Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sistem penomoran lok uap di Indonesia
#27
(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.

Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.

Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10

Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52

TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.

Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.

Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.

Semoga bisa membantu menjelaskan.

kalo angka setelah hurup "2" tu artinya apa?
misalnya yan di lawang sewu tu C2301, madiun C2606, ambarawa B2503
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply


Messages In This Thread
RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - by nino - 06-05-2010, 06:39 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)