(17-03-2010, 12:11 PM)see_204XX Wrote:(17-03-2010, 08:46 AM)antimon40 Wrote:(17-03-2010, 08:38 AM)eling Wrote: di Daop II BD menggunakan rangka bawah bisa jadi dgn berkaitan bobot Loko uap yg lewat di daerah BD, little big boy beroperasi disana pada saat itu (jaman baheula)
berarti itu juga salah satu alasan bahwa rangka bawah lebih kuat kan daripada rangka atas?
Kalo menurut saya, berdasarkan buku2 yg kemaren saya baca kekuatan jembatan baik itu rangka atas ato rangka bawah nggak beda jauh dalam menahan beban yg melintas di atasnya. Seperti yang dah diposting Bung Agung secara prinsip seperti itu. Kalo sungai sering meluap dan alirannya deras dan hampir mendekati balok gelagar jembatan ya sebaiknya digunakan tipe jembatan dgn rangka atas, sebaliknya kalo elevasi jembatannya dah tinggi karena area lembahnya sangat dlm (seperti jembatan2 di DAOP 2) tipe rangka bawah sangat baik utk digunakan. Yach, kembali ke biaya dan harga dalam perakitan dan pelaksanaan ajah.
Selain saya setubuh dengan hal yang diungkapkan kang bravo see_204XX, ada faktor lagi yang perlu diperhatikan, yaitu kekuatan tekanan gandar jembatan, apalagi isunya akan didatangkan lok baru CC300, atau CC206.
(17-03-2010, 11:54 AM)Agus Riyanto Wrote: Kenapa kalo lewat jembatan KA, didalam gerbong terdengar lebih berisik ???
Kalo menurut ane, karena di bawah rel dan bantalan pada jembatan nggak ada tanah/ballast yang meredam suara gesekan rel dengan roda kereta sehingga terdengar lebih berisik. CMIIW
Loco Project Designer for better Indonesian Railways 

