03-06-2010, 07:31 AM
update berita lagi... 
[spoiler]

[spoiler]
Quote:http://www.fauzibowo.com/infojakarta.php...&mode=view[/spoiler]
Rute MRT Tahap I Diperpanjang
Rabu, 02/06/2010, 09:52 WIB
Selain merencanakan penambahan satu stasiun bawah tanah untuk jalur Mass Rapid Transit (MRT), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berencana menambah rute MRT tahap I sepanjang satu kilometer. Dengan begitu, rute MRT tahap I yang sebelumnya melayani Lebakbulus-Dukuhatas, dengan adanya penambahan, maka akan melayani rute Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Akibat penambahan rute baru itu, PT MRT Jakarta akan kembali menghitung ulang anggaran dana pembangunan MRT yang diperlukan. Diprediksi, akan ada penambahan anggaran lebih dari Rp 1 triliun.
Semula, panjang rute MRT tahap I terbentang sepanjang 14,5 kilometer dengan 12 stasiun yang terdiri dari lima stasiun bawah tanah dan tujuh stasiun elevated (layang). Dengan adanya perpanjangan rute MRT tahap I, maka panjang rute akan bertambah menjadi 15,5 kilometer dengan 13 stasiun, di mana enam stasiun berada di bawah tanah dan tujuh stasiun elevated.
Enam stasiun bawah tanah terdapat di Masjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendunganhilir, Setiabudi, dan Dukuhatas dan Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan tujuh stasiun elevated yakni mulai dari Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.
“Benar, rute MRT tahap pertama akan ditambah sepanjang satu kilometer yang otomatis akan menambah satu stasiun di depan Bundaran HI,†ujar Tribudi Rahardjo usai Paparan Feasibility Study MRT Koridor Dukuh Atas-Kota dan Koridor Balaraja-Cikarang (East-West) kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (1/6).
Alasan penambahan jarak rute koridor tahap I ini, menurut Tribudi, dikarenakan adanya kendala dalam pembangunan konstruksi stasiun di Dukuhatas sebagai stasiun dengan transit oriented development (TOD). Sebab, ruangan yang tersedia untuk pembangunan stasiun di Dukuhatas dinilai terlalu sempit dan padat untuk dijadikan stasiun penghentian terakhir yang akan diintegrasikan dengan angkutan umum lainnya.
Total anggaran dalam rute pertama MRT tahap I sebelumnya diperkirakan mencapai 120 miliar yen yang sebagian besar dibiayai dari dana pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Dengan adanya penambahan stasiun serta perpanjangan rute, maka PT MRT akan menghitung ulang kebutuhan anggaran pembangunan MRT rute baru tersebut dan akan menyampaikannya kepada Pemprov DKI Jakarta, Departemen Perhubungan, dan JBIC untuk dibahas secara bersama. “Kemungkinan dana akan bertambah lagi di atas Rp 1 triliun untuk penambahan jarak rute dan pembangunan satu stasiun baru,†kata Tribudi Rahardjo.
Ia mengungkapkan, perubahan rute tersebut otomatis akan mengubah rute MRT Tahap II yang semula melayani rute Dukuhatas-Kampungbandan, sekarang menjadi Bunderan HI-Kampungbandan. Karena itu, PT MRT juga akan membahas perubahan rute tersebut kepada kedua konsultan desain dasar kedua koridor tersebut agar segera dilakukan penyesuaian desain rutenya.
“Ini harus dibicarakan, karena konsultan desain dasar untuk dua koridor tersebut berbeda. Karena itu harus ada penyesuaian, jangan sampai kita ambil kebijakan yang salah karena permasalahan teknis yang tidak sama,†tegasnya.
Saat ini, desain dasar Lebakbulus-Bunderan HI telah rampung, sementara koridor tahap II baru menyelesaikan feasibility study alias studi kelayakan. Diharapkan pembangunan MRT koridor Lebak Bulus-Bunderan HI dapat rampung pada akhir 2016 dan koridor Bunderan HI-Kampungbandan bisa diselesaikan pada tahun 2020.
Sementara itu, rencana pembangunan MRT tahap III dengan rute Balaraja–Cikarang (east-west), Tribudi menerangkan, sudah menyelesaikan tahap pra-studi kelayakan. “Rute tersebut masih alternatif. Ada empat alternatif yang diusulkan diantaranya rute bisa melalui utara, tengah, dan selatan,†tandasnya.(bj)
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

