13-02-2010, 09:35 PM
(13-02-2010, 04:49 PM)kemal reza Wrote:(23-01-2010, 10:09 PM)argolawu69 Wrote: [quote='Agung' pid='126905' dateline='1263973113']
pengalaman paling gila............
Dinas di KA Barang menuju Lempuyangan hampir PLH head to head dengan KA Pasundan..........
pengalaman yang gak akan bisa dilupakan............
wah penasaran nih sama ceritanya,
bisa tolong ceritain gak mas???
hmmm.............tak ceritain deh..............benar2 pengalaman paling menegangkan.............
ceritanya gini..........
waktu itu KA Semen yang saya tumpangi baru lepas stasiun Kebumen menuju stasiun Wonosari, di sinyal muka stasiun wonosari dikasi sinyal kuning dan sinyal masuk menunjukkan aspek merah, kemudian KA yang saya naiki pun berenti dekat dengan sinyal masuk yang berada di tengah2 tikungan dan dengan sabar menunggu. setelah menunggu 5 menit, saya melihat kalo aspek sinyal kok tidak terlihat ( dalam artian tidak menunjukkan aspek merah, kuning, hijau maupun aspek darurat), kemudian saya pun bertanya kepada kondekturnya apakah aspeknya memang menunjukkan aspek hijau ato tidak dan dijawab hijau (meskipun dalam hati ragu2 sekali karena memang tidak terlihat sama sekali, apalagi saat itu radio loknya rusak sehingga tidak bisa melakukan kontak dengan PK untuk mengetahui posisi aspek sinyal yang benar). Akhirnya KA pun berjalan dengan perlahan dan mulai menambah kecepatan sedikit demi sedikit. setelah berjalan beberapa meter, saya pun melihat kejanggalan, pintu perlintasan di depan kok tidak tertutup (saat itu posisi menikung ke kanan), langsung saja saya membunyikan semboyan bahaya terus menerus dan berharap di depan tidak ada KA. Kemudian mendekati akhir tikungan saya melihat posisi wesel berbelok menuju sepur 1 bukan sepur lurus (saat itu kecepatannya sudah sekitar 35 km/jam) dan di depan sana sudah terlihat KA Pasundan yang juga sedang bersiap2 masuk stasiun wonosari untuk bersilang dengan KA barang yang saya naiki (wesel sudah dibentuk untuk memasukkan KA Pasundan dari Kutoarjo dan KA Barang yang saya naiki seharusnya berjalan langsung di sepur lurus), kontan saja semua awak KA yang berada di dalam kabin kaget semua dan berusaha mengerem secara darurat, namun apa daya, karena pengereman masi menggunakan rem tangan bukan dengan air brake, akhirnya ya KA masuk emplasemen sepur 1 dengan kecepatan sekitar 38 km/jam (mestinya 25 km/jam), lalu dengan sedikit permainan rem dari lokomotif akhirnya KA pun bisa berhenti tepat di depan stasiun dengan disambut omelan dari PPKA. Usut punya usut ternyata stasiun wonosari sedang mengalami pemadaman listrik dan generatornya blom siap dinyalakan. Dan untungnya juga KA Pasundan masi berhenti di sinyal masuk dari arah timur sehingga tidak terjadi tabrakan frontal. Akhirnya KA Pasundan pun dimasukkan ke jalur 2 dan berjalan langsung, kemudian KA Barang pun bisa melanjutkan perjalanan kembali...........
disinilah peran sebenarnya dari radio lok, kelihatannya si sepele, namun amat vital bagi kelancaran perka........
![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)
My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks
My videos on www.youtube.com/user/cc20409

