13-01-2010, 02:29 PM
Penelusuran stasiun dawung akhirnya ketemu juga dengan bertanya sana sini kok dilalah yang saya mintai tanya ternyata bapak pensiunan pjka beliau adalah BAPAK SUKANDAM bukannya saya mengobral privasi seseorang tapi ini hanya sebagai gambaran pahit dari bekas stasiun maupun mantan pegawai stasiunnya pula disamping saya sudah mendapat ijin dari bapak sukandam untuk mempublikasikan rumah beliau yg dulu memang sebuah bangunan stasiun dawung. Dari cerita beliau saya baru tahu cerita sebenarnya yg selama ini pula saya juga mendapat info dari pegawai pjka yg lain. Bahwasannya jalur ini di tutup resmi oleh pemerintah di tahun 1990 wow baru tahu saya ternyata baru 20tahun yg lalu. dengan tarif dawung tuban rp 150 dan dawung babat rp350. Dan raibnya semua sarana maupun prasarana kereta api tersebut sekitar tahun 2004 80% telah lenyap tak berbekas akibat ulah para mafia besi yg di bantu oleh oknum pegawai Pt ka bahkan waktu pencurian tiang telepon kereta api itupun mereka menyaru sebagai pegawai telkom dengan seragam lengkap dengan tenangnya mereka mencabut tiang telepon ka tanpa ada perasaan takut maupun dosa. Itu sekelumit cerita dari bapak sukandam. Bahkan tanpa terasa mata ini berlinang mengenang jaya2nya kereta api babat tuban dulu dengan pegawainya yg kini telah menyisakan kenangan haru.
