12-08-2010, 12:12 PM
Edisi : Kamis, 12 Agustus 2010 , Hal.I
Pembelian tiket KA dibatasi
Solo (Espos) Stasiun Solo Balapan dipastikan akan menambah loket pelayanan tiket kereta api sebanyak dua loket, mulai Kamis (12/8) ini.
Pembukaan tambahan loket itu dipastikan buka hari ini karena untuk hari ini sudah mulai melayani penjualan tiket untuk balik Lebaran. Sementara itu, untuk menekan beredarnya calo tiket, Stasiun Balapan membatasi setiap pembelian tiket kereta api maksimal sebanyak dua tiket atau dua tiket dengan satu nama pemesan.
Demikian disampaikan Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan Solo, Suyatno, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (11/8). Terkait penambahan loket pelayanan, sebelumnya Stasiun Solo Balapan hanya membuka tiga loket yakni satu loket kereta Prameks, satu loket pemesanan dan satu loket penjualan langsung.
Lima loket
Tetapi, pada musim ramai menjelang Lebaran ini, Stasiun Solo Balapan akan buka lima loket, satu loket Prameks, dua loket penjualan tiket kereta bisnis dan dua loket penjualan tiket kereta eksekutif. “Besok (hari ini-red) penambahan loket sudah mulai karena penjualan tiket balik Solo-Jakarta H+1 dan seterusnya sudah dibuka. Dan perlu diketahui, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka pembelian tiket maksimal dua,†tutur Suyatno.
Sementara itu, terkait penjualan tiket mudik dari Solo ke luar kota seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, di Stasiun Balapan Solo masih terlihat normal. Belum ada peningkatan penjualan. Seperti, untuk Argo Lawu Solo-Jakarta pada H-2 Lebaran baru terjual 12 tiket, sementara Argo Dwipangga Solo-Jakarta baru terjual 19 tiket. Di luar H-2, lanjut Suyatno, justru belum ada pemesanan. Hal ini ia sampaikan mengingat kecenderungan angka mudik dari Stasiun Solo Balapan ke luar kota menjelang lebaran selalu berjalan normal. Sehingga, masyarakat atau calon pemudik tidak khawatir mendapatkan tiket. Pengalaman, pembelian tiket dari calon pemudik baru meningkat menjelang Lebaran tersebut.
Sementara itu, kendati saat ini belum dibentuk posko Lebaran dari manajemen Stasiun Solo Balapan memprediksi masa puncak angkutan Lebaran terjadi dari H-7 hingga H+8. Untuk melayani mudik, lanjutnya, sudah dipastikan puncaknya terjadi sejak H-3. Karena, sekarang tiket mudik Jakarta-Solo saja sudah ludes. Sementara, untuk puncak arus balik dari Solo diperkirakan terjadi mulai H+2 dan H+3. q - Oleh : haw
Pembelian tiket KA dibatasi
Solo (Espos) Stasiun Solo Balapan dipastikan akan menambah loket pelayanan tiket kereta api sebanyak dua loket, mulai Kamis (12/8) ini.
Pembukaan tambahan loket itu dipastikan buka hari ini karena untuk hari ini sudah mulai melayani penjualan tiket untuk balik Lebaran. Sementara itu, untuk menekan beredarnya calo tiket, Stasiun Balapan membatasi setiap pembelian tiket kereta api maksimal sebanyak dua tiket atau dua tiket dengan satu nama pemesan.
Demikian disampaikan Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan Solo, Suyatno, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (11/8). Terkait penambahan loket pelayanan, sebelumnya Stasiun Solo Balapan hanya membuka tiga loket yakni satu loket kereta Prameks, satu loket pemesanan dan satu loket penjualan langsung.
Lima loket
Tetapi, pada musim ramai menjelang Lebaran ini, Stasiun Solo Balapan akan buka lima loket, satu loket Prameks, dua loket penjualan tiket kereta bisnis dan dua loket penjualan tiket kereta eksekutif. “Besok (hari ini-red) penambahan loket sudah mulai karena penjualan tiket balik Solo-Jakarta H+1 dan seterusnya sudah dibuka. Dan perlu diketahui, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka pembelian tiket maksimal dua,†tutur Suyatno.
Sementara itu, terkait penjualan tiket mudik dari Solo ke luar kota seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, di Stasiun Balapan Solo masih terlihat normal. Belum ada peningkatan penjualan. Seperti, untuk Argo Lawu Solo-Jakarta pada H-2 Lebaran baru terjual 12 tiket, sementara Argo Dwipangga Solo-Jakarta baru terjual 19 tiket. Di luar H-2, lanjut Suyatno, justru belum ada pemesanan. Hal ini ia sampaikan mengingat kecenderungan angka mudik dari Stasiun Solo Balapan ke luar kota menjelang lebaran selalu berjalan normal. Sehingga, masyarakat atau calon pemudik tidak khawatir mendapatkan tiket. Pengalaman, pembelian tiket dari calon pemudik baru meningkat menjelang Lebaran tersebut.
Sementara itu, kendati saat ini belum dibentuk posko Lebaran dari manajemen Stasiun Solo Balapan memprediksi masa puncak angkutan Lebaran terjadi dari H-7 hingga H+8. Untuk melayani mudik, lanjutnya, sudah dipastikan puncaknya terjadi sejak H-3. Karena, sekarang tiket mudik Jakarta-Solo saja sudah ludes. Sementara, untuk puncak arus balik dari Solo diperkirakan terjadi mulai H+2 dan H+3. q - Oleh : haw
.
