21-05-2010, 06:22 PM
Hm . Solo Jebres
Beberapa tahun yang silam saat masih hobby naik KA Pandanaran relasi Pekalongan - Semarang Poncol - Solo Jebres setasiun bersejarah ini kurang diperhitungkan keberadaannya . Kumuh , Lusuh dan Kurang terawat itulah kesan pertama dan identik dengan stasiun KA Barang.
Setahun silam saya coba nyambangi tasyun ini ternyata sudah berubah 360 derajat , Pasalnya Semua KA Penumpang klas Ekonomi Singgah dan berangkat dari stasiun ini. Rame , meriah dan Wah pokoknya sangat lain kondisinya dengan masa2 KA Pandanaran masih aktif. Turun dari KA Brantas relasi Tanahabang - Kediri di stasiun ini pas sekitar jam 04,30 ( telat ga ya ? ) langsung pesen kopi dan leyeh2 sebentaran sambil nunggu waktu sholat subuh tiba.Saat 2 selesai menunaikan rukun Islam yg ke dua langsung ambil langkah untuk jalan kaki ke arah Mbalapan. Wah mungkin ada sekitar 1 s/d 2 kilo meter tapi udara pagi sungguh segar sembari melihat lalu lalang KA Pramex ke arah Palur. Letak stasiun ini sungguh sangat startegis apalagi jika kita akan melanjutkan ke arah Wonogiri naik Bis , tinggal jalan ke arah barat sedikit akan ketemu arah bus ke Wonogiri.Ternyata pucuk dicinta ulam tiba , pas perut keroncongan ada kios gudeg lesehan sebelum tasyun Mbalapan , ya mampir dulu , makan Gudeg Yogya tapi di kota Solo dengan sambel goreng Krecek dan suwiran opor ayam plus es teh manis . Wah Sensasinya kek turis manca negara karena sembari sarapan ada musik yang mengiringi , keknya oleh para seniman "kuliahan " kalau melihat alunan suara yang terkesan duet.
Ah Solo Jebres , aku akan datang lagi . Segera.
Beberapa tahun yang silam saat masih hobby naik KA Pandanaran relasi Pekalongan - Semarang Poncol - Solo Jebres setasiun bersejarah ini kurang diperhitungkan keberadaannya . Kumuh , Lusuh dan Kurang terawat itulah kesan pertama dan identik dengan stasiun KA Barang.
Setahun silam saya coba nyambangi tasyun ini ternyata sudah berubah 360 derajat , Pasalnya Semua KA Penumpang klas Ekonomi Singgah dan berangkat dari stasiun ini. Rame , meriah dan Wah pokoknya sangat lain kondisinya dengan masa2 KA Pandanaran masih aktif. Turun dari KA Brantas relasi Tanahabang - Kediri di stasiun ini pas sekitar jam 04,30 ( telat ga ya ? ) langsung pesen kopi dan leyeh2 sebentaran sambil nunggu waktu sholat subuh tiba.Saat 2 selesai menunaikan rukun Islam yg ke dua langsung ambil langkah untuk jalan kaki ke arah Mbalapan. Wah mungkin ada sekitar 1 s/d 2 kilo meter tapi udara pagi sungguh segar sembari melihat lalu lalang KA Pramex ke arah Palur. Letak stasiun ini sungguh sangat startegis apalagi jika kita akan melanjutkan ke arah Wonogiri naik Bis , tinggal jalan ke arah barat sedikit akan ketemu arah bus ke Wonogiri.Ternyata pucuk dicinta ulam tiba , pas perut keroncongan ada kios gudeg lesehan sebelum tasyun Mbalapan , ya mampir dulu , makan Gudeg Yogya tapi di kota Solo dengan sambel goreng Krecek dan suwiran opor ayam plus es teh manis . Wah Sensasinya kek turis manca negara karena sembari sarapan ada musik yang mengiringi , keknya oleh para seniman "kuliahan " kalau melihat alunan suara yang terkesan duet.
Ah Solo Jebres , aku akan datang lagi . Segera.

