17-06-2010, 08:34 PM
eko winarno Wrote:17-Jun-2010, 06:43 PM
(Today 06:36 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]
(Today 06:31 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]@ mas Bambang : so pasti berani kalau 60 km/jam tapi ya goyangannya lumayan mas...dan kedepannya bisa tinggal ganti pakai R.42 nunggu sotiran dari jalur utama...New_ngakak
Kalo berani pake beton plus R54 aja mas Eko, jadi BB 300/Railbus/Sepur Kluthuk bisa ngebut ...
Kalau memakai bantalan beton dan R.42 saja sudah berani ngebut mas..contoh di stasiun srowot jalur 2 itu masih menggunakan R.42 dan kereta berani dengan taspat 90 km/jam..kalau cuma di jalur ini ya jangan pakai R.54 mas .New_ngakak
Betul Mas untuk Solo-Wonogiri " Cukup " pakai R 42 karena sudah mampu dilintasi rangkaian dengan tekanan gandar 15 ton ( Lok CC ) dan berhubung jalurnya terlalu pendek serta perkembangan kota itu sendiri masih lambat. R 42 mampu dilintasi rangkaian yang menggunakan Lok CC 201/203/204 dengan kec 60 km/jam sehingga akselerasi menjadi lebih cepat yang memungkinkan jarak Slo-Wgr dilibas hanya dalam waktu 55 menit.
Dan kalau saja di sekitar Alas Ketu ( perlintasan jalan menuju Jatiroto ) dibangun halte agar memungkinkan penumpang yang akan melanjutkan ke arah Tirtomoyo , Baturetno sampai Pacitan tidak perlu turun di Wonogir
i .

