07-04-2010, 07:05 PM
(07-04-2010, 04:09 PM)azu Wrote:(07-04-2010, 03:50 PM)Charles Wrote:(06-04-2010, 11:40 PM)azu Wrote:(06-04-2010, 10:54 AM)Ray Wrote:(06-04-2010, 10:04 AM)debi4n_us3r Wrote:bukannya pernah beberapa kali patas cicalengka pake rangkaian KRDH lagi? ada kemungkinan masih kuat kalo dibawa ke padalarang. daripada nganggur di dipo.(05-04-2010, 06:34 PM)Ray Wrote: Oya, saya juga pernah iseng2 berpikir, kenapa tidak dicoba KRDH yg ada di dipo klo lagi nganggur dipake buat gantiin 1 aj rangkaian odong2, tidak usah sering2 dan klo dipikir-pikir memang tidak mudah melaksanakannya, tapi saya pengen liat reaksi penumpang seribuan klo dikasih rangkaian kereta komuter yang lebih layak dari si odong2, itung2 sekali-kali peningkatan pelayananSi KRDH tu masih kuat jalan ga ya ? Takutnya cuma 1 saja mesinnya yg jalan. Moga-moga aja jangan sampai hilang ke DMU-annya, lantas ditarik sama CC kaya KA lokal
Bukannya dulu odong2 pake rangkaian KRDH ya?
Yak betul, rangkaian KRDH masih sering dipakai sebagai PATAS ke CCL, apalagi sekarang ada beberapa gerbong M yg sudah ganti mesin di BY Pengok, jadi sama sekali ga masalah dibawa jalan2 ke Padalarang.
Soal odong2 dulu memang pernah pake rangkaian KRDH Shinko, saya masih inget warnanya khas merah dan dipasangin lapisan duri besi untuk mengantisipasi penumpnag naek ke atap.
Tapi karena KRDHnya memang sudah tua, jadinya klo ga salah sekitar taun 2000 (CWIIW) odong2 ga pake KRDH lagi dan KRDHnya di-Make Over jadi rangkaian K3, kabin masinis dan mesin dibuang. Klo mas2 sekalian suka naik odong2 dan liat gerbong yang pintunya 2 dengan letak ditengah dan pinggir (bukan kaya K3 biasa yang pintunya dua2nya di pinggir), itu pasti bekas KRDH yg di-make over
dulu odong-odong memang pakai KRDH yang warna merah/oren strip biru dengan "mahkota" diatasnya.. satu set terdiri atas 4 kereta.. sebenarnya ini KRDH ga tua2 amat, tahun 1999 baru direpowering di INKA tapi cepet amat rusaknya..
sekitar mulai tahun 2003 awal satu set mulai rusak sampai harus ditarik lok, kemudian mulai September 2003 seluruh KRDH Odong2 dihentikan operasinya dan di"transfer" ke surabaya untuk komuter disana,, sedangkan odong2 dapet 6 kereta ex-Shinko atau bekas KRDH Batch 1 dan kereta inilah yang dimaksud mas Ray K3 make over,, tapi ini bukan bekas dari KRDH yang dulu dipakai odong2.. sehingga saat itu 1 set terdiri atas 4 kereta ex-Shinko dan 1 set lagi terdiri atas 2 kereta ex-Shinko dan 2 kereta K3.. sejak armada KRDH dipensiunkan keterlambatan odong2 malah semakin menjadi-jadi kalau kata saya
tahun 2004 datang 4 kereta ex-Shinko dari JAKK bekas rangkaian odong2 rangkas (ditandai dengan kodenya K3-801xx) untuk menambah armada,, kemudian disusul kereta2 K3 yang bangkunya jadi kaya bangku angkot..
sekitar tahun ini juga KRD Patas mulai dicat kuning seperti saat ini,, meskipun saat itu masih ada yang cat hijau/biru..
(06-04-2010, 11:37 AM)Eko Budy Santoso Wrote: Ane setuju untuk mengaktifkan kembali KRDH Shinko, selain yang sekarang dah dinesan PDL - CCL, ...
Klo nggak salah BD kan punya sekira 8 - 9 Gerbong KRDH Shinko ... sedangkan yg sekarang lagi dines baru 4 - 5 gerbong ... dari temen- temen ada yang tahu inpoh lainnya ? ... thanks ...
KRDH yg dulu dipakai Patas sekarang masih suka dipakai kok,, jadi gantian pakainya dengan KRDE..
KRDH (bukan Shinko,, karena KRDH Shinko rata2 tewas di tahun 80an,, dan saat ini bekas keretanya dipakai di odong2) punya bandung ada beberapa (kalau tidak salah 2 kereta) yang ditransfer ke YK utk membantu armada Prameks KRDH..
Waktu dulu Odong2 masih pakai KRDH,, sepertinya bandung punya 20 KRDH karena jalur yang disamping gedung utama Dipo BD suka penuh dengan KRDH..
KRDH yang dimaksud 'tewas' di sini Shinko MCW 301 yang dua pintu kan? Sekarang KRDH 2-pintu tsb sudah menjadi K3 biasa seperti yang sudah disebutkan di atas.
Dulunya memang odong-odong menggunakan KRDH MCW 301 yang stamformasinya TC-MC-MC-TC atau MC-TC-TC-MC dengan striping merah-biru Perumka dan atap berduri, tetapi sejak tahun 1999 semua kereta TC diubah menjadi MC dan sekitar pertengahan tahun 2000 dilakukan modifikasi dengan membuang mesin diesel dan kabin masinis sehingga bentuknya menjadi rata di kedua sisi. Ciri utama K3 eks MCW 301 tsb adalah menggunakan kode K3-76xxx s/d K3-81xxx, sedangkan KRDH Patas menggunakan kode KD3-82xxx s/d KD3-87xxx.
Kalau tidak salah KRDH Patas yang sekarang itu menggunakan KRDH Shinko MCW 302 3-pintu tetapi mesinnya diganti pakai mesin Cummins.
Ada berapa set KRDH MCW 302 Patas yang masih siap beroperasi?
Mengapa akhir-akhir ini ada KRDH Patas yang digandengkan dengan rangkaian Prameks?
yap, memang yg tewas itu Shinko 2 pintu alias MCW 301,, tetapi seingat saya seluruh KRDH Shinko tewas pada tahun 80an (kalau tidak salah belum sempat pakai striping merah-biru),, dan yang dipakai odong2 bandung bermahkota itu MCW 302 bukan MCW 301.. dan K3 ex MCW301 itu asalnya bukan dari Bandung.. karena ketika K3 ex-Shinko datang,, KRDH Mahkota masih beroperasi.. K3 ex-Shinko di Bandung ada 2 batch, yakni 8 kereta K3-761xx dan 2 kereta K3-801xx transferan dari JAKK bekas odong2 rangkas..
penggantian mesin dan transmisi KRDH MCW 302 menjadi Cummins dan transmisi Voith sebenarnya mulai dilakukan sejak tahun 86an karena banyak mesin buatan Shinko yang tewas,, dan pada tahun 1996 Pemerintah dapat bantuan lunak dari Pemerintah Jerman untuk repowering sekitar 60an KRDH MCW 302 menggunakan mesinn Cummins dan transmisi Voith yang dilakukan di INKA, dan juga repowering belasan lok BB301 oleh Siemens dengan mengganti mesin menggunakan MTU..
KRDH Patas yang SO kalau dulu ada sekitar 12an,, tapi sekarang saya kurang tahu karena ada beberapa ditransfer ke YK untuk menambah armada KRDH Prameks karena beberapa KRDH Prameks tidak SO..
Makasih Mas Azu ama Mas Charles, sudah memperbaiki pernyataan saya. Saya lupa2 inget waktu jaman odong2 masih pake KRDH

Saya mo tanya, sekarang ini pastinya ada berapa KRDH yg tersisa di Dipo BD, setelah ada 4 (CMIIW) gerbong yg dikirim ke YK untuk mengganti gerbong Prameks anggur yg rusak? Soalnya klo liat KRDH yg mau ke CCl ko perasaan itu2 saja?
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...



