06-10-2010, 04:13 PM
Kalaupun masinisnya tertidur, akar permasalahannya tetep berada di manajemennya. Dulu pernah ada penelitian di Inggris tentang "micro-sleep", yaitu tertidurnya masinis selama kurang dari satu menit dalam selang waktu tertentu saat menjalankan rangkaian. Dan "micro-sleep" itu pun adalah natural. Oleh sebab itu, bekerja sampai 8 jam bisa dibilang terlalu panjang. Kereta api bukanlah pesawat yang ada auto-pilotnya. Bahkan di Jepang sekalipun ada aturan supir bis malam, setiap dua jam harus istirahat minimal 20 menit, bahkan setelah jam yang keempat harus diganti. Begitu juga dengan masinis kereta api.
Tentang membuat suasana kerja lebih menyenangkan, mungkin bisa belajar dari masinis Jepang. Yaitu teriak2, nunjuk2 sinyal pas lagi menjalankan kereta, walaupun cuman sendiri di kamar masinisnya.
Tentang membuat suasana kerja lebih menyenangkan, mungkin bisa belajar dari masinis Jepang. Yaitu teriak2, nunjuk2 sinyal pas lagi menjalankan kereta, walaupun cuman sendiri di kamar masinisnya.
