24-02-2010, 02:04 PM
(25-01-2010, 09:38 PM)Agus_Faisal Wrote: Kalo railfans sih maunya gitu, jalur mati dihidupkan lagi, bahkan kalo perlu seluruh Jawa isinya rel aja
Tapi PT. Kereta Api (Persero) kan sebelum menghidupkan jalur mati tersebut harus melakukan beberapa kajian, termasuk melakukan scanning market attractiveness terhadap jalur tersebut, seberapa besar potensinya bagi pendapatan PT. Kereta Api (Persero)? Dan juga seberapa feasible kah jika jalur ini dihidupkan?...Kita tunggu saja bagaimana sikap PT. Kereta Api (Persero) terhadap beberapa jalur mati tersebut...
Kalau tentang attractiveness sih, selama mblusuk/ mblakrak/ menjelajah jalur mati milik Malang Stoomtram Mij saya kerap mendengarkan pandangan penduduk sekitar bahwa mereka lebih suka jalur mati dihidupkan lagi. Satu kata kunci yang saya ingat dari penduduk adalah "Rejo" (makmur). Jika jalur trem dihidupkan lagi, pasti suasana terasa lebih "rejo". Begitu kata penduduk di suatu desa yang dulu dilintasi jalur trem Malang.
Yang jelas, keberadaan jalur KA bisa menjadi suatu stimulus kegiatan ekonomi dan sosio kultural. Kita bisa melihat bagaimana perputaran uang dan tumbuhnya berbagai kreativitas tumbuh di sekitar stasiun KA.
Masalahnya sebenarnya lebih di tingkat kebijakan pemerintah pusat. Mengapa dulu tidak ada "political will" untuk mengembangkan dan melestarikan jalur KA yang sudah ada? Alih-alih banyak jalur KA dimatikan. Angkutan trem ditiadakan. Akhirnya, penuhlah jalan raya dengan berbagai merk mobil dan sepeda motor yang bikin macet tiada tara
Salam Spoor,

