24-11-2009, 06:45 PM
dari kompas.com,selasa 24-11-2009, 18:05 WIB, sumber
Quote:Tebing Longsor Nyaris Menimbun Rel KA
Selasa, 24 November 2009 | 18:05 WIB
BREBES, KOMPAS.com - Tebing setinggi empat meter longsor dan nyaris menimpa rel kereta di kilometer 326+700-800, tepatnya di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, sekitar 50 meter dari perbatasan Kabupaten Banyumas, pada Senin (23/11) malam. Kejadian itu tak mengakibatkan korban jiwa maupun menghambat perjalanan kereta. Namun tebing longsor itu cukup diwaspadai agar tidak ambrol dan menimpa rel kereta.
Terlebih di sepanjang jalur kereta di wilayah PT Kereta Api Daerah Operasional V Purwokerto, ada 29 titik rawan bencana longsor, banjir, dan ambles. Beberapa titik rawan itu berada tak jauh dari tebing longsor tersebut.
Menurut warga setempat, tebing itu sudah longsor sejak sehari sebelumnya. Tebing yang menjadi bagian pelataran tempat pergergajian kayu UD Doa Ibu itu longsor secara berangsu-angsur.
Sudarto (40), salah seorang pekerja di tempat penggergajian kayu, Selasa (24/11), mengatakan, sejak hari Minggu tebing itu sudah longsor sedikit demi sedikit. Material tanah pada tebing terus berjatuhan sampai Senin pagi. Setelah tersiram hujan deras, tebing sepanjang lima meter itu baru longsor secara bersamaan pada Senin malam. “Karena tersiram hujan deras itu, baru longsor,†katanya.
Kepala Humas PT KA Daop V Purwokerto, Surono mengatakan, perbaikan tebing itu akan dikerjakan oleh satuan kerja proyek rel ganda di bawah Direktorat Jenderal Kereta Api, karena menjadi kesatuan dengan proyek rel ganda. Namun untuk penanganan dini, PT KA Daop V sudah menahan longsoran tersebut agar tidak menimbun rel kereta.
Dengan adanya kejadian itu, Surono mengatakan, pengawasan di sejumlah titik rel yang rawan bencana semakin diperketat. Setidaknya ada enam titik rel rawan longsor, enam titik rawan banjir, dan 12 titik rawan ambles. “Ada 24 penjaga yang sudah kami kerahkan untuk mengawasi 24 titik itu,†katanya.
Rel rawan longsor ditemukan pada tiga titik di sepanjang jalur rel Prupuk, Kabupaten Tegal, hingga ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Sepanjang jalur rel itu rawan longsor karena kondisi alamnya yang berbukit-bukit.
Sementara rel rawan terendam banjir ditemukan pada jalur rel Tegal-Prupuk dan Slawi-Balapulang. Kedua jalur rel itu rawan terendam banjir karena berada tak jauh dari sungai. Jika turun hujan deras, sungai itu kerap meluap.
Menurut Surono, rel rawan ambles banyak ditemukan di jalur rel Banjar Patroman, Jawa Barat, sampai di Kroya, Kabupaten Cilacap. “Rel di sepanjang jalur itu rawan ambles karena sisi kanan dan kirinya diapit oleh sawah dan rawa,†katanya.
Hujan juga mengakibatkan beberapa ruas jalan di Kabupaten Banyumas mulai berlubang, dengan diameter antara 10 sentimeter sampai 20 sentimeter. Bahkan ruas jalan Purwokerto-Ajibarang yang sudah diaspal ulang juga tak sedikit yang berlubang.

