26-05-2010, 04:10 PM
(26-05-2010, 03:24 PM)enrico Wrote: iya bang ane juga udah tau itu...
tapi jalur bergerigi sekarang cocoknya buat KA wisata , bukan KA reguler...
kalo sekarang mau mnghidukn jalur ambarawa-secang harus bikin jalur baru yang gak naik turun, mungkin dibuat terowongan biar mempersingkat waktu....
lagipula kalo jalur bergerigi pasti taspatnya rendah bang...
Enggak juga tuh, kalau bisa ngakalin pakai loko CC 50, jalur datar maupun menanjak tidak masalah. Membuat jalur baru Ambarawa-Secang yg notabene jalur pegunungan bisa menghabiskan uang negara. PT KA mana mau bikin jalur baru hanya untuk tujuan yg sama? Mending jalur wisatanya dipakai terus aja, nanti sekalian relnya di-upgrade dgn bantalan beton dan R-54 plus gerigi bagi lok B 25.
Kalau bisa jalur yg dibangun lagi tu bisa utuh dari Yogyakarta ke Kedungjati, lok yg dipake adl lok uap spt D 52, CC 50, C 20, B 25 atau BB 10. Menarik sekali kereta uap bisa mampir ke Yogya lagi setelah sekian lama hilang dan digantikan oleh lokomotif diesel.



