih bisa terlihat dengan jelas sekali. Jaraknya relatif letif pendek dari sinyal distasiun sebelumnya.

[spoiler=sinyal keluar]

[/spoiler]

Jika diamati lebih seksama, ternyata lintas yang berikutnya akan kita jalani adalah naik turun, meskipun tidak terjal, namun cukup menantang juga.
Ketika roda semakin berputar, kami semakin mendekati sinyal keluar stasiun rengas.

[spoiler=sinyal keluar]

[/spoiler]

Dari foto diatas, bisa dilihat bahwa jalur menuju stasiun berikutnya adalah bergelombang, naik dan turun. Dan uniknya lagi, sinyal muka stasiun rengas arah tanjung karang sudah elektrik. Sungguh sangat istimewa sekali

Kembali ke perjalanan,:
hijaunya sawah dan perkebunan milik warga masih memanjakan mata kami dan menemani perjalanan kami. Banyak diantara petani yang sengaja berhenti beraktivitas sejenak guna melihat kegagahan kereta yang kami naiki ini.

Perjalanan menuju stasiun berikutnya, masih identik dengan sepoor yang lurus dan jarang sekali berbelok-belok. Maasinis pun masih berani menggeber kecapatan sesuai taspat dilintas tersebut.
Disini, sambil mengusir kebosanan, maka saya mulai memberanikan diri untuk mengobrol dengan penduduk lokal setempat. Tentunya menggunakan bahasa indonesia. Karena saya gak ngerti bahasa mereka Ngakak

Ternyata, jika diambil kesimpulan. Banyak dari mereka yang menggangap kereta adalah moda transportasi aman, nyaman dan sangat murah jika dibandingkan dengan moda darat lainnya. Jika menggunakan ban karet, tanjung karang-palembang bisa 15 jam lebih dengan harga > Rp 130.000.
Maka dari itu, kereta penumpang disini laku keras meskipun sering mengalah sama sepoor presiden Big Grin

Ketika tengah asyik mengobrol, kecepatan kereta berkurang dan terdengar S35 dari Lok Merah Biru cc20415. Segera kuakhiri obrolan singkat tersebut. Tentunya dengan meimnta izin terlebih dulu. Dan saya jelaskan kalo ingin :motrek:
Stasiun Bekri [BKI]

[spoiler=Bekri dari jauh]

[/spoiler]


[spoiler=bangunan stasiun Bekri]

[/spoiler]

[spoiler=disambut PPKA]

[/spoiler]

Stasiun bekri saya rasa cukup unik. Antara peron penumpang dengan ruang PPKA nya itu terpisah.
Dimana sepoor lurus menjadikan pemisah antara keduanya Big Grin

Berikut, foto-foto ketika S8 Rajabasa berhenti distasiun Bekri/BKI

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]


[spoiler]

[/spoiler]

Seperti yang sudah saya pernah katakan, sinyal keluar beberapa stasiun tidak terlihat. Selain karena letaknya yang jauh dan juga karena adanya tikungan, sehingga tidak nampak jelas oleh massinis.
Dan stasiun bekri adalah salah satunya. Sinyal keluar stasiun bekri, ditempuh dalam waktu 2 menitan dengan kecepatan normal. Jika dihitung berdasarkan jarak, mungkin sekitar 1-2 Kilometer jauhnya.
Dan disini, kami tidak mengalami silang maupun susul antar KA. Kereta berhenti hanya untuk menaik-turunkan penumpang saja.

S8 rajaba berangkat stasiun Bekri tepat pukul 10.00 setelah berhenti sekitar 5 menitan distasiun ini. Tidak banyak yang naik, namun keberadaan stasiun ini cukup membantu untu persilangan dan persusulan karena sepoor beloknya yang panjanggnya luar biasa


Silahkan cek dimari:






Sebelum KA berjalan, saya sempat ngobrol sama assisten massinis S8 Rajabasa.
“mas, sinyal keluar didepan ko gak ada?”. Tanyaku padanya.
“ada mas, didepan sana. Letaknya memang agak jauh”, bales orang tersebut.
“kalo jauh gitu, emang kelihatan?” tanyaku lagi padanya.
“kelihatan ko mas”, imbuhnya.

Sembari memberikan Semboyan 35 kepada PPKA, assisten masinis muda itu pun masuk kedalam kabin yang mengakhiri obrolan singkat kita siang itu.

[spoiler=ini dia orangnya]

[/spoiler]


Dalam perjalanan menuju stasiun berikutnya, kembali saya mengobrol dengan penduduk lokal guna menghibur diri dan mengusir kebosanan yang mulai melanda. Rsa kantuk juga mulai melanda perjalanan saya pagi ini.
Selama perjalanan, Lok Merah Biru CC20415 berjalan normal dengan kecepatan sekitar 60 Km saja.
Tak terasa, 10 menit berjalan kami sudah harus singgah dan berhenti lagi distasiun beikutnya.
Ya, stasiun haji pemanggilan.
Berbeda dengan stasiun Bekri, stasiun ini sepoor beloknya pendek sekali. Mungkin sama dengan sepoor belok KA di jawa.

[spoiler=bangunan stasiun Haji Pemanggilan]

[/spoiler]

Beberapa foto S8 saat berhenti di stasiun Haji pemanggilan:

[spoiler=Foto 1]

[/SPOILER]

[spoiler=Foto 2]

[/spoiler]

[spoiler=Foto 3]

[/spoiler]

[spoiler=Foto 4]

[/spoiler]

Tak berhenti lama rupanya S8 Rajabasa distasiun ini. < 3 menit.
Menurut Gapeka 2013, malah gak berhenti disini. Namun ternyata, PPKA berkata lain. S8 rajabasa berhenti untuk tuk aman stasiun berikutnya.

[spoiler=Cek Semboyan 40 dan 41]

[/spoiler]

Pukul 10.11 S8 Rajabasa Diizinkan berangkat.
Rasa penasaran mulai menghantui saya, karena selama perjalanan hanya berdiam diri dibordes, maka saya beranikan diri untuk nengok kedalam rangkaian. Seperti apah sih suasana S8 pagi ini?

[spoiler=suasana S8]

[/spoiler]

Ketika memberanikan diri untuk membuka pintu, maka suasana dingin segera menghampiri saya.
Udara saat itu begitu dingin dan segarnya. Jika dibandingkan dengan KA dijawa, mungkin seperti AC K2.
Benar-benar puas saya terhadap AC S8 rajabasa ini, meskipun sudah jalan > 3 jam, AC tetap dingin. Hal ini dijumpai hampir disemua kereta. Termasuk KMP3 nya juga, dingin.
sepanjang perjalanan pun, teknisi selalu mondar-mandir kedepan belakang guna mengecek kedinginan suhu ruangan. Bahkan, beliau sempat bertanya kepada beberapa penumpang mengenai tingkat kepuasan mereka.

Suasana k3-1 tempat saya bernaung, ternyata cukup ramai juga. Kursi-kursi telah terisi penuh dengan “nyang punya” itu kursi sendiri. Rata-rata dari mereka, selalu memperhatikan orang yang sedang jalan. Bak artis, saat sedang berjalan menyelusuri seluruh rangkaian ane dilihatiin gitu. Ge-Er nya minta ampun bro.
Tapi sayangnya gak ada nyang bkin saya Mupeng Banget sih.
Semua masih kalah jauh sama gadis pantura : ha ha ha:


Ketika tengah asik menikmati interior K3 S8, ternyata S8 sudah akan berhenti distasiun pemberhentian selanjutnya. Stasiun Sulusuban.
Seperti yang sudah-sudah, peron dan emplasment stasiun ini lebih mirip stasiun KRL di jabodetabek.
Hanya memiliki dua buah jalur, namun jalur beloknya tersebut mimiliki panjang yang lumayan panjang. Sekitar 1-1,5 Kilometer.
Dijadwal, harusnya distasiun juga S8 Rajabasa Berjalan langsung. Namun ternyata disini S8 yang kami naiki menang susul melawan BBR Super.

[spoiler=S8 Rajabasa Saat berhenti di Sulusuban]

[/spoiler]

[spoiler=S8 Rajabasa Saat berhenti di Sulusuban 2]

[/spoiler]

Ternyata dugaan saya benar adanya.
Kenapa S8 Rajabasa harus berhenti sejenak distasiun sebelumnya. Ternyata S8 berngkat stasiun HJI tunggu aman stasiun SLS. Di SLS sendiri S8 Rajabasa rencananya akan menyusul KA BBR Super disepoor lurus.
Setelah jalur aman, barulah S8 rajabasa berngkat HJI.

Dari kejauhan, memang terlihat kotak kecil berwarna kuning.
Jika diamati lebih jauh, itu adalah bokongnya BBR Super yang akan kita “salip” (susul).

[spoiler=Bokong BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=Bokong BBR Super 2]

[/Spoiler]

[spoiler=Bokong BBR super 3]

[/spoiler]

[spoiler=Bokong BBR super 4]

[/SPOILER]


Berpacu pada gapeka, seharusnya KA ini tidak berhenti regular disini.
Berhenti hanya untuk silang susul antar KA saja. Namun ternyata, minat masyarakat terhadap jasa KA semakin besar.
Ada beberapa penumpang yang ternyata naik dari sini.
Dengan kata lain, S8 rajabasa ini terpaksa BLB dimari.

[spoiler=penumpang S8 Rajabasa]

[/spoiler]

Tiba-tiba muncul dari kejauhan sesosok pria berseragam acak-acakan berlari menuju kabin Lok Merah Biru.
Kalo dilihat-lihat sih, seperti kru KA BBR yang akan kita susul. Rupanya, pagawai tersebut ikut nebeng sampai Lok Merah Biru 205 tersebut. kalo jalan kaki, lumayan juga soalnya. Jauhnya minta ampun

[spoiler]

[/spoiler]

Bersambung dulu ah Big Grin
dilanjutkan sambil menunggu waktu senggang


owh, lengkap sekali bro. nuhun infonya.
Reply
#28
Akhirnya, yang ditunggu dilanjut juga Xie Xie
Reply
#29
manteb nih, KA divre..
numpang gelar tiker, monggo dilanjut om... Big Grin
Ikuti sosmed kami
Youtube : dikamedia OnTrack[url=https://www.youtube.com/c/dikamediaOnTrack][/url]
Instagram : dikamediaofficial
facebook : dikamediaontrack
twitter : @dikatwitt_

Reply
#30
Sambungan..

Setelah orang tersebut naik kedalam kabin Lok Merah Biru , tak beberapa terlihat seseorang berseragam putih keluar dari balik dinding dikejauhan sembari membawa tongkat sakti berwarna hijau. Rupanya dia adalah petugas pengatur perjalanan kereta api stasiun sulusuban.
Sinyal Stasiun sulusuban tidak tampak oleh mata dari dalam dalam kabin. Keberngkatan hanya mengandalkan HT, dan semboyan 40-41.

[spoiler=PPKA SLS]

[/spoiler]

Terdengar S35 dari badan Lok Merah Biru . putaran roda besi semakin jelas terdengar.
Didepan, kita akan menyusul batu bara rangkaian super panjang yang ditarik oleh duos cc 205.

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

Lama-kelamaan, kotak kuning yang merupakan semboyan 21 BBR super, nampak semakin jelas.
Pdahal, tadi dari jauh hampir gak kelihatan

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler=panjang gileeee..]

[/spoiler]

[spoiler=masih badannya BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=ketemu kepala BBR]

[/spoiler]

[spoiler=ketemu kepala BBR 2]

[/spoiler]

[SPOILER=ketemu kepala BBR 3]

[/spoiler]

Lok Merah Biru penarik KA Batubara rangkaian Super Panjng adalah: cc20515 + cc20501

[spoiler=CC 205 15]

[/SPOILER]

Kemudian, Lok Merah Biru CC 20415 berhenti sebentar, kira-kira 10 detik-an guna menunkan dan menaikan kru KA. Disini terjadi barter pegawai. Maksudnya, pegawai KA yang tadi nebeng di Lok Merah Biru cc20415 turun, kemudian naik kedalam Lok Merah Biru CC 20515. Sementara dari Lok Merah Biru CC 20515 keluarlah beberapa orang pegawai, dan naik di K3-2 S8 Rajabasa. Menurut obrolan saya dengan railfans divre 3, kegiatan seperti ini sudah sering dan mudah ditemui disini.
Walaupun begitu, tambah dia, ini adalah perbuatan ilegal dan tidak boleh di share ke awak media.
Kalo sampe dirut tau, bisa gempar ini urusannya Big Grin

[spoiler=Naik ke Lok Merah Biru CC20515]

[/spoiler]

[spoiler=Turun dari loko]

[/spoiler]

[spoiler=mulai rame]

[/spoiler]

[spoiler=persiapan naik S8 Rajabasa]

[/spoiler]

[spoiler=persiapan naik S8 Rajabasa orang kedua]

[/spoiler]

[spoiler=masih ada nih]

[/spoiler]

Setelah naik di S8 RAJABASA, sekarang giliran pegawai yang naik ke Lok Merah Biru cc205

[spoiler=Naik Lok Merah Biru CC 20515]

[/spoiler]

[Spoiler=Naik Lok Merah Biru CC20515 (2)]

[/SPOILER]

[spoiler=ta.. raa... semua Kru telah naik]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler=merhatiiin S21]

[/SPOILER]

Nah, itulah cerita dari stasiun sulusuban.
untuk bentuk videonya juga ada, coba cek dibawah ini om :p





[spoiler=sinyal angkat, aman]

[/spoiler]

[spoiler=lebih dekat]

[/spoiler]

[spoiler=aman]

[/spoiler]

[spoiler=disambut penjaga pos]

[/spoiler]

Setelah kegiatan itu itu selesai, maka perjalanan S8 Rajabasa kembali dilanjutkan kembali.
Perjalanan menuju stasiun persinggahan berikutnya adalah stasiun BBA.
Perjalanan menuju stasiun BBA suasana sudah mulai berubah, sepanjang perjalanan sudah memasuki rimbunnya hutan karet lampung utara.

[spoiler]

[/spoiler]

Sepanjang perjalanan menuju BBA, hawa disini semakin dingin saja. Maklum, mbordest dari TNK Ngakak. Bisa-bisa sampe KPT masuk angin malah.
Dan sepanjang perjalanan itu pula, tak nampak satu batang biji-pun PKD. Padahal, kalo dijawa biasanya setelah KA berhenti disuatu stasiun selalu ada yang ngecek posisi pintu. Terbuka atau tidak. Tapi lain ceritanya jika di S8 Rajabasa Big Grin. Ente mau ngapain ajah bebas coy

Kanan-kiri masih dengan suasana alam hutan karetnya, dimana-mana hijau ijo royo menamni perjalanan kami. Sering kami temui beberapa penduduk lokal disana. Baik manusia, maupun hewan. Tapi, yang paling kami jumpai adalah hewan liar yang jumlahnya tak banyak, namun berkelompok semacam babi hutan

10 menit berselang, S8 mulai menurun kecepatan.
Itu pertanda KA akan berhenti disuatu stasiun. Kira-kira, akan disilang apa yah? Mikir Dulu
BBR regular, super, atau kah KRD Way ompu. Soalnya dari tadi belom ketemu juga ama si “ompu” itu.

Sebelum masuk stasiun, ternyata S8 tertahan beberapa detik didepan sinyal masuk stasiun BBA.
Dan ketika sinyal tengah mengangkat, massinis langsung tancap gas





Nah, jawaban dari pertanyaan diatas sudah terjawab kan?
Dan, ternyata adalah

[spoiler]
BBR Super
[/spoiler]

.. Lah yang kami susul saat itu. Di video, jelas sekali terlihat kecepatan KA Rajabasa ketika akan mendahului BBR tersebut. mulai dari KKBW paling akhir aka S21 hingga ke ujung lokomotif. Semakin mendekati Lok Merah Biru, kecepatan diturunkan.

[spoiler=Kuis Berhadiah]
Kita main tebak-tebakan yuk :
Ogut punya dua pertanyaan berdasarkan video diatas, ada berapa KKBW dan Lok Merah Biru dinas apa yang menarik rangkaian KKBW tersebut??

Pemenang akan mendapatkan hadiah menarik dari meja redaksi. Jawaban tercepat dan terbenarlah yang akan memperoleh hadiahnya. Hadiah akan dikirimkan langsung kepada pemenang Kuis
[/spoiler]

Sesampainya didepan (samping lokomotif), ternyata S8 Rajabasa ini berhenti juga rupanya.
Ya allah, katanya “ekspress:, ko berhenti disemua stasiun gini. Apanya yang ekspress coba?”, keluhku dalam hati.

[spoiler=S8 Rajabasa di BBA]

[/spoiler]

[spoiler=Menyusul BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=BBR dari dekat]

[/spoiler]

[spoiler=S8 saat berhenti di BBA]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

Sekilas Stasiun Blambangan Pagar
Stasiun Blambangan Pagar berada di Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Bandar Lampung. Stasiun ini memiliki kode stasiun BBA. Stasiun Blambangan Pagar terletak diantara stasiun Sulusuban dan stasiun Kalibalang.

Stasiun Blambangan Pagar memiliki 3 jalur yang masih aktif.
Jalur 1 untuk persilangan, dan susulan KA dengan rangkaian agak pendek seperti KRD Way Ompu dan Rajabasa.
Jalur 2 digunakan oleh Kereta yang berjalan Langsung. Sementara,
Jalur 3 juga digunkan untuk persilangan dan persusulan.
Meskipun jalur 1 dan 3 sama-sama berfungsi sebagai sepor belok, namun keduanya memiliki berbedaan. Dimana, panjang jalur 1 hanya mampu menampung max 10 kereta saja. Sementara jalur 3 mampu menampung KA BBR super.
Panjangnya jalur 2, saya perkirakan sekitar 2 kilometer. Itulah sebabnya, KA BBR Super (baik arah PBM maupun TNK) selalu belok kesini apabila kalah silang atau susul.
Untuk peron, penumpang juga sudah dimanjakan karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) divre 3 SS telah menggikan peron jalur 1 dan 2. Sehingga penumpang tidak perlu bersusah payah apabila ingin menaiki kereta.

[spoiler=bangunan stasiun BBA]
[/spoiler]

[spoiler=BBA]

[/SPOILER]

[spoiler=BBA 2]

[/spoiler]

Pukul 10:38
S8 Rajabasa Diberangkatkan dari jalur 2 stasiun Blambangan Pagar, menyusul KA BBR Super Dijalur 3. Masih sama seperti sebelumnya, hutan karet masih menemani perjalanan kami pagi itu. Jarang sekali kami menemui rumah-rumah penduduk. Jangankan rumah penduduk, orang lewat ajah gak ada bro..
Ngikik

Lama-lama ko lapar yak? Oya, dari semalem ogut belom makan soalnya.
Akhirnya, nekad ajah memasuki gerbong kedua dari depan. Yaitu KMP3. Sama seperti dijawa, menu masakan disini tidak bisa diandalkan. Hanya ada nasi goreng, nasi rames dan pop mie seadanya sebagai senjata mereka. Ada juga mizone dan air mineral lainnya.
Tapi ternyata, harganya tidak semahal sodaranya dipulau jawa.
Nasi goreng disana hanya dihargai Rp 15.000 saja. Cukup murah jika dibandingkan makanan sejenis di pulau jawa.

Sembari menikmati panasnya sajian PT Reska, kunikmati pemandangan hutan karet. Sedap juga dipandang mata rupanya. Kecepatan KA saat itu tidak begitu cepat, mungkin hanya 50 KM/jam.
Yang udah-udah, kalo kecepatan segitu biasanya akan disilang oleh BBR distasiun berikutnya.

Tepat sekali dugaan saya. Tepat didepan sinyal muka, S8 Rajabasa ini berhenti.
Nampak sekali didepan ada sesosok kotak berwarna merah sedang berhenti dalam keadaan berbelok.
Entah BBR apa itu didepan. Bisa BBR regular maupun BBR super.

[spoiler=sosok bayangan]

[/spoiler]

[spoiler=diperbesar]

[/spoiler]

Beberapa detik menunggu, sinyal aman terangkat. Tapi sayang, kami kembali harus berhenti didepan sinyal masuk stasiun kalibalang. Bethe

[spoiler=belom aman]

[/spoiler]

Beberapa detik menunggu didepan sinyal masuk Kalibalang, sinyal masih belom terangkat juga. Masih belom aman rupanya. Yasudah , mau gak mau ya mesti nunggu

[spoiler=masih belom aman]

[/spoiler]



Beberapa detik kemudian, sinyal berhasil diangkat oleh PPKA Kalibalang. Itu tandanya S8 Rajabasa diperbolehkan melenggang masuk kedalam emplasemen stasiun.
Perlahan pasti, akhirnya berhasil juga masuk jalur peron 1 stasiun Kalibalang.
Sementara dijalur 2, sudah tersedia KA BBR super tujuan Tanjung karang hingga Tarahan.
Dan dijalur 3, terdapat rangkaian KKBW tanpa lokomotif.

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler][/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler]

[/spoiler]

[spoiler=BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=S8 RajabasaSilang BBR]

[/SPOILER]

Lokomotif penarik BBR super kali ini adalah:

[spoiler=CC2051315]

[/SPOILER]

[SPOILER=Face Of CC2051315]

[/SPOILER]

[spoiler=S8 Rajabasa X BBR Super]

[/spoiler]

[Spoiler=BBR Super di jalur 2 Stasiun Kalibalang]

[/spoiler]

[spoiler=Kuli Divre 3]

[/spoiler]

[spoiler=KA BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=KA BBR Super]

[/spoiler]

[spoiler=BBR rangkaian Panjang]

[/spoiler]

Setelah dipastikan semboyan 21 S8 rajabasa telah terkunci dan aman berada dijalur 1, maka PPKA stasiun Kalibalangan segera memberangkatkan KA Batubara rangkaian super panjang yang terlah tersedia dijalur 3.





Bersambung dulu yah bro.
Mau salat taraweh dulu
Big_icon_rame
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)