27-09-2010, 02:04 PM
Quote:memang gak pernah dibersihin koq jendelanya, pengalaman saya waktu naek banyubiru dan kaligung pagi dari dipo aja kacanyanya masih kotor koq...(24-09-2010, 05:30 PM)sonyazis Wrote: Lah, tgl 6 sebelum lebaran, saya naik KA ini ga ada sampah sama sekali dan cukup nyaman walau memang bagian jendela agak kotor dan banyak jendela yg kacanya pecah, apa lagi lupa dibersihin?(25-09-2010, 11:36 AM)alastuwa Wrote: tergantung manusianya juga,kalo misalnya petugas dan para penumpang ga mau njaga kebersihan ya sama aja...

(25-09-2010, 12:01 PM)Java Jongen Wrote: LANJUTAN.
tanggal 17-09-10
Hari Jumat...setelah berlibur 1 hari di rumah nenek di Wadu, akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. pilihan perjalanan diputuskan untuk menggunakan KA Blora Jaya pukul 13.30. di stasiun Wadu, penumpang sudah berjubel sejak pukul 12.30, kebanyakan akan ke Jakarta dengan menggunakan KA Feeder Tawang Jaya yang berangkat dari stasiun Cepu sekitar pukul 14.30. pukul 13.00 loket akhirnya dibuka, dan saya memesan tiket Wadu-Ngrombo seharga 15.000 (2 orang jadi 30.000). setelah menunggu, akhirnya kereta datang pukul 13.40 terlambat 10 menit dari jadwal, begitu saya naik, ternyata kursi sudah penuh terisi sejak dari stasiun Cepu, akhirnya tepaksa berdiri. di sepajang perjalanan sambil ditemani musiknya Sheila on 7 di dalam kereta tepat di belakang tempat saya berdiri seorang kondektur terlibat bersitegang dengan seorang pnumpang...masalahnya adalah, penumpang itu naik KA Blora Jaya namun tiket yang dia pegang adalah tiket KA Feeder Tawang Jaya (padahal lewat pengeras sudah dikasih tahu kalo kereta yang datang adalah Blora Jaya, bukan tawang jaya), karena beda kelas, sang kondektur meminta uang kelebihan tiket pada penumpang tersebut (kurang jelas berapa, tetapi penumpang itu memberi 50.000, dan setelah mengambil, kondektur itu langsung pergi ke ruang masinis, sambil si penumpang teriak-teriak dalam bahasa jawa.."Pak kembaliannya mana??" dan dijawab "sebentar" dengan nada marah). mendekati stasiun gambringan, di tepi rel sayas empat melihat beberapa anak berjejer nggak jelas apa yang mereka lakukan, namun beberapa saat kemudian beberapa botol air mineral yang diisi air selokan melayang mengenai jendela, sebuah berhasil masuk gerbong dan mengenai kepala seorang penumpang wanita yang sedang tiduran (jadi ngerti kenapa jendelanya pada pecah).
jam 15.30, kereta sampai di stasiun ngrombo..dan melanjutkan perjalanan ke Solo dengan menggunakan bis. harga tiketnya 10.000 lebih mahal 1000 jika dibandingkan dengan naik kereta api Banyubiru yang hanya 9000 dari ngrombo-solo
bersambung.....
akan saya lanjutkan dengan pengalaman naik KA Pramex. di thread ini
daerah situ emang rawan pelemparan kang, selain petak pekalongan-pemalang dan brebes cirebon
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri


