(08-10-2010, 03:30 PM)jokotingkir Wrote:(08-10-2010, 02:52 PM)dedy vh Wrote:Quote: mungkinkah itu semboyan 21 malamnya senja kediri yg terlihat oleh masinis ABA yang pada waktu itu kondisinya sudah lelah / ngantuk.nggak ada hubunganya kang !
kenapa gak ada hubungannya mas kan dua kereta ini berpapasan, coba kalau kita naik mobil malam hari berpapasan dengan mobil lain yg lampunya sama sama terang pasti silau gak akan kita bisa melihat kondisi dibelakang mobil lawan kita, itulah sebabnya kenapa masinis ABA gak melihat buntut senja Utama yg sudah parkir didepannya sehingga gak sempat ngerem lebih awal.
dibelakang senja kediri kan ada lampu semboyan 21 malam warna hijau yg menyorot kedepan supaya bisa dilihat masinis senja kediri, dengan begitu juga pasti akan terlihat oleh masinis aba ketika berpapasan.
betul
pernah hampir salah liat
kejadinnya di jng, semboyan 21 gopar yang di spoor 2 disangka sinyal aman oleh mass gerobak yg masuk di spoor 3 dari arah senen
untung cepat nyadar jadi tidak ada insiden
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(08-10-2010, 10:20 PM)kempor Wrote: sori kalo mungkin udah pernah dibahas..kejadian aktualnya: SU tidak pernah disusul ABA, kedua kereta itu di antri-kan. yg ada kedua kereta itu di silang SK. jadi sebenarnya SU dan ABA itu dalam posisi mengantri. tapi ABA nyelonong terus jadi menabrak SU..
pas menjelang PLH berarti ada 3 KA yang masuk ke persilangan yah? trus kronologinya gimana tuh?
1. SU masuk jalur 3, disilang SK di jalur 2, trus SU menunggu disusul ABA?
2. SK masuk jalur 2, disilang SU di jalur 3, SK berangkat dari jalur 2, trus disusul ABA?
3. SU masuk jalur 3, menunggu SK masuk jalur 2, trus sebelum SK tiba udah disusul ABA?
agak ruwet mungkin yah, mengingat Petarukan merupakan peralihan dari dobel-track ke single-track
menyusul di stasiun peralihan dobel trak ke single itu berisiko, jadi tidak di lakukan

