07-10-2010, 02:29 PM
(05-10-2010, 03:53 PM)JaY Wrote: Woi Bro, OOT bentar ya. Untuk kereta penumpang itu masih berlaku BBM Subsidi sedangkan untuk rangkaian barang semisal Babaranjang itu pake BBM Industri. Sebenarnya g adil juga karena truk2 yang membawa batubara juga memakai BBM Subsidi.
Pokoknya sudah banyak ketidakadilan yang dialami oleh perkeretaapian kita, pemerintahnya juga begitu, mereka masih menganut sistem Orba kayaknya. Selama ini ditjen perkeretapiaan hanya membetulkan prasarana aja tanpa mengubah kebijakan di sarana.
Mengapa kereta mahal ? Mungkin
1. Masih ada PPn
2. Perawatan susah (khusus gerbong Anggrek)
3. Cepet kalo uda DT atau DDT
4. Pemerintah g pro kereta (hanya ngomong thok)
mungkin kah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di ganti sama Rf yg lebih sayang dan peduli terhadap KA ???
saya pribadi cukup ironi dan sedih melihat ketidak adilan ini.
Train is never death for my life specially KA Lodaya

