22-02-2010, 05:11 AM
kalo saya sih lebih memilih spur internasional. biarpun lebih mahal, tapi bedanya gak jauh2 amat sama bikin spur 1067. setidaknya itu kata temen saya yang insinyur sipil lho. cmiiw.
tetapi spor standar punya kelebihan untuk stabilitas dan kecepatan yang lebih baik. apalagi kalo membangun jaringan ka, perlu dilihat kedepannya apakah perlu meningkatkan kecepatan moda seiring dengan persaingan dengan moda lain? contoh kasus jawa, sekarang kita baru menyadari betapa meningkatkan kecepatan di jawa susah sekali. jangankan mau lari 300 kmh, 120 kmh saja belum bisa. mau tak mau harus bikin trek baru 1435 kalo ingin ke arah sana.
oleh karenanya, saya sangat mendukung seluruh daerah yang mau buat jaringan ka baru, jangan kepalang tanggung kalo bikin rel ka. kalo 1435 bisa, buat apa milih 1067? apalagi sumatra dan kalimantan tanah nya relatif luas dan konturnya agak datar tidak seperti di jawa yang sempit dan bergunung-gunung.
tetapi spor standar punya kelebihan untuk stabilitas dan kecepatan yang lebih baik. apalagi kalo membangun jaringan ka, perlu dilihat kedepannya apakah perlu meningkatkan kecepatan moda seiring dengan persaingan dengan moda lain? contoh kasus jawa, sekarang kita baru menyadari betapa meningkatkan kecepatan di jawa susah sekali. jangankan mau lari 300 kmh, 120 kmh saja belum bisa. mau tak mau harus bikin trek baru 1435 kalo ingin ke arah sana.
oleh karenanya, saya sangat mendukung seluruh daerah yang mau buat jaringan ka baru, jangan kepalang tanggung kalo bikin rel ka. kalo 1435 bisa, buat apa milih 1067? apalagi sumatra dan kalimantan tanah nya relatif luas dan konturnya agak datar tidak seperti di jawa yang sempit dan bergunung-gunung.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
