07-09-2010, 10:49 AM
Quote:BB30013 mogok beberapa waktu yang lalu.
Foto oleh SOLOPOS
Di Stasiun Wonogiri, Penumpang ke Jakarta Meningkat
Selasa, 07/09/2010 09:00 WIB - son
HARIAN JOGLOSEMAR
WONOGIRIâ€â€Kalau di Terminal Induk Giriadipura Wonogiri jumlah pemudik terasa makin bertambah, kondisi sebaliknya justru terjadi di Stasiun Wonogiri. Makin mendekati Lebaran, Stasiun Wonogiri jumlah penumpang yang hendak bertolak ke Jakarta mengalami kenaikan. Kebanyakan dari mereka adalah para pedagang bakso dan mi ayam.
Kepala Stasiun Wonogiri Kota, Budi Santoso Senin (6/9) kemarin mengungkapkan, kondisi tersebut sebenarnya merupakan fenomena tahunan. “Mereka biasanya akan kembali setelah Lebaran usai. Rata-rata per hari ada 30-an penumpang yang menuju ke Jakarta. Selain pedagang mi bakso, ada pula beberapa penjual jamu,†terang dia.
Sumarmi (30), warga asal Pokoh, Wonogiri yang kebetulan tengah membeli karcis mengatakan, dirinya akan ke Jakarta berjualan bakso dan mi ayam. Suaminya sendiri sudah dua bulan belum pulang dan kini dia menyusul ke sana dengan satu pembantu untuk berjualan.
“Kembali paling sepuluh hari setelah Lebaran. Ndak tahu ikut nyoblos di Pilkada atau tidak. Cari uang dulu di sana. Lebaran masih jualan,†akunya.
Sementara itu, stasiun akan bertambah ramai lagi saat sesudah Lebaran. Pemudik yang nantinya akan kembali ke perantauan biasanya akan memilih untuk naik kereta api. Kereta api yang ada di stasiun ini adalah kereta api Senja Bengawan kelas Ekonomi. Dengan tarif ke Jakarta (Jatinegara, Manggarai, Tanah Abang) Rp 39.000 untuk dewasa dan Rp 31.500 untuk anak-anak.
“Karena itu tahun lalu kami sampai menolak penumpang karena sudah melebihi daya tampung. Saat mudik, harga tiket bis bisa sampai sekitar Rp 200.000 orang. Sementara untuk di sini tidak mengalami kenaikan. Maka banyak yang naik kereta saat arus balik,†tambahnya.
Bagi penumpang yang naik KA menuju Wonogiri, setelah berhenti di Stasiun Purwosari Solo, lebih memilih turun dan naik bus ke Wonogiri. Maklum, pengerjaan mengganti ukuran rel dan bantalan rel belum bisa rampung tahun ini. (son)
Linmas Disiagakan di Perlintasan KA Tanpa Palang
Selasa, 07/09/2010 09:00 WIB - mur
HARIAN JOGLOSEMAR
PASAR KLIWONâ€â€Setidaknya, ada tujuh hingga delapan perlintasan kereta api di Solo yang rawan kecelakaan. Hal ini dikarenakan, perlintasan tersebut tak dilengkapi dengan palang kereta dan petugas yang melakukan penjagaan.
Hal inilah yang diutarakan oleh Kepala Unit Pelayanan Perhubungan (UPP) Wilayah Solo Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo), Djoko Widodo kepada wartawan di kantornya. Untuk itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Solo untuk mengantisipasi hal itu pada saat arus mudik 2010 ini.
“Kalau di Solo, ada sekitar tujuh atau delapan perlintasan kereta api yang tak ada palangnya. Tak hanya itu, di sana juga tak ada petugas yang memantau dan menjaga perlintasan tersebut. Saat ini, telah ada beberapa personel Linmas yang diterjunkan untuk mengamankan arus mudik di tempat tersebut,†jelas Djoko, Senin (6/9).
Semua perlintasan kereta api tanpa palang tersebut, terletak antara Stasiun Purwosari hingga wilayah Sangkrah. Namun, pihaknya dapat memastikan, telah ada antisipasi dari pemangku wilayah setempat. Sehingga pemudik sangat terbantu dengan petugas tersebut.
Sementara itu, Lurah Sangkrah, Mahendra Nugrahadi menyatakan, telah siap mengantisipasi arus mudik di Solo.
“Wilayah kami menjadi jalur alternatif warga yang tak ingin terjebak kemacetan di Jalan Kapten Mulyadi. Dan yang menjadi salah satu titik perhatian kami adalah perlintasan kereta api tanpa palang di Demangan. Untuk itu, kami menurunkan dua personel Linmas untuk melakukan penjagaan,†terangnya. (mur)
sampai tidak muat, Feeder perlu tambah gerbong banyak nih, ditarik loko CC
.


![[Image: 27mogok1com.jpg]](http://i712.photobucket.com/albums/ww123/negeribangau/27mogok1com.jpg)