24-02-2010, 07:16 PM
itu karena PTKA dan pemerintah american (GE) minded...
seperti yg kita ketahui GE adalah produsen lokomotif barang seperti evolution dan dash 9 yg berciri2 punya HP besar tetapi kecepatan minim alias ga lbh dari 170km/jam, kereta api digunakan di amerika memang hanya utk angkutan barang / peti kemas. Perusahaan kereta api di amerika seperti UP dan BSNF memang fokus pd angkutan barang. UP dan BSNF itulah konsumen utama dr GE.
Lokomotif penumpang yg digunakan Amtrak jg ga begitu berkembang.
Produsen lokomotif penumpang adalah Jepang (Hitachi, Kawsaki, Nippon Sharyo, dll) dan Jerman (Siemens). Itupun skrg mereka lbh fokus memproduksi lokomotif listrik (yg tdk bisa dioperasikan di Indonesia kecuali di Jabotabek). Mrk sudah lama beralih ke lokomotif listrik karena mereka berpandangan listrik lbh efisien (mrk mempunyai banyak PLTN), tidak berpolusi, dan berpendapat satu saat harga BBM akan membumbung tinggi bahkan habis.
Tetapi belakangan ini utk kereta penumpang jg sudah tidak memakai lokomotif, hanya kereta barang yg menggunakan lokomotif. Saat ini biasanya menggunakan Multiple Unit baik itu EMU/KRL atau DMU/KRD pd tempat2 yg blm elektrifikasi.
Jd knp Indonesia tdk beralih dr lokomotif barang bertenaga kecil (kebetulan yg dibeli PTKA dr GE bertenaga kecil semua / dibawah 2200HP), berkecepatan rendah, berpolusi udara dan suara menuju EMU / KRL yg jauh lbh baik????
Tanya kenapa???
Kambing hitam yg sering muncul adalah anggaran alias uangnya tdk ad...
seperti yg kita ketahui GE adalah produsen lokomotif barang seperti evolution dan dash 9 yg berciri2 punya HP besar tetapi kecepatan minim alias ga lbh dari 170km/jam, kereta api digunakan di amerika memang hanya utk angkutan barang / peti kemas. Perusahaan kereta api di amerika seperti UP dan BSNF memang fokus pd angkutan barang. UP dan BSNF itulah konsumen utama dr GE.
Lokomotif penumpang yg digunakan Amtrak jg ga begitu berkembang.
Produsen lokomotif penumpang adalah Jepang (Hitachi, Kawsaki, Nippon Sharyo, dll) dan Jerman (Siemens). Itupun skrg mereka lbh fokus memproduksi lokomotif listrik (yg tdk bisa dioperasikan di Indonesia kecuali di Jabotabek). Mrk sudah lama beralih ke lokomotif listrik karena mereka berpandangan listrik lbh efisien (mrk mempunyai banyak PLTN), tidak berpolusi, dan berpendapat satu saat harga BBM akan membumbung tinggi bahkan habis.
Tetapi belakangan ini utk kereta penumpang jg sudah tidak memakai lokomotif, hanya kereta barang yg menggunakan lokomotif. Saat ini biasanya menggunakan Multiple Unit baik itu EMU/KRL atau DMU/KRD pd tempat2 yg blm elektrifikasi.
Jd knp Indonesia tdk beralih dr lokomotif barang bertenaga kecil (kebetulan yg dibeli PTKA dr GE bertenaga kecil semua / dibawah 2200HP), berkecepatan rendah, berpolusi udara dan suara menuju EMU / KRL yg jauh lbh baik????
Tanya kenapa???
Kambing hitam yg sering muncul adalah anggaran alias uangnya tdk ad...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...

