18-09-2010, 06:19 PM
(18-09-2010, 07:49 AM)bonbon Wrote: tapi apa naik 500 - 1500 perak bisa memperbaiki pelayanan ?
Ane sih ga sejauh itu deh ngarepin, tetap bersyukur KRL tetap tersedia terus...
Jadi kalau ada kenaikan segitu apa mau berpindah ke moda transportasi lain dengan harga yg sama ?
(17-09-2010, 10:57 PM)FIM - gajayana Wrote: saya yang pergi sekolah naik KA AC Ekonomi gk setuju bgt. kecuali kalo ada subsidi khusus pelajar....
masa pakai abonemen msh minta subsidi![]()
Ya bisa saja. Kenapa tidak?
Yang harus ditelaah adalah laporan keuangan PT KA khusus divisi Jabotabek, atau PT KCJ (jika sudah ada). Apakah betul perbaikan pelayanan harus dihubungkan / menunggu dengan kenaikan tarif?
Contohnya: KRL ngaret apa karena tarifnya rendah? Adakah korelasi yang kuat dalam kasus tersebut? Jadi apakah kalau tarif KRL dinaikkan 3x lipat jadwalnya pasti on-time? Penumpang tidak bayar itu loss, tapi kok bisa penumpang tidak bayar? Apa hambatan tidak bayar karena tarifnya terlalu "murah" sehingga perlu dinaikan? Haha malah paradoks
Itu baru contoh, saya rasa jawabannya mudah, dan memang bukan itu poin-nya. Intinya kalau perbaikan2 seperti contohnya ketepatan waktu jadwal, kebersihan stasiun, dan hal2 lain yg menunjang kenyamanan penumpang... GA ADA hubungannya dengan naik tarif atau tidak.
Misalkan tarif naik, tapi PT KCJ juga tidak melakukan apa2 (seburuk2nya), ya naik tarif cuman bikin prestasi di laporan keuangan saja (naik revenue), tapi tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan.
Gitu lo mas, mudah2an nangkep logikanya.
Kecuali, misalnya mayoritas pengguna layanan Commuter katakanlah 90% menyatakan sudah puas dengan layanan yg diberikan KCJ, ya kenaikan tarif tentunya tidak terlalu diributkan.
Skarang diributkan karena ya itu lagi, pelaynannya yg diributkan, bukan kenaikannya.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
(Edmund Burke 1729-1797)

![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)

