04-05-2010, 03:59 PM
Hari Senin kemarin, saya menyempatkan ke Stasiun Gambir utntuk mengamati bagaimana jadwal baru dari kereta ini serta okupasinya pada jam 4 sore sampai jam 7 malam
Saya melihat dari segi okupansinya ternyata tidak memuaskan pada hari tersebut mungkin saya berpikir lebih banyak yang naik dari stasiun Jatinegara maupun Bekasi sedangkan yang dari Gambir sangat sedikit.
Jika dilihat dari segi jadwal, jadwal Argo Parahyangan pada jam tersebut sangat kacau dan banyak terjadi bentrok dengan KRL Comuter.
Ceritanya, Argo Parahyangan dari Bandung datang di Jakarta pukul setengah 4 sore sedangkan keberangkatan pukul 16.15 diparkir di jalur 4 dengan rangkaian 1BP+4K1 Argo+KM+2K2. Setelah keberagkatan pukul 16.15 diumumkan bahwa kereta Argo Parahyangan telah sampai di Stasiun Cikarang dengan estimasi 45 menit sampai Gambir. Pukul 5 sore sampai Gambir dengan keberangkatan
17.40 dengan rangkaian 2 K2 + 1 MP + 4 K1 Satwa, ada selang waktu 40 menit . Hal ini menyebabkan Depok Ekpress menggunakan memakai sepur salah di jalur 2 untuk menuju ke Depok. Setelah diberangkatkan pukul 17.40 diumumkan bawa Argo Parahyangan dari Bandung dengan keberangkatan
pukul 7 malam telah sampai Jatinegara. Sehingga pukul 17.55 sudah ada Argo Parahyangan lagi dengan keberangkatan pukul 19.00 dengan rangkaian 1 BP + 4 K1 Argo + 1 MI + 2 K2, ada selang waktu 1 jam 5 menit standy by jalur 4 Stasiun Gambir.
Jadwal ini menyebabkan rangkaian comuter ke arah Selatan dari Jakarta Kota harus menggunakan sepur salah di Jalur 2 Gambir apabila di Jalur 3 tersebut ada kereta jarak jauh seperti Cireks.
Kesimpulan saya jadwal di sore hari mempunyai waktu standby di stasiun Gambir lebih lama mungin juga dikarenakan persilangan kereta lebih sedikit sehingga kereta Argo parahyangan lebih cepat. CMiiW
Saya melihat dari segi okupansinya ternyata tidak memuaskan pada hari tersebut mungkin saya berpikir lebih banyak yang naik dari stasiun Jatinegara maupun Bekasi sedangkan yang dari Gambir sangat sedikit.
Jika dilihat dari segi jadwal, jadwal Argo Parahyangan pada jam tersebut sangat kacau dan banyak terjadi bentrok dengan KRL Comuter.
Ceritanya, Argo Parahyangan dari Bandung datang di Jakarta pukul setengah 4 sore sedangkan keberangkatan pukul 16.15 diparkir di jalur 4 dengan rangkaian 1BP+4K1 Argo+KM+2K2. Setelah keberagkatan pukul 16.15 diumumkan bahwa kereta Argo Parahyangan telah sampai di Stasiun Cikarang dengan estimasi 45 menit sampai Gambir. Pukul 5 sore sampai Gambir dengan keberangkatan
17.40 dengan rangkaian 2 K2 + 1 MP + 4 K1 Satwa, ada selang waktu 40 menit . Hal ini menyebabkan Depok Ekpress menggunakan memakai sepur salah di jalur 2 untuk menuju ke Depok. Setelah diberangkatkan pukul 17.40 diumumkan bawa Argo Parahyangan dari Bandung dengan keberangkatan
pukul 7 malam telah sampai Jatinegara. Sehingga pukul 17.55 sudah ada Argo Parahyangan lagi dengan keberangkatan pukul 19.00 dengan rangkaian 1 BP + 4 K1 Argo + 1 MI + 2 K2, ada selang waktu 1 jam 5 menit standy by jalur 4 Stasiun Gambir.
Jadwal ini menyebabkan rangkaian comuter ke arah Selatan dari Jakarta Kota harus menggunakan sepur salah di Jalur 2 Gambir apabila di Jalur 3 tersebut ada kereta jarak jauh seperti Cireks.
Kesimpulan saya jadwal di sore hari mempunyai waktu standby di stasiun Gambir lebih lama mungin juga dikarenakan persilangan kereta lebih sedikit sehingga kereta Argo parahyangan lebih cepat. CMiiW
