13-03-2010, 04:18 PM
(13-03-2010, 10:41 AM)eko winarno Wrote:(13-03-2010, 08:05 AM)ady_mcady Wrote: jangan persimis dulu. kalo masalah menghidupkan jalur mati biayanya tergantung juga dari apa yang nanti mau lewat diatasnya. kalo yang mau lewat itu kelas railbus, lrt, trem, ya gak usah pake r54 dan bantalan beton. jadi biayanya bisa lebih murah.
lain halnya kalo angkutan barang kelas berat, mau gak mau harus di ganti rel dan bantalannya.
Sinkron kang...berarti biaya bisa ditekan karena jalur - jalur yang mati sekarang kebanyakan cuma light train bukan heavy duty berati bisa menggunakan R.42 bantalan besi saja dan ini bisa memakai material yang bekas dari jalur utama, dari pada di kilokan mending bisa manfaatkan serta dengan persaratan di kalibrasi ulang supaya layak pakai lagi.
Setuju dengan pendapat Bung Ady dan Bung Eko. Sedikit lega rasanya. Namun bagaimana dengan penanganan benalu-benalu yang telah tumbuh di mana-mana?
Jika memang revitalisasi jalur mati merupakan salah satu program yang benar-benar akan direalisasikan, kiranya penanganan benalu patut dipikirkan mulai sekarang. Jika tidak, permasalahan berlarut-larut hingga ke MA maupun MK bisa timbul....he,he,he (Ini jika misalnya terjadi sengketa kepemilikan atas aset PT KA).Salam Spoor,
