04-11-2010, 08:58 AM
(03-11-2010, 07:01 AM)Dana Komuter Wrote: Mungkin dari sebagian teman - teman udah pada tau lah kenapa aku post thread ini dan (pastinya) KRL mana aja yang selalu terjadi jatah penganak tirian dan pemanjaan selalu dalam keseharian. Berlaku buat KA komuter non Jabodetabek yah... Bisa berbagi?
Oya boleh juga persoalan selain kondisi keretanya seperti peronnya, jumlah penumpang, jatah petak relnya, dll.
1 yang mungkin blom (mungkin blom pernah aku kasih tau) ada perhatiannya sama sekali alias cuma sedikit2 aja, yaitu jatah petak rel KA yang selalu dikelilingin oleh pemukiman kumuh. Di Jabodetabek yah di petak rel stasiun Tn. Abang - stasiun Kamp. bandan itu lha pastinya... Termasuk rangkaian2 KRL dan KD3nya juga pastinya...
Untuk masalah lintas mana yang dianggap sebagai "anak emas" dan mana yang dianggap sebagai "anak tiri", saya mempertimbangkan beberapa sisi yang saling berkaitan berikut ini:
1. Okupansi, di mana okupansi pengguna (mulai saat ini saya lebih suka menyebut pengguna dibandingkan penumpang) yang menggunakan jasa angkutan tersebut, di mana okupansi beberapa lintas tertentu lebih rendah dibandingkan okupansi lintas lainnya.
2. Kondisi sarana dan prasarana, di mana pada beberapa lintas yang memiliki okupansi lebih rendah memiliki kondisi sarana dan prasarana yang juga lebih rendah baik dari segi kualitas dan kuantitas.
3. Kelas sarana yang dipergunakan, yang mana sistem kelas dari sarana yang dipergunakan dalam lintas tersebut mencerminkan kondisi sarana dan prasarana lintas tersebut secara keseluruhan.
Berdasarkan penilaian itu, saya memilih lintas Bogor dan Bekasi sebagai lintas yang menjadi "anak emas", karena kedua lintas ini memiliki okupansi penumpang yang demikian tinggi dan selalu diprioritaskan jika ada armada baru, sebaliknya lintas Tangerang menurut saya dikategorikan sebagai lintas yang menjadi "anak tiri", karena dari segi armada, sarana dan prasarana yang digunakan masih tertinggal dibandingkan lintas lainnya di seluruh Jabodetabek.
Untuk luar Jabodetabek, saya memilih Prameks dan lintas PDL-BD-CCL sebagai komuter "anak emas" sesuai dengan penilaian di atas, sedangkan komuter yang menjadi "anak tiri" adalah Pandanwangi dan Patas Merak.
CMIIW.

![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)