30-11-2009, 07:14 AM
(28-11-2009, 06:32 AM)Dana Komuter Wrote: Coba kita telusuri :
Bogor- Sukabumi cuma punya K2 Bumi Geulis.
Seantero Jabodetabek gak punya K2 melainkan cuma K1 dan K3. Dulu ada K2 di mana Pakuan dulu Bisnis, Bekasi Ekspres dulu Bisnis, dsb.
Padalarang - Bandung - Cicalengka gak punya K1.
Konon Kutoarjo - Solo via Yogyakarta punya K1 x-Argo Lawu gitu yah...
Dll...
Knapa yah bisa demikian? Padahal masyarakat juga pasti ada yang membutuhkan juga K3 sebagai KA bertarif murah dan juga K2 sebagai KA komuter yang agak mahalan tapi lebih cepet sampai.
Kalau perkara adanya K1 - K2 - K3 di KA komuter itu tidak selalu harus ketiganya ada, yang penting okupansinya cukup tinggi dan segmentasi penumpangnya 'tepat sasaran'.
Pembagian untuk tiap daop:
Daop 1 => ada K1 (kelas ekspres) untuk penumpang bisnismen/karyawan menengah ke atas dan K3 (eko AC dan eko non AC) untuk penumpang kelas menengah ke bawah.
Daop 2 => rata-rata penumpangnya kelas menengah ke bawah jadi kelas yang tersedia adalah K2 dan K3
Daop 3 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 4 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 5 => yang ini kurang tahu
Daop 6 => penumpangnya rata-rata kelas menengah ke atas jadi disediakan kelas K1 (Argo Prameks) dan K2 (KRDE+KRDH)
Daop 7 => ini saya kurang tahu
Daop 8 => penumpangnya rata-rata kelas bawah jadi semua komuternya pakai kelas K3
CMIIW


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)