02-02-2009, 12:00 PM
we supratman Wrote:oh iya kang ...anu sangat memang disayang kan di sana banyak loko uap dan beberapa bagian dari komplek museum tranportasi tidak terawat
padahal dari segi scenery dan koleksi museum, kereta api sangat mendominasi , sedih memang melihat para sesepuh mesin baja itu dibiarkan
berkarat , padahal dari segi pengunjung museum cukup banyak (hari libur). apakah karena di lepas nya salah satu pengelolaan musium tsb
kepada pihak TMII.
Museum Transportasi dikelola oleh Departemen Perhubungan.
Masalah klasik adalah minimnya dana perawatan untuk museum, karena banyak benda yang harus dirawat di sana.
Khusus untuk obyek kereta api, adalah tanggung jawab kita sebagai rail fan untuk turut menjaga aset-aset tersebut.
IRPS, Majalah KA dan beberapa komunitas kereta api pernah bersama-sama mengecat loko-loko itu. Jadi sambil menikmati.. kita juga merawatnya.
salam
